Kamis, 25 Juni 2015

Ceramah Di hadapan Politisi, Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara

Jakarta - Hari ini, milyaran umat islam didunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden PKS, Anis Matta ketika mengawali ceramah nya di kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.
“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia” terangnya menjelaskan.
Anis Matta menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.
“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu,” lanjutnya sambil menyampaikan bahwa ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti namun pemeluk agama justru semakin bertambah.
Ia melanjutkan bahwa meskipun demikian, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang, punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.
“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama,  namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu jauh melampaui kebutuhan secara fisik dan ini tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasarnya (sandang dan pangan) tidak terpenuhi” tegasnya sambil mengatakan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.
Diakhir ceramahnya, Anis Matta menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah, ”itu karena mereka mulai kehilangan tujuan hidup,  dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.

Berikut ini link videonya:


Sumber: anismatta.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template |
Copyright © 2011. DPD PKS Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger