Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan

10 Januari 2025

DPRD Boyolali Sambut Keputusan KPU: Nur Arifin Terima Salinan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati

Boyolali, 10 Januari 2025 – Hari ini, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, mewakili Ketua DPRD Boyolali, menerima salinan keputusan penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Rapat Pleno KPU Boyolali yang dilaksanakan pada 9 Januari 2025. Penyerahan salinan keputusan tersebut dilakukan oleh Komisioner KPU Boyolali beserta Sekretaris KPU dan jajarannya di Kantor DPRD Boyolali.

Dalam penyerahan ini, Nur Arifin menyampaikan apresiasi kepada KPU Boyolali atas kelancaran seluruh rangkaian Pilkada Boyolali 2024. Ia juga berharap agar keputusan ini menjadi awal yang baik untuk Boyolali di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Boyolali atas kinerjanya yang profesional dalam menyelenggarakan Pilkada. Semoga keputusan ini membawa Boyolali menuju masa depan yang lebih baik, sesuai harapan seluruh masyarakat,” ujar Nur Arifin.

Penyerahan salinan keputusan ini merupakan bagian dari tahapan akhir dalam proses Pilkada Boyolali, yang menandai kesiapan daerah untuk memasuki masa kepemimpinan baru. Diharapkan, pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dapat merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan selama kampanye dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Boyolali. (nh/ta)

9 Januari 2025

Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Boyolali Hadiri Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Boyolali 2024

Boyolali, 9 Januari 2025 – Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Boyolali sekaligus Ketua DPD PKS Boyolali, menghadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Tahun 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali di kantor KPU Boyolali. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam tahapan akhir pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana yang ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boyolali terpilih. Pasangan ini unggul dengan perolehan suara yang tinggi dalam Pilkada Boyolali 2024.

“KPU telah mengumumkan hasil Pilkada Boyolali, dan pasangan Agus Irawan-Dwi Fajar Nirwana yang unggul dengan perolehan suara yang signifikan. Tentu kami mengucapkan selamat kepada pasangan terpilih. Semoga visi dan misi yang telah mereka sampaikan dapat terealisasi di Boyolali, menjadikan Boyolali lebih baik, lebih sejahtera, dan hal-hal yang kurang dapat disempurnakan,” ujar Nur Arifin.

Dengan penetapan pasangan Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boyolali terpilih, diharapkan Kabupaten Boyolali dapat melangkah maju dengan berbagai program pembangunan yang lebih baik di masa depan. (nh/ta)

28 November 2024

28 November 2024


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada seluruh warga Boyolali dan segenap Tim Sukses Paslon Marsono-Saiful, kami, segenap keluarga besar PKS Boyolali:

1. Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan, kerja keras, dan pengorbanan yang telah diberikan sepanjang proses Pilkada 2024 ini.

2. ⁠Kami menyadari bahwa perjuangan ini adalah bagian dari tugas dakwah kita bersama, dan setiap langkah yang diambil adalah upaya untuk meraih ridha Allah SWT.

3. Kami juga ingin mengingatkan bahwa dalam perjuangan ini, tidak ada pengorbanan yang sia-sia, baik itu waktu, tenaga, pikiran, maupun materi. Semua itu telah kita niatkan untuk kebaikan, demi masa depan Boyolali yang lebih baik. 

4. ⁠Mari kita jaga semangat, silaturahmi, dan kerukunan antar sesama, baik di dalam tim maupun dengan seluruh warga Boyolali.

5. Para saksi kita masih berjuang di TPS dan PPK untuk menjaga suara rakyat yang dipercayakan kepada kita.

6. Mari kita hadapi hasil apapun dengan lapang dada, dan terus jaga ukhuwah serta kebersamaan dalam membangun Boyolali.

Tetap Semangat!

Jalin Kerukunan dan Silaturahim dengan Baik!

Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Boyolali, 28 November 2024

DPD PKS Boyolali,

Nur Arifin

Ketua

15 Oktober 2024

PKS dan PDIP Perkuat Sinergi Menuju Kemenangan di Kabupaten Boyolali 2024




Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, PKS Boyolali menyelenggarakan forum Koalisi Pemenangan untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boyolali. Acara ini dihadiri oleh 500 kader PKS dari seluruh wilayah Boyolali, pasangan calon Marsono-Saiful, serta sejumlah petinggi dari PKS dan PDIP. Dalam suasana penuh semangat, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS sebagai pembuka acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Ust. Darus Salam, S.Pd.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, dalam sambutannya menyatakan, "Kemenangan sudah pasti, tinggal kita ambil. Seperti dalam surat As Saff ayat 4, mari kita rapatkan barisan menyongsong kemenangan."

Pasangan calon Marsono-Saifulhaq juga mengungkapkan rasa terima kasih atas antusiasme kader PKS dalam berbagai kunjungan yang telah dilakukan.  

  

Seno Kusumoharjo, MBA, sebagai Tokoh Boyolali, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan proses yang panjang dan tidak instan, serta berharap kerja sama tersebut dapat berlangsung lama. Ia juga menekankan komitmen PDIP untuk berperan sebagai kakak bagi PKS menjelang 2029. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Badruzzaman, diikuti oleh arahan dari Abdul Kharis Al Masy'ari, M.Si., anggota DPR RI dari PKS. Antusiasme peserta tetap terlihat hingga akhir acara. [MLN]




30 Agustus 2024

PKS Antar Marsono-Saiful Daftar Ke KPU Boyolali


BOYOLALI - Pengurus PKS Boyolali beserta kader dan relawan pagi ini Kamis (29/8) berkumpul di Kantor DPD PKS untuk mengantarkan pasangan Marsono-Saiful mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Boyolali. Acara dimulai dengan doa bersama. Mas Saiful, Calon Wakil Bupati dari PKS, bersama rombongan yang telah berkumpul kemudian bergerak menuju kantor DPC PDI Perjuangan Boyolali.

Sebelum mendaftar ke KPU, acara didahului dengan deklarasi pasangan Marsono-Saiful oleh PDI Perjuangan dan PKS bertempat di Panti Marhaen. Acara dimulai dengan tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan SK dari masing-masing partai yang mendukung pencalonan Marsono dan Saiful. Pada kesempatan tersebut, PPP juga menyerahkan SK rekomendasi sebagai tanda bergabungnya PPP dalam koalisi ini.

Dalam sambutannya, politisi senior PKS, Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan, "Bergabungnya PPP memperkuat kita, perjuangan kita untuk mendapatkan rekomendasi akan kita bawa ke KPU. Hari ini, dah hari kedepan adalah hari yang penuh perjuangan, yang menuntut semangat dari para kader. Kebersamaan kita memikul beban bersama akan mengantar kita pada kemenangan. Seluruh kader PKS siap bersatu padu untuk mensukseskan Pilkada Boyolali. Kita harus menang, jangan takut bersusah payah."

Seno Samudro, dalam sambutannya juga turut memberikan dukungan dengan mengatakan, "Tak pangestoni Marsono dan Saiful dadi Bupati Boyolali. Insya Allah kita akan bekerja Bersama, kita tidak akan membiarkanmu jalan sendiri, you're never walk alone."

Selain itu, Seno Kusumoharjo, politisi senior PDIP, berorasi membakar semangat pendukung Marsono-Saiful, "Kami mendukung penuh Marsono dan Saiful. Semua kader PDIP dan PKS se-Boyolali siap memenangkan pasangan ini. Jangan pernah meragukan keluarga manggis, Seno Gedhe, Seno Cilik, Said, Iwan... Semua tetap bersama-sama untuk memenangkan Marsono-Saifulhaq. Boyolali harus tetap guyub rukun."

Serangkaian acara deklarasi ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ustadz Syaifudin. Dilanjutkan dengan pawai jalan kaki mengikuti Marsono-Saiful menuju KPU Boyolali untuk melakukan pendaftaran. Sepanjang acara, jargon Marsono-Saiful PAS Boyolali Pasti Menang Pasti Juara, Medekaaa, dan Takbir menjadi warna tersendiri untuk semakin menguatkan koalisi yang dibangun dalam pemenangan Pilkada Boyolali. Seluruh kader dan relawan diharapkan tetap terus semangat dan bersatu padu dalam perjuangan ini demi Boyolali yang lebih adil dan sejahtera. (nh).

25 Agustus 2024

PKS Boyolali Gelar Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2024

BOYOLALI- Ahad (25/08/24) DPD PKS Boyolali menyelenggarakan acara Konsolidasi dan Sosialisasi Pemenangan Pilkada Boyolali 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula DPD PKS Boyolali dengan dihadiri oleh seluruh struktur DPD dan DPC. Acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat persatuan dan optimisme dalam menghadapi Pilkada mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, menegaskan bahwa ini adalah momen bersejarah bagi PKS Boyolali. "Akhirnya, kita tidak sekedar mendukung pasangan dari kader partai lain, tapi kita bisa mengusung kader PKS kita sendiri sebagai Calon Wakil Bupati Boyolali 2025-2030," ujarnya dengan penuh semangat. Beliau juga mengingatkan kepada seluruh kader untuk terus melangkah menuju kemenangan, karena Pilkada kali ini merupakan kesempatan emas untuk membawa perubahan nyata bagi Boyolali.

Sekretaris Umum DPD PKS Boyolali, Hasyim, turut menyampaikan refleksi atas perjalanan politik PKS Boyolali. Beliau mengingatkan bahwa PKS Boyolali telah berpartisipasi dalam Pilkada sejak 2005, 2010, dan 2015. Namun, pada tahun 2020, PKS memutuskan untuk absen dan membiarkan kontestasi melawan kotak kosong. "Pada setiap momentum Pilkada sebelumnya, kita belum punya kesempatan untuk menang, tapi Pilkada ini akan menjadi Pilkada yang berbeda," ujarnya, menggugah semangat para kader untuk terus berjuang.

Nur Achmad, Kepala Bidang Kaderisasi, menambahkan bahwa apapun hasil perjuangan nanti, hal tersebut tidak akan mengubah orientasi partai dan tidak akan mencederai persaudaraan di antara kader. "Yang terpenting adalah tetap solid dan menjaga kebersamaan dalam setiap langkah perjuangan kita," tegasnya, menekankan pentingnya persatuan dalam mencapai tujuan bersama.

Hadir pula dalam acara ini, Saifulhaq Mayyaz, Bakal Calon Wakil Bupati Boyolali dari PKS. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kerjasama dan sinergi seluruh kader dalam mencapai kemenangan. "Untuk mencapai kemenangan ini, tidak bisa dilakukan sendiri. Ini memerlukan segenap upaya dari semua kader untuk siap memenangkan PKS," kata Saifulhaq, yang disambut dengan tepuk tangan semangat dari peserta. Dengan tekad dan semangat, DPD PKS Boyolali siap melangkah menuju kemenangan di Pilkada 2024, mengusung kader terbaik demi mewujudkan Boyolali yang lebih baik dan sejahtera. (nh).

23 Desember 2015

KPU Tetapkan Seno Samudro-Said Hidayat Pemenang Pilkada Boyolali


Boyolali — KPU Boyolali menetapkan paslon nomor 1, Seno Samudro-Said Hidayat, sebagai pemenang Pilkada 2015. Penetapan pemenang Pilkada ini dilakukan dalam rapat pleno di Gedung Singosewayan, Jalan Merapi, Boyolali, Selasa (22/12). Pasangan ini berhasil memperoleh suara 413.572 atau 69,68 persen. Sedangkan paslon Agus Purmanto-Sugiyarto memperoleh suara sebanyak 179.956 atau 30,32 persen.
“Tiga hari setelah rekapitulasi suara ternyata tidak ada yang mengajukan gugatan, maka paslon Seno Samudro-Said Hidayat resmi kita tetapkan sebagai pemenang Pilkada, bupati wakil bupati terpilih 2016-2021,” kata Ketua KPU Boyolali, Siswadi Saptoharjono.
Setelah pleno penetapan, hasil Pilkada nantinya akan diserahkan ke DPRD untuk kemudian diajukan ke Kemendagri. Terkait pelaksanaan pelantikan, KPU masih menunggu keputusan Kemendari.
“Kewenangan kapan pelantikan ada di Kemendagri, jadi kita menunggu instruksi Kemendagri,” tambahnya.
Disisi lain, Bupati terpilih, Seno Samudro, didampingi wakil bupati terpilih, Said Hidayat, menyatakan terimakasih atas dukungan masyarakat dalam Pilkada. Seno mengaku salut dengan partisipasi masyarakat Boyolali dalam Pilkada, yang tingkat partisipasinya nomor satu di Jawa Tengah. Kedepan, Seno berjanji akan melakukan pembangunan demi kemajuan Boyolali.
Sumber: timlo.net

29 November 2015

Memakai Sandal Jepit, Ratusan Relawan Door to Door Ajak Warga Pilih TOTO

Relawan TOTO sapa warga di Desa Jrakah, Selo
Boyolali (29/11) - Menjelang berakhirnya kampanye putaran terakhir Pilkada Bupati Boyolali 2015, kegiatan pemenangan TOTO oleh tim pemenangan semakin meningkat. Salah satunya adalah kegiatan pemenangan yang dilakukan oleh ratusan Relawan TOTO yang langsung terjun ke masyarakat door to door mengajak warga untuk mendukung dan memenangkan pasangan TOTO pada hari ini, Minggu (29/11). Kali ini yang menjadi daerah tujuan adalah desa-desa di Kecamatan Cepogo dan Selo. Dengan berbekal stiker dan souvenir kenang-kenangan berupa pisau dapur, centong, saringan teh, dan lainnya, para relawan dengan semangat mengenalkan pasangan cabup cawabup Boyolali 2015-2020 Agus Purmanto-Sugiyarto (TOTO) kepada warga yang ditemuinya.

Uniknya, ratusan relawan yang sebagian besar kader PKS ini memakai sandal jepit dalam aksinya. Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad dalam keterangannya menyampaikan bahwa setiap relawan dalam aksi terjun ke masyarakat wajib mengenakan sandal jepit karena dengan memakai sandal jepit merupakan simbol perlawanan dari rakyat kecil melawan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan pejabat atau penyelenggara pemerintahan.

"Ketika kita menyaksikan kezaliman dan kemungkaran di sekitar kita, kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus lawan kezaliman tersebut!" Tegas Nur Achmad

Sudah menjadi rahasia umum, pada Pilkada Boyolali kali ini, aparatur pemerintah, PNS dan aparatur desa yang seharusnya netral dan mengayomi semua pihak justru memihak kepada salah satu pasangan calon dan melakukan aktif kampanye, intimidasi dan pemaksaan agar memilih calon yang didukungnya.

Lebih lanjut, Nur Achmad menjelaskan bahwa aksi relawan hari ini dilaksanakan serempak di Cepogo, Selo, Juwangi, Sambi dan Ngemplak. 

"Aksi hari ini dilaksanakan di tiga tempat yang saya sebut SEGITIGA EMAS dengan melibatkan kurang lebih 500 relawan" Nur Achmad menjelaskan. "Karena dilakukan di ujung-ujung wilayah Kabupaten Boyolali, yakni di ujung barat (Cepogo dan Selo), ujung utara (Juwangi), dan ujung timur (Sambi dan Ngemplak)

"Kami mentargetkan dari aksi terjun ke masyarakat door to door ini, kami dapat menyapa sepuluh ribu warga yang 'tercerahkan' dan mantap memilih pasangan TOTO di pilkada 9 Desember nanti." Nur Achmad menambahkan. (MDH/HSM)

11 Oktober 2015

Pemkab Boyolali Ditantang Beri Sanksi PNS Yang Langgar Netralitas


BOYOLALI – Tim pemenangan calon bupati dan wakil bupati (cabup cawabup) Agus Purmanto-Sugiyarto (Toto) menunggu keseriusan Pj Bupati, Sri Ardiningsih menindaklanjuti rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Boyolali untuk memberikan sanksi kepada jajaran birokrasi yang terbukti tidak netral dalam Pilkada 2015.
“Kami menantang Pj Bupati apakah berani memberikan sanksi kepada PNS yang terbukti tidak netral sesuai rekomendasi dari Panwaslu, atau tidak,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Toto, Rohmat Junaedi, Kamis (8/10/2015).
Seperti diketahui, Panwaslu Boyolali mengirim rekomendasi kepada Pj Bupati Boyolali untuk memberikan sanksi kepada seorang PNS dan kepala desa (kades) yang terbukti melanggar netralitas dalam Pilkada Boyolali 2015.
Mereka adalah Siti Nurul Hidayati, Kasubag TU di UPTB BP3AKB Kecamatan Juwangi dan Wiwik Indriyati, Kepala Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu.  Siti terindikasi terlibat dalam politik praktis dan berperan aktif sebagai MC dalam peresmian posko pemenangan calon bupati dan wakil bupati (cabup cawabup), Seno Samodro-Said Hidayat.
Sementara, rumah Wiwik menjadi posko pemenangan pasangan Seno-Said. Wiwik melanggar Pasal 29 dan 30 UU No.6/2015 tentang Desa.
Jika Pj Bupati tidak mengindahkan rekomendasi dari Panwaslu Boyolali, pihak-pihak yang tidak puas siap melakukan perlawanan secara politis.  “Aturannya kan sudah jelas, rekomendasi juga sudah jelas harus ada sanksi. Sementara kewenangan Pj Bupati adalah mutlak. Kami bisa bawa kasus ini ke jajaran yang lebih atas lagi jika tidak ada tindak lanjut dari Pj Bupati,” imbuh Rohmat.
Penggiat Masyarakat Transparansi Boyolali, Stefanus Tukul, mengapresiasi kinerja Panwaslu Boyolali yang mau menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran pilkada.
“Jadi nanti tentu ada aksi reaksi. Kami akan buat gerakan pelurusan aturan jika sistem hukum tidak dilaksanakan dengan baik. Kami menantang Pj bupati untuk berani memberikan sanksi.”
Pj Bupati, Sri Ardiningsih, mengatakan rekomendasi dari Panwaslu sudah didisposisikan ke Plt. Sekretaris Daerah (Sekda), Sugiyanto, untuk ditindaklanjuti. Soal sanksi, Pj Bupati mengaku belum tahu. Meskipun rekomendasi dan jenis pelanggaran yang disampaikan Panwaslu sudah jelas, Pemkab Boyolali akan mengklarifikasi ulang PNS yang bersangkutan.
“Ya, nanti tetap kami klarifikasi ulang. Sanksinya ya sesuai dengan hasil klarifikasi itu. Kami belum tahu,” kata Sri.
Sesuai ketentuan dalam PP No.53/2010 tentang Disiplin PNS, PNS yang melanggar netralitas dalam pilkada berpotensi diberi sanksi sedang atau berat. Bukan lagi sanksi ringan.
“Ya, untuk jenis sanksi kan ada tingkatannya. Belum ada laporan hasil klarifikasi dari Plt. Sekda,” imbuh dia.

Sumber: solopos.com

10 September 2015

[Pilkada Boyolali] Panwaslu Mulai Proses Dugaan Pelanggaran Netralitas PNS


BOYOLALI – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Boyolali siap memproses tiga dugaan pelanggaran netralitas birokrasi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali 2015.
Panwaslu akan memanggil dan mengklarifikasi pegawai negeri sipil (PNS) dan kepala desa (kades) yang diduga berpihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup cawabup), pada pekan ini.
Tiga dugaan pelanggaran netralitas ini terjadi di wilayah Juwangi, Kemusu, termasuk agenda pamitan haji mantan Bupati Seno Samodro yang banyak dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Informasi yang dihimpun di Panwaslu Boyolali, Rabu (9/9/2015), salah seorang PNS di Kecamatan Juwangi terlibat aktif dalam peresmian posko pemenangan cabup cawabup yang diusung PDIP, Seno Samodro-Said Hidayat.
“Yang bersangkutan adalah anggota staf di Pusat Layanan KB Kecamatan Juwangi. Dia menjadi MC dalam acara peresmian posko Seno-Said. Pada peresmian itu juga dihadiri banyak PNS,” kata Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho.
Sementara di Kemusu, tepatnya di Desa Genengsari, Panwaslu akan memintai klarifikasi Kades Genengsari, Wiwik Indriyati. Pada Selasa malam, acara peresmian posko pemenangan Seno-Said digelar di rumah kades.
“Memang Bu Kades adalah istri anggota DPRD Provinsi Jateng dari PDIP, Sumarji. Tetapi semestinya mereka bisa menyiasati agar acara tersebut tidak melanggar aturan pilkada,” papar dia.
Sementara itu, terkait acara pamitan haji Seno Samodro yang digelar Minggu (6/9/2015), dan diduga sarat muatan politis juga dihadiri puluhan pejabat Pemkab Boyolali. Panwaslu memproses dugaan pelanggaran netralitas PNS pada acara tersebut setelah mendapat laporan dari Koordinator Barisan Merah Putih Boyolali (BMPB), Yusuf.
“Acaranya pamitan haji tapi banyak sekali kejanggalan. Ada pekikan atau yel-yel untuk mendukung pasangan nomor urut 1, dan ada puluhan PNS yang turut hadir, termasuk Pj. Bupati, Sri Ardiningsih,” kata Yusuf.
Panwaslu juga siap menindaklanjuti laporan tersebut. Bahkan sebelumnya, saat acara pamitan haji berlangsung Panwaslu memantau kegiatan tersebut.

Sumber: solopos.com

8 September 2015

[Pilkada Boyolali] Panwaslu Awasi PNS Aktif di Akun Medsos Timses Cabup


Boyolali — Panwaslu Boyolali terus melakukan pengawasan menyusul makin tingginya PNS Pemkab Boyolali yang tidak netral dalam Pilkada 2015 mendatang. Terbukti, dalam sejumlah akun media sosial (Medsos), Panwaslu menemukan banyak PNS yang aktif dalam akun Medsos tim sukses Cabup.
“Banyak sekali yang aktif dalam akun Medsos Cabup-Cawabup, meski itu hanya “like”, tapi itu sudah sebuah pelanggaran dalam hukum Pilkada,” ujar Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, Senin (7/9).
Dijelaskan, Panwaslu selama ini memantau aktivitas akun timses serta pergerakan PNS dalam akun tersebut. Tidak hanya akun yang terdaftar dalam KPUD yang terpantau, namun juga akun-akun timses yang tidak terdaftar. Dijelaskan, larangan PNS aktif dalam akun timses Cabup Cawabup sama halnya dengan larangan menggelar pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, untuk mendukung calon tertentu sesuai diatur dalam PKPU dan UU Pilkada.
“Tapi kenyataanya, banyak sekali akun-akun liar yang tidak terdaftar,” tambahnya.
Panwaslu sendiri dalam hal ini akan menyebar stiker bertuliskan, “Ingat, PNS adalah pelayan masyarakat bukan boneka para penguasa. Ayo awasi pemilihan bupati/walikota serentak di Jawa Tengah Tahun 2015. PNS harus netral”.
Di sisi lain, dari data di KPUD Boyolali, tercatat ada beberapa akun Medsos milik timses Cabup yang didaftarkan. Pasangan yang diusung PDIP, Seno Samodro-Said Hidayat, mendaftarkan tiga akun Facebook yaitu Relawan Pandanaran, Boyolali Tersenyum (Bendera Merah Putih), dan Pendukung Cabup-Cawabup “Seno-Said”.
Sementara, pasangan yang diusung PKS, PKB, dan Gerindra, Agus Purmanto-Sugiyarto, juga mendaftarkan tiga akun yaitu Agus Purmanto dan TOTO BOYOLALI di Facebook dan akun @TOTOBOYOLALI di Twitter.
“Kalau PNS bergabung dalam salah satu akun timses, itu sudah menunjukkan keberpihakannya,” tandas anggota KPUD Boyolali, Ali Fachrudin.
Sumber: timlo.net

28 Agustus 2015

Paparkan Visi & Misi di Paripurna DPRD, "Toto" Usung Birokrasi yang Bersih

Agus Purmanto - Sugiyarto saat paparkan visi misinya di Paripurna DPRD

Boyolali — Kampanye hari pertama (Kamis, 27/8) peserta Pilkada 2015, digelar paparan visi misi paslon dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD kabupaten Boyolali. dalam paparan visi dan misinya di depan sidang paripurna, paslon Agus Purmanto-Sugiyarto (TOTO) menitikberatkan pada penataan birokrasi yang bersih dan berwibawa.
Cabup Agus Purmanto, dalam visi misinya lebih menitik beratkan pada penataan birokrasi yang bersih dan bermartabat. Dimana PNS bisa bekerja tanpa tekanan. Selain itu, Agus berjanji akan menaikan tunjangan penghasilan, dimana untuk pangkat terendah minimal Rp 3 juta. Selain itu, Agus juga akan menaikan tunjangan RT/RW yang saat ini hanya Rp 200 ribu menjadi Rp 2-3 Juta rupiah.
“Pajak PBB yang begitu tinggi dan menjerat masyarakat akan kita turunkan,” imbuhnya.
Secara umum, Cabup Agus Purmanto dalam paparannya untuk mewujudkan visinya menjadikan Boyolali yang bersih dan bermartabat, menetapkan 6 langkah kerja, yaitu:
1. Pemberantasan Korupsi
2. Reformasi Birokrasi
3. Pembangunan Infrastruktur
4. Peningkatan Pelayanan Masyarakat
5. Penguatan Pemerintahan
6. Perluasan Lapangan Kerja


Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto menegaskan, agenda rapat paripurna istimewa ini sebagai wakil rakyat hanya mendengarkan paparan visi misi masing-masing Paslon. Sehingga, tidak ada agenda tanya jawab maupun mengupas visi misi Paslon.
“Nantinya dari paparan ini akan bisa disampaikan anggota dewan ke masyarakat,” ujarnya.

27 Agustus 2015

Ingat, Ini Nomor Urut Kader PKS yang Maju Pilkada Jateng

Hamid Noor Yasin

Semarang, PKS Boyolali Online – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah di Jawa Tengah telah menyelesaikan tahapan pengambilan nomor urut pasangan calon (paslon) kepala daerah. Dari empat kader PKS Jawa Tengah yang resmi maju sebagai calon kepala daerah, masing-masing sudah menyelesaikan dan sudah menerima nomor urut .
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sendiri telah memastikan mengusung empat kader terbaiknya di empat Pilkada di Jateng, yakni di Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonogiri.
 Untuk di Kota Semarang, calon dari PKS yang berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Soemarmo-Zuber Safawi yang mendapatkan nomor urut 1. Sementara untuk Pilwalkot Surakarta, PKS yang mengusung kader terbaiknya Muhammad Fajri mendampingi Anung Indro Susanto mendapatkan nomor urut 1.
Sementara untuk di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen, calon PKS yang diusung, yakni Dedy Endriyatno mendampingi calon Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendapatkan nomor urut 3 di Pilkada 9 Desember mendatang.
Sedangkan di Kabupaten Wonogiri, PKS yang akan bertarung head to head dan mengusung mantan anggota DPR RI Hamid Noor Yasin sebagai cabup mendapatkan nomor urut 1.
Ingat nomornya dan terus dukung perjuangan para kader PKS untuk berkhidmat kepada masyarakat.
( Ped )

25 Agustus 2015

Dapat Nomor Urut 2, Pasangan "TOTO" Optimis Menang


Boyolali, PKS Boyolali Online - Pasangan Cabup/Cawabup Agus Purmanto - Sugiyarto yang diusung oleh Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) ditetapkan sebagai kandidat dengan nomor urut 2 berdasarkan undian yang diselenggarakan oleh KPUD Boyolali, Selasa (25/8) di Gedung pertemuan Semar Resto Boyolali.

Cabup Agus Purmanto, mengakui nomor urut 2 dianggap sebagai angka pemenangan keduanya. Pasalnya, saat mendampingi Seno Samudro, sebagai Cawabup dalam Pilkada 2010 juga mendapatkan nomor urut 2.  “Ini saya anggap pemenangan saya yang kedua, saya bersyukur saja,” ujarnya didampingi Cawabup Sugiyarto.
Sementara itu terkait target perolehan suara, Agus mengakui pihaknya tidak mengusung target perolehan suara. Pihaknya yakin dengan mengusung visi misi Boyolali yang bersih, berwibawa, merdeka lahir dan batin, akan memperoleh simpati dari masyarakat.
“Kita akan lebih kedepankan strategi kampaye dialogis, pendekatan ke masyarakat dari hati ke hati,” tandasnya.
Mendapat nomor urut 2 membuat ratusan pendukung yang mengiringi pasangan "TOTO" tampak gembira dan mengekspresikannya dengan meneriakkan yel-yel kemenangan pasangan "TOTO". Sebagian ada yang spontan meneriakkan salam 2 jari sebagaimana salam pada pilpres tahun lalu.
Sebelumnya dikabarkan bahwa berdasarkan hasil pleno pada Senin (24/8), KPUD Boyolali menetapkan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam pilkada Boyolali 2015, yaitu pasangan Agus Purmanto - Sugiyarto dan pasangan Seno samodro - Said Hidayat. (HSM)

13 Agustus 2015

Panwaslu: Soal PKB, KPU Tak Langgar PKPU


BOYOLALI - Dugaan pelanggaran Peraturan KPU (PKPU) No.12 Tahun 2015 tentang Pencalonan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, yang dilayangkan mantan Ketua PKB Boyolali, Muhajirin, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali, mental.
Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) yang mengkaji laporan dugaan pelanggaran tersebut menilai langkah KPU menerima pengusulan pasangan Agus Purmanto-Sugiyarto oleh Ketua PKB Boyolali Chamim Irfani sudah benar.
“Langkah KPU sudah sesuai dengan PKPU No.12 Tahun 2015,” kata Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, Senin (10/8/2015).
Panwaslu sudah mengkaji persoalan tersebut dan sudah mempelajari AD/ART PKB. “Chamim Irfani juga sah mengusung pasangan calon,” kata dia. Di satu sisi, Panwaslu merasa tidak punya kewenangan untuk mencampuri urusan internal PKB. “Yang kami telaah adalah proses pengusungan calon bupati oleh PKB ke KPU, semuanya sudah sesuai prosedur,” imbuh Narko.
Sebelumnya, Muhajirin mengancam akan membawa kasus ini sampai ranah gugatan. Dia ingin menggugat KPU karena KPU dianggap melanggar PKPU No.12 Tahun 2015 khususnya pasal 34 dan 37 karena telah menerima pengusulan pasangan calon bupati Agus Purmanto-Sugiyarto oleh Ketua PKB yang baru saja disahkan 25  Juli, Chamim Irfani.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, Andi Murji Machfud, menyatakan siap mendampingi KPU jika suatu saat ini KPU benar-benar digugat oleh salah satu partai peserta pilkada yaitu PKB. “Sejak mencuatkan persoalan PKB itu kami langsung bergerak cepat dan aktif berkoordinasi dengan KPU. Kami sudah teken kesepakatan kerja sama dengan KPU jika suatu saat nanti KPU digugat oleh peserta pilkada, KPU bisa meminta pendampingan hukum atau pengacara dari kami,” kata Andi.
Sumber: solopos.com

30 Juli 2015

13 ‘Jagoan’ PKS di Pilkada Jateng


SEMARANG (29/7) – Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah menyatakan dari 21 Kabupaten/Kota, ada 57 bakal pasangan calon bupati dan wali kota yang mendaftar pemilihan kepala daerah. PKS pun turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang akan digelar serempak pada 9 Desember mendatang melalui 13 pasang calon yang diusungnya di Pilkada Jawa Tengah (Jateng).
Berikut ini daftar pasangan calon yang diusung PKS pada pilkada Jawa Tengah tersebut:
Purbalingga, pasangan Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi yang diusung PKS, PDIP, Gerindra, PAN, dan NasDem.
Kota Semarang, pasangan Soemarmo-Zuber Safawi yang diusung PKS dan PKB.
Kabupaten Kebumen, pasangan Khayub Mohammad Lutfi-Akhmad Bakrun yang diusung PKS, Golkar, dan NasDem.
Kabupaten Semarang, pasangan Nur Jatmiko-Mas'ud Ridwan yang diusung PKS, PKB, Golkar, dan Hanura. 

Kabupaten Wonosobo,  pasangan Eko Purnomo-Agus Subagyo yang diusung PKS, Hanura, Golkar, dan PPP.
Kabupaten Boyolali, pasangan Agus Purmanto-Sugiarto yang diusung PKS, Gerindra, dan PKB.
Kabupaten Klaten, pasangan Suhardjanto-Sunardi yang diusung PKS, Gerindra, dan Hanura.
Kabupaten Wonogiri, pasangan Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha yang diusung PKS, PAN, Gerindra, dan Demokrat.

Kabupaten Sragen, pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno yang diusung PKS dan Gerindra. 

Kabupaten Rembang, pasangan Sunarto-Kuntum Khairu Basa yang diusung PKS dan Demokrat.

Kabupaten Kendal, pasangan Mirna Annisa-Masrur Masykur yang diusung PKS, Hanura, dan Gerindra.

Kabupaten Pemalang, pasangan Mukti Agung Wibowo-Afifudin yang diusung PKS, PAN, dan Hanura.
Kota Surakarta,  pasangan Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri yang diusung PKS, Demokrat, Gerindra, dan PAN.

* Keterangan foto: H. Agus Purmanto, SH, MSi dan H. Sugiyarto, S.Sos merupakan Calon Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Boyolali dalam Pilkada 2015

28 Juli 2015

Diiringi Parpol Pendukungnya, Agus Purmanto-Sugiyarto Daftar ke KPU


Boyolali - Calon Bupati dan Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto - Sugiyarto (Toto) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Boyolali, Senin (27/7) sore. Mereka adalah pasangan yang diusung oleh Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) yang terdiri atas Gerindra, PKS, Golkar, PKB, PAN dan Demokrat.

Rombongan parpol pengusung berangkat terlebih dahulu dari rumah Cabup Agus Purmanto dan tiba di KPUD pukul 15.55 WIB dan langsung disambut oleh Komisioner KPU. Sementara rombongan paslon datang setelahnya.

Sempat ada sedikit permasalahan pada saat pendaftaran karena mepetnya kedatangan rombongan padahal batas akhir pendaftaran pada hari tersebut adalah pukul 16.00 WIB. Selain itu, ada beberapa berkas administratif yang belum lengkap. Namun beberapa permasalahan tersebut sudah clear dan proses pendaftaran calon dapat diselesaikan pada hari itu juga.

Sebagaimana diketahui, pasangan Toto diusung oleh 4 partai yaitu Partai Gerindra 4 kursi, PKS 4 kursi, PKB 2 kursi, dan Partai Golkar 6 kursi sehingga total 16 kursi. Hanya saja untuk Partai Golkar, KPU masih menunggu rekomendasi dari Partai Golkar Kubu Agung Laksono. Pasalnya, rekomendasi yang diberikan Partai Golkar baru dari kubu Abu Rizal Bakrie. Namun secara legal formal, paslon Toto sudah memenuhi syarat pendaftaran berupa perolehan dukungan lebih dari 9 kursi. Sementara untuk PAN dan Demokrat merupakan partai pendukung. (HSM)


23 Juli 2015

[Pilkada Boyolali] PPDI Kabupaten Boyolali Nyatakan 100% Dukung Agus-Toto


BOYOLALI - Konstelasi politik jelang Pilkada Boyolali 2015 semakin dinamis. Dukung mendukung pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada oleh elemen masyarakat sudah mulai terlihat. Kali ini dukungan datang dari Persatuan Perangkat Desa (PPDI) Kabupaten Boyolali yang sepakat satukan suara mendukung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabub-cawabup) Boyolali Agus Purmanto-Sugiyarto (Toto). Kesepakatan itu disampaikan dalam acara halal bihalal di kediaman Agus Purmanto, Rabu (22/7/2015) siang.
Acara halal bihalal tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah partai pendukung Koalisi Boyolali Bangkit (KBB), yakni para Ketua DPC Golkar, PKS, Gerindra, PKB, dan PAN.
Bersama dengan puluhan perangkat desa perwakilan dari 19 kecamatan se-Kabupaten Boyolali, PPDI Kabupaten Boyolali menyatakan 100% memberikan dukungan untuk pasangan cabup-cawabub Agus-Toto.
Ketua PPDI Kabupaten Boyolali, Budi Kristianto, mengatakan pada dasarnya semenjak dua tahun lalu PPDI Kabupaten Boyolali telah berkomitmen mendukung Agus Purmanto untuk maju sebagai calon Bupati Boyolali. Budi Kristianto mengaku optimistis pasangan Agus-Toto dapat memenangkan pilkada Boyolali 2015.
“Intinya teman-reman PPDI Kabupaten Boyolali sudah jauh hari menyepakati bersama. Dalam kesempatan halal bihalal ini sekaligus sebagai kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan harapan teman-teman, bahwa kami ingin ada perubahan signifikan di Boyolali, salah satunya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan perangkat desa, terutama di daerah Boyolali bagian utara,” kata dia.
Sementara itu, cabup Agus Purmanto, dalam kesempatan tersebut mengatakan seperti yang telah dijanjikan dalam ulang tahun PPDI dua tahun lalu, dia berjanji akan menjunjung komitmennya untuk mensejahterakan masyarakat dan perangkat desa.
“Yang penting bagi saya niat ingsun mbangun Boyolali. Mampu untuk hadir di sini saja sudah merupakan suatu keberanian. Mudah-mudahan PPDI Boyolali dapat bersama menggelorakan, ngayemi dan ngayomi Boyolali,” tutur dia.
Dia menambahkan beberapa alasan memilih Toto sebagai cawabup. Dia menilai Toto merupakan sosok yang paling pas. Terlebih jika memandang letak geografis. Dia memandang perpaduan antara dirinya dan Toto merupakan formulasi yang pas, mengingat Toto yang sebelumnya berpengalaman sebagai carik di Ketitang sudah pasti berpengalaman dan lebih paham dengan penanganan isu-isu daerah.
“Isu pembangunan Boyolali, yakni isu ketertinggalan Boyolali utara akan kita hapus, akan kita samakan dengan Boyolali selatan,” imbuh dia.
Sementara itu cawabup Sugiyarto mengatakan siap untuk melangkah dan siap untuk bergerak mengubah Boyolali menjadi lebih baik.
Sumber: solopos.com

22 Juli 2015

[Pilkada Boyolali] KBB Resmi Usung Pasangan Agus Purmanto - Sugiyarto

Agus Purmanto saat serahkan bantuan sembako kepada warga

BOYOLALI — Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) akhirnya resmi menentukan pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali 2015.
Setelah terjadi tarik ulur panjang khususnya dalam penentuan cawabup, pada malam takbiran atau Kamis (16/7/2015) malam, KBB sepakat mengusung Agus Purmanto dan Sugiyarto (pengusaha asal Ketitang Nogosari).
“Insya Allah sudah final. Agus Purmanto-Sugiyarto [Toto]. Siap menata Boyolali menjadi lebih baik,” ujar Ketua Harian KBB, Syaifudin, Jumat (17/7/2015).
Toto siap berhadapan dengan pasangan yang diusung PDIP, Seno Samodro-Said Hidayat serta pasangan independen Cahyo Sumarso-Yakni Anwar.
Syaifudin yakin KBB yang sejak awal dibangun enam partai yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, PKB, dan Partai Golkar, tetap utuh dan solid mengusung Agus-Sugiyarto. Seperti diketahui, di beberapa partai anggota koalisi tengah terjadi perpecahan terkait dukungan kepada calon bupati. Pengurus PAN, Partai Demokrat, dan PKB, ada yang menyatakan tetap bersama KBB dan ada yang mengklaim telah keluar dari KBB dan mengalihkan dukungannya ke pasangan Seno Samodro-Said Hidayat.
“Kami yakin KBB tetap utuh. Saya percaya teman-teman partai di KBB bisa menyelesaikan dinamika di masing-masing partai  sehingga rekomendasi akan diberikan kepada Agus Purmanto dan Sugiyarto,” kata Syaifudin.
Wakil Ketua DPD PAN, Pujiadi, menyampaikan hingga saat ini PAN masih tetap bersama KBB dan siap mengusung Agus Purmanto-Sugiyarto.
Dia tidak menampik beberapa DPC bahkan Ketua DPD PAN Boyolali, Adha Nur Mujtahid, telah menyatakan dukungan kepada pasangan Seno Samodro-Said Hidayat dan merapat ke PDIP. Namun, DPW PAN Jateng telah memberikan rekomendasi cabup kepada Agus Purmanto.
“Rekomendasi DPW diberikan ke Pak Agus dan saat ini rekomendasi itu dibawa ke DPP,” kata Pujiadi, saat ditemui Solopos.com, Minggu (19/7/2015). Kemarin, 12 pengurus DPC PAN bersama pengurus DPW PAN Jateng mengadakan silaturahmi di kediaman Agus Purmanto, di Pulisen, Boyolali Kota.
Agus Purmanto menyatakan keyakinannya bisa maju Pilkada 2015. Jumlah pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada tidak menjadi banyak pertimbangan bagi dirinya, apakah tiga pasang calon atau bahkan harus head to head dengan calon yang diusung PDIP. Dia bahkan siap jika harus head to head dengan Seno-Dayat. Kepastian tiga pasang calon akan diketahui setelah calon independen yang sudah dinyatakan memenuhi syarat maju pilkada, mendaftarkan diri secara resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Agus mengakui telah terjadi tarik ulur yang panjang untuk bisa bergandengan bersama Sugiyarto. “Alhamdulillah saya bisa yakinkan beliau [Sugiyarto] untuk mengubah Boyolali mulai saat ini,” kata Agus.

Sumber: solopos.com

2 Juli 2015

PKS Mantap Usung Lima Kader di Pilkada Jateng


SEMARANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng sudah memantapkan untuk mengusung kadernya di lima daerah. Empat diantaranya diposisi bakal calon (balon) wakil kepala daerah dan satu di posisi balon kepala daerah.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Desk Pilkada PKS Jateng Hadi Santoso kepada wartawan, Rabu (1/7). Menurutnya, sekarang ini bahkan sudah ada satu pasangan hasil koalisi yang diberikan rekomendasi. Mereka yakni pasangan Yuni Sukowati dan Deddy Endriyanto yang akan maju dalam pilkada Sragen.
Yuni merupakan kader dari Partai Gerindera (PG), sedangkan Deddy merupakan kader dari PKS. "Di Sragen tinggal melakukan deklarasi. Satu daerah sudah fix, empat daerah lain juga sudah. Tinggal nunggu rekomendasi saja," ungkap anggota Fraksi PKS Jateng ini.
Empat daerah lain, yakni Wonogiri mengusung Hamid Nur Yasin sebagai balon kepala daerah. Hamid merupakan anggota DPR RI dari PKS. Hamid diyakini memiliki elektabilitas yang tinggi lantaran keaktifannya dalam menjadi anggota legislatif di Komisi VII DPR.
Di Klaten, lanjut Hadi, PKS mengusung kadernya Sudibjo sebagai balon wakil kepala daerah. Untuk Kota Surakarta, PKS mengusung Muhammad Fajri sebagai balon wakil kepala daerah, dan Kota Pekalongan mengangkat Idris Satria.
Diakui Hadi, di 21 daerah yang menggelar pilkada, PKS harus melakukan koalisi sebagai salah satu syarat pemenuhan kursi. "Tak ada satu daerah pun yang bisa maju sendiri. Makanya kita masih terus melakukan komunikasi. Rekomendasi sangat bergantung pada pusat. Kota Semarang termasuk yang masih dalam proses di DPP," tegasnya.
 Menurutnya, tak semua wilayah mengusung dengan partai koalisi di luar PDIP. Ia membeberkan, di beberapa daerah juga ada yang arah komunikasi politiknya akan berkoalisi dengan PDIP. "Kita tetap mengutamakan kondisi di daerah masing-masing yang sangat berbeda," ulasnya.