20 Agustus 2019

Dari Masjid, Anggota Dewan PKS Berikrar Siap Berjuang Bersama dan Untuk Umat

Anggota DPRD terpilih dari PKS (memakai jas hitam) berfoto bersama sejumlah Pengurus PKS Boyolali

Boyolali (19/8) - Sebanyak tiga anggota DPRD Kabupaten Boyolali terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera melakukan ikrar siap berjuang bersama dan untuk umat. Ketiga anggota DPRD tersebut adalah Muslimin (Dapil 1), Hj. Siti Zumrotun (Dapil 4) dan Moh. Basuni (Dapil 5). Ikrar tersebut diucapkan di Halaman Masjid Ageng Boyolali, Senin (19/8) pagi sesaat sebelum dilantik.

Anggota DPRD terpilih dari Dapil 5, Moh Basuni menjelaskan bahwa ikrar ini merupakan bentuk keseriusan dari Anggota DPRD terpilih dari PKS dalam bekerja sebagai anggota legislatif.

"Ikrar ini merupakan wujud keseriusan kami. Bahwa kami senantiasa bersama umat dan rakyat. Bahwa kami serius memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat." Jelas Basuni.

Lebih lanjut, Basuni menjelaskan bahwa pada periode ini dirinya terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan umat. Karena kami lahir dan dibesarkan oleh umat, sudah seharusnyalah kami memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat. Untuk itu, kami mohon doa, dukungan, masukan dan nasihatnya untuk terus dapat memberikan kontribusi demi Kabupaten Boyolali yang lebih berkembang, maju dan bermartabat." Pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD terpilih dari Dapil 1, Muslimin menyatakan kesiapan dirinya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Boyolali begitu dirinya dilantik.

"Bismillah kami siap mendengarkan dan menyerap aspirasi umat dan masyarakat untuk Boyolali lebih baik." Tandasnya.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad memberikan apresiasi atas ikrar yang diucapkan ketiga Anggota DPRD terpilih dan optimis ketiganya dapat bekerja maksimal sesuai dengan arahan dari partai.

"Sebelum dilantik, anggota DPRD terpilih telah kita berikan pembekalan agar mereka bisa bekerja secara profesional menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, advokasi dan diplomasi." Jelas Nur Achmad.

Lebih lanjut, Nur Achmad juga menjelaskan bahwa Anggota DPRD terpilih telah menandatangani pakta integritas sehingga diharapkan mereka dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Usai mengucapkan ikrar, ketiga Anggota DPRD terpilih tersebut kemudian menuju Gedung DPRD Boyolali untuk mengikuti prosesi pelantikan bersama anggota DPRD terpilih lainnya. [HSM]

14 Agustus 2019

Anggota DPRD Boyolali Ditetapkan, PKS Raih 3 Kursi


Boyolali -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali akhirnya menetapkan perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali pada Sabtu (10/8/2019) di Front One Hotel Boyolali. 
Penetapan dilakukan setelah mengalami beberapa kali penundaan karena masih menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Diputuskan dalam agenda Rapat Pleno Terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Boyolali pada Pemilu 2019.
Diterangkan lebih lanjut, DPRD Boyolali terdapat 45 kursi yang diperebutkan para calon legislatif pada Pemilu beberapa waktu yang lalu. Dari jumlah tersebut pembagian masing-masing daerah pemilihan (Dapil) I sejumlah 11 kursi, Dapil II sebanyak 6 kursi dan Dapil III ada 8 kursi. Kemudian Dapil IV maupun Dapil V sejumlah masing-masing 10 kursi.
"Jumlah akhir perolehan kursi untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan 2 kursi, Partai Gerindra mendapatkan 1 kursi dan PDI Perjuangan sebanyak 35 kursi. Kemudian Partai Golkar mendapatkan 4 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 3 kursi. Jadi total semua 45 kursi," kata ketua KPU, Ali Fahrudin.
Disinggung mengenai tanggal pelantikan ditanggapi bahwa menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah.
"Tanggal pelantikan itu menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah tapi semoga sebelum AMJ [Akhir Masa Jabatan] anggota DPRD Boyolali pada 19 Agustus 2019," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Boyolali Nur Achmad menanggapi positif atas ditetapkannya perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali.
"Kami akan memastikan bahwa Anggota DPRD dari PKS akan langsung bekerja usai dilantik." tandasnya.

6 Agustus 2019

KH Maimoen Wafat, Habib Salim Sebut Umat Kehilangan Ulama Kharismatik


Jakarta -- Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Ulama kharismatik bangsa KH Maimun Zubair wafat saat tengah menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al Jufri merasakan kesedihan yg mendalam atas wafatnya Almarhum. Menurut Habib Salim, wafatnya seorang ulama adalah kehilangan yang amat besar bagi umat dan bangsa Indonesia.
"Innalillahi wa innailaihi raajiun, KH Maimun Zubair adalah ulama besar yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk umat dan bangsa. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga firdaus," papar Habib Salim di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Menurut Habib Salim, wafatnya seorang alim seperti KH Maimun Zubair adalah kesedihan yang amat mendalam. Sebab umat turut kehilangan untuk mengambil ilmu dan hikmah yang Mbah Maimoen miliki semasa hidup.
"Semoga pahala terus mengalir kepada KH Maimun Zubair lewat ilmu yang diajarkan di pesantren, lewat santri, anak keturunan beliau yang Alhamdulillah saleh salehah dan atas segala sumbangsih beliau bagi umat dan bangsa ini. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal baik beliau ,” papar dia.

5 Agustus 2019

Kisah Lucu Ismail 'Caleg Tanpa Baliho': Kerap Dikira Timses

Ismail Bachtiar saat mengikuti pembekalan nasional caleg terpilih PKS di Jakarta

Jakarta (5/8) - Namanya Ismail Bachtiar. Anak muda 27 tahun ini adalah anggota legislatif terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel)  dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ismail sempat viral karena terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tanpa modal baliho dan spanduk. Dirinya mengandalkan 'agen kebaikan' yakni anak-anak muda yang menggerakkan berbagai program sosialnya. 
Ternyata selama kampanye, Ismail, begitu ia disapa, memiliki beberapa pengalaman tak terlupakan dan patut dibagikan kisahnya.
Ceritanya ia mendatangi warga di sebuah daerah pemilihan. Ketika ingin memperkenalkan diri, respons dari warga dia sempat membuatnya tergelak dan menggelikan.
"Saya dikira timses, sementara timses saya dikira calegnya ha-ha-ha," kata Ismail seraya terbahak, mengingat postur tubuhnya yang baby face mungkin itu penyebabnya. Ia mengatakan saat ditemui di sela Bimbingan Teknis dan Pembekalan Nasional bagi calon anggota DPRD Provinsi se-Indonesia dan DPR RI periode 2019-2024 di Hotel Mercure Jakarta, Senin (5/8/2019).
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman yang agak pahit. Kejadiannya ketika mendatangi warga dapil di tempat yang berbeda.
"Dilarang oleh kepala desanya buat masuk. Alasannya katanya mereka dapat teguran dari siapa gitu," kata dia. Ia pun tak terlalu menanggapi dengan serius dan melanjutkan ke daerah lainnya.
Di parlemen ia menginginkan eksistensi anak muda di mana karyanya tak terakomodir dengan baik oleh pemerintah khususnya yang dari daerah.
"Basis saya adalah pendidikan dan pendidikan harus jadi napas dalam pemerintahan serta kebijakan-kebijakan harus banyak yang pro ke masyarakat," katanya.
Dengan pengalaman yang menggelikan, agak pahit dan tujuan mulia di parlemen, maka tak ayal jika ia memperoleh raihan kursi yang layak yakni sekira 15.800 suara.

Habib Salim Segaf Al Jufrie: Anggota Dewan PKS Tidak Boleh Tinggalkan Umat

Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufrie saat memberikan arahan dalam pembekalan nasional aleg terpilih PKS

Jakarta (05/08) -- Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri meminta kepada seluruh Calon Anggota Legislatif PKS terpilih untuk memberikan khidmat terbaiknya kepada umat sebagai salah satu bentuk syukur atas kemenangan yang diperoleh PKS pada Pemilihan Legislatif 2019.
"Kemenangan yang kita peroleh, harus kita syukuri. InsyaAllah, Allah akan berikan kemenangan yang berkah. Salah satu cara untuk mensyukuri kemenangan ini tetap lakukan khidmat kepada umat. Datangi tokoh-tokoh, berbuat baik kepada masyarakat," kata Habib Salim di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Habib Salim menyampaikan, bahwa kemenangan yang diperoleh oleh PKS pada Pileg 2019 tidak lepas dari ridha Allah atas perjuangan yang dilakukan oleh kader-kader PKS. Sehingga, Habib Salim meminta agar seluruh Caleg PKS terpilih tetap menjaga hubungan baik dengan Allah.
"Untuk membesarkan dan memenangkan partai ini tidak mudah. Kita lihat pada masa reformasi, terdapat 28 partai. Kini partai-partai tersebut tumbang dan hanya bertahan beberapa. Alhamdulillah kita masih eksis hingga saat ini, bukan karena hebatnya kita, tapi karena Allah yang tetap membuat kita eksis," lanjut Habib Salim.
Sebagai perwajahan partai dan perwakilan rakyat, Habib Salim juga meminta agar Caleg PKS terpilih tetap menjadikan rakyat sebagai perjuangan mereka.
"Umat menanti kehadiran kalian, mereka menanti PKS, partai harapan umat, mari jadikan unat sebagai perjuangan kita. Segala sesuatu dimulai dari mimpi dan cita-cita bukan khayalan," tutup Habib Salim.

PKS Pastikan Anggota Legislatif Terpilih Langsung Bekerja Usai Dilantik

Ketua Bid. Humas DPP PKS, Ledia Hanifa saat mengikuti pembekalan nasional aleg terpilih di Hotel Mercure Jakarta

JAKARTA (5/8) -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Bimbingan Teknis dan Pembekalan Nasional bagi calon anggota DPRD Provinsi se-Indonesia dan DPR RI periode 2019-2024.
Ketua DPP PKS Bidang Humas Ledia Hanifa mengatakan, pembekalan Caleg PKS terpilih diikuti 52 Caleg PKS untuk DPR RI dan 197 Caleg PKS untuk DPRD Provinsi se-Indonesia.
"Sebelum pembekalan di level DPRD Provinsi dan DPR RI, setiap wilayah sudah mengadakan pembekalan untuk Caleg PKS terpilih di level kabupaten/kota. Sehingga kami pastikan, begitu dilantik seluruh Aleg PKS di semua jenjang akan langsung bekerja," ungkap dia di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Ledia mengatakan, pembekalan diberikan agar para Caleg PKS terpilih bisa secara profesional menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, advokasi dan diplomasi.
"Para aleg PKS adalah etalase partai, mereka adalah representasi kebijakan partai untuk masyarakat bukan hanya di Daerah Pemilihan tapi di seluruh wilayah sesuai cakupan kerja," papar Ledia.
Dalam Pembekalan nantinya, para Caleg terpilih PKS akan menandatangani pakta integritas disaksikan oleh Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Aljufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.
"Beberapa poin dari pakta integritas adalah Aleg PKS wajib mencegah dan menjauhi tindakan KKN dan pelanggaran hukum lain, juga wajib memperjuangkan janji kampanye baik dari partai maupun janji pribadi," kata Caleg PKS DPR RI terpilih untuk Daerah Pemilihan Kota Bandung dan Cimahi ini.
Ledia juga menyebutkan, kantor Fraksi PKS di seluruh level harus menjadi rumah rakyat dalam menyampaikan segala bentuk aspirasi dari bawah.
"Fraksi PKS sudah menginisiasi Hari Aspirasi dan seterusnya kantor Fraksi PKS dan kantor Struktur PKS harus menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat," papar salah satu dari 8 Perempuan Caleg PKS DPR RI yang terpilih.
Ledia mengutarakan, pada pembekalan kali ini juga akan diisi narasumber seperti Kapolri, Panglima TNI, Ketua KPK dan Pakar Hukum Tata Negara.

4 Agustus 2019

Sohibul Iman: PKS Kompatibel dengan Keindonesiaan

Presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman

Semarang (02/08) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyebut partainya adalah salah satu entitas bangsa dan Negara Indonesia yang lahir di masa modernitas yakni pada tahun 1999. Atas hal itu, PKS kompatibel dengan keindonesiaan  dan modernitas.Atas hal itu, dia mengaakan PKS tidak akan gagap dengan keindonesiaan dan kemodernan.
“PKS tidak lahir dari ruang hampa, PKS lahir dari rahim reformasi di era modern yakni tahun 1999, oleh karenanya PKS itu kompatibel dengan keindonesiaan dan kemodernan,”katanya saat memberikan sambutan dalam pembekalan Caleg terpilih PKS yang digelar pada Jumat (2/8/2019) di Hotal Grasia Kota Semarang.
Karena lahir di era kemodernan atau modernitas, dia mengharapkan para anggota legislatif (Aleg) PKS di parlemen tidak hanya fasih membicarakan tentang keislaman saja. “Tetapi juga hal-hal yang kekinian dan modern terutama yang menyangkut kepentingan hidup rakyat banyak,”ujar mantan Rektor Universitas Paramadina ini.
Lebih lanjut, Sohibul juga meminta para Caleg terpilih tersebut menjelaskan idieologi sekaligus mentransformasi tujuan PKS berbangsa dan bernegara. "Caleg PKS terpilih hendaknya menjadi duta kebaikan bagi bangsa dan duta PKS untuk mentransformasi tujuan PKS untuk kesejahteraan bangsa dan negara, juga menjelaskan Idiologi PKS ke masyarakat,"ungkapnya lagi.
Sehingga, kata dia lagi, aleg PKS sebagai etalase PKS perlu dan penting memahami dengan benar dan paham tentang visi PKS."Aleg PKS sebagai etalase PKS. Untuk itu setiap aleg perlu memahami dengan benar dan paham, tentang visi PKS, agar bisa dipahami publik,"papar dia.
Sebagai informasi, DPW PKS Jateng  menggembleng sebanyak 120 Caleg terpilih dari PKS di 35 Kabupaten/Kota dan 10 Caleg terpilih tingkat Provinsi tentang ideologi pancasila melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.
Agenda tersebut terangkum dalam acara bertajuk pembekalan Caleg terpilih periode 2019-2024 yang digelar pada Jumat (1/8/2019) hingga Sabtu (3/8/2019) di Hotal Grasia, Kota Semarang.
Sejumlah pembicara yang merupakan pakar di bidang pemahaman ideologi dan empat pilar kebangsaan menjadi pemateri dalam acara tersebut, diantaranya Pangdam IV/DIponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan Wadir Intelkam Polda Jateng AKBP Iskandar ZA.

Sohibul Iman: Aleg PKS Harus Jadi Duta Kebaikan Bagi Bangsa dan Negara

Presiden PKS Moham Sohibul Iman

SEMARANG -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Mohammad Sohibul Iman berharap para Calon Anggota Legislatif (Caleg) terpilih PKS selalu menjadi duta kebaikan bagi bangsa dan negara.
"Caleg PKS hendaknya menjadi duta kebaikan bagi bangsa dan negara yang kita cintai,"katanya saat menjadi keynote speaker dalam pembekalan Caleg terpilih PKS yang digelar pada Jumat (2/8/2019) di Hotal Grasia Kota Semarang.
Lebih lanjut, Sohibul juga meminta para Caleg terpilih tersebut menjelaskan idieologi sekaligus mentransformasi tujuan PKS berbangsa dan bernegara. 
"Caleg PKS terpilih hendaknya menjadi duta kebaikan bagi bangsa dan duta PKS untuk mentransformasi tujuan pks untuk kesejahteraan bangsa dan negara, juga menjelaskan Idiologi PKS ke masyarakat,"ungkapnya lagi.
Sehingga, kata dia lagi, aleg PKS sebagai etalase PKS perlu dan penting memahami dengan benar dan paham tentang visi PKS."Aleg PKS sebagai etalase PKS. Untuk itu setiap aleg perlu memahami dengan benar dan paham, tentang visi pks, agar bisa dipahami publik,"papar dia.
Sebagai informasi, DPW PKS Jateng  menggembleng sebanyak 120 Caleg terpilih dari PKS di 35 Kabupaten/Kota dan 10 Caleg terpilih tingkat Provinsi tentang ideologi pancasila melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.
Agenda tersebut terangkum dalam acara bertajuk pembekalan Caleg terpilih periode 2019-2024 yang digelar pada Jumat (1/8/2019) hingga Sabtu (3/8/2019) di Hotal Grasia, Kota Semarang.
Sejumlah pembicara yang merupakan pakar di bidang pemahaman ideologi dan empat pilar kebangsaan menjadi pemateri dalam acara tersebut, diantaranya Pangdam IV/DIponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan Wadir Intelkam Polda Jateng AKBP Iskandar ZA.

120 Caleg Terpilih PKS se-Jateng Digembleng Melalui Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan


Ketua DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih
SEMARANG (1/8) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggembleng para Calon Anggota Legislatif (Caleg) terpilih periode 2019-2024 tentang ideologi pancasila melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.
Agenda tersebut terangkum dalam acara bertajuk pembekalan Caleg terpilih periode 2019-2024 yang digelar pada Jumat (1/8/2019) hingga Sabtu (3/8/2019) di Hotal Grasia, Kota Semarang.
Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih dalam keterangannya pada Kamis (1/8/2019) di Kota Semarang mengatakan sejumlah pembicara yang merupakan pakar di bidang pemahaman ideologi dan empat pilar kebangsaan akan menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
“Sebanyak 120 Caleg terpilih dari PKS di 35 Kabupaten/Kota dan 10 Caleg terpilih tingkat Provnsi akan digembleng oleh Presiden PKS Bapak M Sohibul Iman, kemudian Bapak Pangdam IV/DIponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan Kepala Kepolisian Daerah Jateng Bapak Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel,”katanya.
Lebih lanjut, Fikri mengungkapkan Pangdam IV/DIponegoro akan mengisi materi dengan tema implementasi empat pilar kebangsaan dalam pemerintahan daerah untuk menjaga NKRI, sedangkan Kapolda Jateng akan mengisi materi antisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD dalam menghadapi “isme” yang membahayakan Ideologi Bangsa.
Fikri mengatakan, para Caleg tersebut perlu diberikan bekal agar siap bekerja dalam melayani masyarakat khususnya di Jateng selama menjabat sebagai anggota DPRD periode 2019-2024.
“Harapannya Aleg PKS dalam kerja kedepan tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara serta berorientasi pada kejayaan NKRI,”pungkas dia.

6 Juni 2019

Pemudik Rasakan Manfaat Posko Mudik PKS Jateng


Semarang -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih mengatakan keberadaan delapan posko mudik PKS Jateng dan lima posko mobil ambulans lebih banyak fokus melayani kebutuhan pemudik, utamanya pemudik yang menggunakan sepeda motor yang melewati jalur konvensional non tol.
Fikri menuturkan para pemudik menggunakan sepeda motor yang melintas di depan posko mudik PKS terbantu dengan adanya posko tersebut. Terlebih di beberapa posko PKS Jateng tersedia layanan pijat gratis hingga kebutuhan pompa angin untuk menambah kapasitas angin sepeda motor pemudik.
Meski posko mudik PKS Jateng tahun ini tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, namun PKS berkomitmen menjaga ukhuwah melalui posko mudik. "Tak hanya berfungsi untuk istirahat. Ada banyak silaturahmi dengan berdirinya posko ini," kata dia dalam keterangannya, Selasa (4/6/2019) di Kota Semarang.
Pengguna jasa posko PKS ini mayoritas memang pemotor. Namun ada juga satu dua pengguna mobil yang memanfaatkan posko ini.
Di posko mudik PKS Kabupaten Semarang, misalnya, pemudik datang yang menggunakan sepeda motor atau mobil. Namun juga dikunjungi oleh pemudik yang menggunakan sepeda.
Pada Senin (3/6/2019) misalnya, seorang pemudik asal Kabupaten Karawang yang hendak menuju ke Wonogiri, singgah di posko mudik PKS Kabupaten Semarang. Pemudik sepeda onthel itu dihidangkan makanan hangat dan tempat untuk beristirahat.
“Tahun 2019 PKS Jateng membuka 8 posko mudik yang tersebar di seluruh Jateng. Posko PKS tersebar di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap,”jelas Fikri.
Selain itu, kata Fikri, PKS Jateng juga menyiagakan lima posko mudik ambulan untuk melayani kebutuhan para pemudik pada Lebaran tahun 2019 yang terletak di Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.
“Keberadaan posko mudik mobil ambulan itu sangat bermanfaat, utamanya jika terjadi kejadian tidak terduga, seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sekitar posko mobil ambulan PKS Kota Semarang,”ungkap dia.
Fikri menuturkan, setiap posko mudik PKS menghabiskan anggaran hingga Rp 12 juta. Angka ini lebih banyak untuk penyediaan fasilitas dan kelengkapan posko semacam bahan bakar dalam jerigen, takjil, menu sahur, dan juga obar-obatan.
"Posko kami bukan sekadar tempat istirahat. Memang kami sediakan takjil buka puasa dan sahur gratis, kids corner (tempat bermain anak), pijat gratis dan layanan kesehatan. Tapi lebih dari itu adalah untuk menjaga ukhuwah antar warga masyarakat," pungkasnya.