12 September 2019

PKS Instruksikan Bendera Setengah Tiang dan Shalat Ghaib untuk BJ Habibie


Jakarta -- Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menginstruksikan kepada seluruh pengurus PKS dari tingkat pusat, wilayah hingga daerah untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai penghormatan atas wafatnya salah satu putera terbaik bangsa Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
"PKS memerintahkan kepada seluruh pengurus PKS dari pusat hingga daerah mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut turut terhitung sejak hari ini," papar Kamal di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Kamal juga meminta seluruh pengurus dan kader PKS di seluruh Indonesia agar melaksanakan Shalat Ghaib mendoakan almarhum B.J Habibie.
Keluarga Besar PKS, papar Kamal, benar-benar merasa kehilangan atas wafatnya BJ Habibie. Sosok Bacharudin Jusuf Habibie bagi PKS adalah sosok pemimpin yang negarawan, yang pikiran dan kebijakannya semata-mata untuk kemasalahatan dan kemajuan bangsanya.
Atas nama keluarga besar PKS, Mustafa Kamal mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya atas wafatnya Presiden RI ke-3 tersebut. "Beliau adalah tokoh bangsa yang layak untuk kita jadikan teladan. Teladan dalam kehidupan. Teladan dalam kepemimpinan. Visi kebangsaannya jauh kedepan melampaui zamannya. Beliau bukan hanya Bapak Teknologi tapi juga Bapak Demokrasi dan Bapak Bangsa Indonesia," tutupnya

4 September 2019

PKS Dan Gerindra Resmi Bergabung Bentuk Fraksi Indonesia Adil Sejahtera DPRD Kabupaten Boyolali

Anggota Fraksi Indonesia Adil Sejahtera DPRD Kabupaten Boyolali berfoto bersama sesaat usai pelantikan

Boyolali(4/9) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra Kabupaten Boyolali resmi bergabung membentuk Fraksi Indonesia Adil Sejahtera DPRD Kabupaten Boyolali. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Boyolali yang digelar pada Hari Rabu (4/9/2019) bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Boyolali.
Fraksi Indonesia Adil Sejahtera beranggotakan empat anggota DPRD dengan komposisi 3 anggota DPRD dari PKS dan 1 anggota DPRD dari Partai Gerindra. Kedua partai tersebut sepakat bergabung karena keduanya tidak dapat membentuk fraksi mandiri.
Rapat paripurna juga menetapkan susunan kepengurusan fraksi dengan Muslimin sebagai ketua fraksi, Watiah sebagai wakil ketua fraksi, Siti Zumrotun sebagai sekretaris fraksi dan Moh. Basuni sebagai anggota.
Saat dikonfirmasi usai penetapan, Muslimin sebagai ketua fraksi menyampaikan harapannya agar usai penetapan fraksi, segera diikuti penetapan pimpinan DPRD dan alat kelengkapan dewan (Alkap) sehingga fungsi-fungsi legislatif bisa segera dijalankan.

"Alhamdulillah hari ini, sidang DPRD pembentukan fraksi, ada 3 fraksi DPRD kabupaten Boyolali yang terbentuk. PKS bekerjasama dengan partai Gerindra membentuk Fraksi Indonesia Adil Sejahtera untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat mewujudkan Boyolali yang nyaman bagi seluruh warga Boyolali." Jelas Muslimin.
Selain menetapkan Fraksi Indonesia Adil Sejahtera, rapat paripurna juga menetapkan Fraksi PDIP dengan Marsono sebagai ketuanya dan Fraksi Karya Bangsa dengan Sarwono sebagai ketuanya. Fraksi Karya Bangsa merupakan fraksi gabungan Partai Golkar dengan PKB. Jadi ada sebanyak tiga fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Boyolali. [HSM]

20 Agustus 2019

Dari Masjid, Anggota Dewan PKS Berikrar Siap Berjuang Bersama dan Untuk Umat

Anggota DPRD terpilih dari PKS (memakai jas hitam) berfoto bersama sejumlah Pengurus PKS Boyolali

Boyolali (19/8) - Sebanyak tiga anggota DPRD Kabupaten Boyolali terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera melakukan ikrar siap berjuang bersama dan untuk umat. Ketiga anggota DPRD tersebut adalah Muslimin (Dapil 1), Hj. Siti Zumrotun (Dapil 4) dan Moh. Basuni (Dapil 5). Ikrar tersebut diucapkan di Halaman Masjid Ageng Boyolali, Senin (19/8) pagi sesaat sebelum dilantik.

Anggota DPRD terpilih dari Dapil 5, Moh Basuni menjelaskan bahwa ikrar ini merupakan bentuk keseriusan dari Anggota DPRD terpilih dari PKS dalam bekerja sebagai anggota legislatif.

"Ikrar ini merupakan wujud keseriusan kami. Bahwa kami senantiasa bersama umat dan rakyat. Bahwa kami serius memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat." Jelas Basuni.

Lebih lanjut, Basuni menjelaskan bahwa pada periode ini dirinya terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan umat. Karena kami lahir dan dibesarkan oleh umat, sudah seharusnyalah kami memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat. Untuk itu, kami mohon doa, dukungan, masukan dan nasihatnya untuk terus dapat memberikan kontribusi demi Kabupaten Boyolali yang lebih berkembang, maju dan bermartabat." Pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD terpilih dari Dapil 1, Muslimin menyatakan kesiapan dirinya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Boyolali begitu dirinya dilantik.

"Bismillah kami siap mendengarkan dan menyerap aspirasi umat dan masyarakat untuk Boyolali lebih baik." Tandasnya.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad memberikan apresiasi atas ikrar yang diucapkan ketiga Anggota DPRD terpilih dan optimis ketiganya dapat bekerja maksimal sesuai dengan arahan dari partai.

"Sebelum dilantik, anggota DPRD terpilih telah kita berikan pembekalan agar mereka bisa bekerja secara profesional menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, advokasi dan diplomasi." Jelas Nur Achmad.

Lebih lanjut, Nur Achmad juga menjelaskan bahwa Anggota DPRD terpilih telah menandatangani pakta integritas sehingga diharapkan mereka dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Usai mengucapkan ikrar, ketiga Anggota DPRD terpilih tersebut kemudian menuju Gedung DPRD Boyolali untuk mengikuti prosesi pelantikan bersama anggota DPRD terpilih lainnya. [HSM]

14 Agustus 2019

Anggota DPRD Boyolali Ditetapkan, PKS Raih 3 Kursi


Boyolali -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali akhirnya menetapkan perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali pada Sabtu (10/8/2019) di Front One Hotel Boyolali. 
Penetapan dilakukan setelah mengalami beberapa kali penundaan karena masih menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Diputuskan dalam agenda Rapat Pleno Terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Boyolali pada Pemilu 2019.
Diterangkan lebih lanjut, DPRD Boyolali terdapat 45 kursi yang diperebutkan para calon legislatif pada Pemilu beberapa waktu yang lalu. Dari jumlah tersebut pembagian masing-masing daerah pemilihan (Dapil) I sejumlah 11 kursi, Dapil II sebanyak 6 kursi dan Dapil III ada 8 kursi. Kemudian Dapil IV maupun Dapil V sejumlah masing-masing 10 kursi.
"Jumlah akhir perolehan kursi untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan 2 kursi, Partai Gerindra mendapatkan 1 kursi dan PDI Perjuangan sebanyak 35 kursi. Kemudian Partai Golkar mendapatkan 4 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 3 kursi. Jadi total semua 45 kursi," kata ketua KPU, Ali Fahrudin.
Disinggung mengenai tanggal pelantikan ditanggapi bahwa menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah.
"Tanggal pelantikan itu menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah tapi semoga sebelum AMJ [Akhir Masa Jabatan] anggota DPRD Boyolali pada 19 Agustus 2019," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Boyolali Nur Achmad menanggapi positif atas ditetapkannya perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali.
"Kami akan memastikan bahwa Anggota DPRD dari PKS akan langsung bekerja usai dilantik." tandasnya.

6 Agustus 2019

KH Maimoen Wafat, Habib Salim Sebut Umat Kehilangan Ulama Kharismatik


Jakarta -- Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Ulama kharismatik bangsa KH Maimun Zubair wafat saat tengah menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al Jufri merasakan kesedihan yg mendalam atas wafatnya Almarhum. Menurut Habib Salim, wafatnya seorang ulama adalah kehilangan yang amat besar bagi umat dan bangsa Indonesia.
"Innalillahi wa innailaihi raajiun, KH Maimun Zubair adalah ulama besar yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk umat dan bangsa. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga firdaus," papar Habib Salim di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Menurut Habib Salim, wafatnya seorang alim seperti KH Maimun Zubair adalah kesedihan yang amat mendalam. Sebab umat turut kehilangan untuk mengambil ilmu dan hikmah yang Mbah Maimoen miliki semasa hidup.
"Semoga pahala terus mengalir kepada KH Maimun Zubair lewat ilmu yang diajarkan di pesantren, lewat santri, anak keturunan beliau yang Alhamdulillah saleh salehah dan atas segala sumbangsih beliau bagi umat dan bangsa ini. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal baik beliau ,” papar dia.