20 Agustus 2019

Dari Masjid, Anggota Dewan PKS Berikrar Siap Berjuang Bersama dan Untuk Umat

Anggota DPRD terpilih dari PKS (memakai jas hitam) berfoto bersama sejumlah Pengurus PKS Boyolali

Boyolali (19/8) - Sebanyak tiga anggota DPRD Kabupaten Boyolali terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera melakukan ikrar siap berjuang bersama dan untuk umat. Ketiga anggota DPRD tersebut adalah Muslimin (Dapil 1), Hj. Siti Zumrotun (Dapil 4) dan Moh. Basuni (Dapil 5). Ikrar tersebut diucapkan di Halaman Masjid Ageng Boyolali, Senin (19/8) pagi sesaat sebelum dilantik.

Anggota DPRD terpilih dari Dapil 5, Moh Basuni menjelaskan bahwa ikrar ini merupakan bentuk keseriusan dari Anggota DPRD terpilih dari PKS dalam bekerja sebagai anggota legislatif.

"Ikrar ini merupakan wujud keseriusan kami. Bahwa kami senantiasa bersama umat dan rakyat. Bahwa kami serius memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat." Jelas Basuni.

Lebih lanjut, Basuni menjelaskan bahwa pada periode ini dirinya terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan umat. Karena kami lahir dan dibesarkan oleh umat, sudah seharusnyalah kami memperjuangkan aspirasi umat dan rakyat. Untuk itu, kami mohon doa, dukungan, masukan dan nasihatnya untuk terus dapat memberikan kontribusi demi Kabupaten Boyolali yang lebih berkembang, maju dan bermartabat." Pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD terpilih dari Dapil 1, Muslimin menyatakan kesiapan dirinya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Boyolali begitu dirinya dilantik.

"Bismillah kami siap mendengarkan dan menyerap aspirasi umat dan masyarakat untuk Boyolali lebih baik." Tandasnya.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad memberikan apresiasi atas ikrar yang diucapkan ketiga Anggota DPRD terpilih dan optimis ketiganya dapat bekerja maksimal sesuai dengan arahan dari partai.

"Sebelum dilantik, anggota DPRD terpilih telah kita berikan pembekalan agar mereka bisa bekerja secara profesional menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, advokasi dan diplomasi." Jelas Nur Achmad.

Lebih lanjut, Nur Achmad juga menjelaskan bahwa Anggota DPRD terpilih telah menandatangani pakta integritas sehingga diharapkan mereka dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Usai mengucapkan ikrar, ketiga Anggota DPRD terpilih tersebut kemudian menuju Gedung DPRD Boyolali untuk mengikuti prosesi pelantikan bersama anggota DPRD terpilih lainnya. [HSM]

14 Agustus 2019

Anggota DPRD Boyolali Ditetapkan, PKS Raih 3 Kursi


Boyolali -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali akhirnya menetapkan perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali pada Sabtu (10/8/2019) di Front One Hotel Boyolali. 
Penetapan dilakukan setelah mengalami beberapa kali penundaan karena masih menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Diputuskan dalam agenda Rapat Pleno Terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Boyolali pada Pemilu 2019.
Diterangkan lebih lanjut, DPRD Boyolali terdapat 45 kursi yang diperebutkan para calon legislatif pada Pemilu beberapa waktu yang lalu. Dari jumlah tersebut pembagian masing-masing daerah pemilihan (Dapil) I sejumlah 11 kursi, Dapil II sebanyak 6 kursi dan Dapil III ada 8 kursi. Kemudian Dapil IV maupun Dapil V sejumlah masing-masing 10 kursi.
"Jumlah akhir perolehan kursi untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan 2 kursi, Partai Gerindra mendapatkan 1 kursi dan PDI Perjuangan sebanyak 35 kursi. Kemudian Partai Golkar mendapatkan 4 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 3 kursi. Jadi total semua 45 kursi," kata ketua KPU, Ali Fahrudin.
Disinggung mengenai tanggal pelantikan ditanggapi bahwa menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah.
"Tanggal pelantikan itu menjadi kewenangan Gubernur Jawa Tengah tapi semoga sebelum AMJ [Akhir Masa Jabatan] anggota DPRD Boyolali pada 19 Agustus 2019," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Boyolali Nur Achmad menanggapi positif atas ditetapkannya perolehan suara partai politik dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali.
"Kami akan memastikan bahwa Anggota DPRD dari PKS akan langsung bekerja usai dilantik." tandasnya.

6 Agustus 2019

KH Maimoen Wafat, Habib Salim Sebut Umat Kehilangan Ulama Kharismatik


Jakarta -- Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Ulama kharismatik bangsa KH Maimun Zubair wafat saat tengah menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al Jufri merasakan kesedihan yg mendalam atas wafatnya Almarhum. Menurut Habib Salim, wafatnya seorang ulama adalah kehilangan yang amat besar bagi umat dan bangsa Indonesia.
"Innalillahi wa innailaihi raajiun, KH Maimun Zubair adalah ulama besar yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk umat dan bangsa. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga firdaus," papar Habib Salim di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Menurut Habib Salim, wafatnya seorang alim seperti KH Maimun Zubair adalah kesedihan yang amat mendalam. Sebab umat turut kehilangan untuk mengambil ilmu dan hikmah yang Mbah Maimoen miliki semasa hidup.
"Semoga pahala terus mengalir kepada KH Maimun Zubair lewat ilmu yang diajarkan di pesantren, lewat santri, anak keturunan beliau yang Alhamdulillah saleh salehah dan atas segala sumbangsih beliau bagi umat dan bangsa ini. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal baik beliau ,” papar dia.

5 Agustus 2019

Kisah Lucu Ismail 'Caleg Tanpa Baliho': Kerap Dikira Timses

Ismail Bachtiar saat mengikuti pembekalan nasional caleg terpilih PKS di Jakarta

Jakarta (5/8) - Namanya Ismail Bachtiar. Anak muda 27 tahun ini adalah anggota legislatif terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel)  dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ismail sempat viral karena terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tanpa modal baliho dan spanduk. Dirinya mengandalkan 'agen kebaikan' yakni anak-anak muda yang menggerakkan berbagai program sosialnya. 
Ternyata selama kampanye, Ismail, begitu ia disapa, memiliki beberapa pengalaman tak terlupakan dan patut dibagikan kisahnya.
Ceritanya ia mendatangi warga di sebuah daerah pemilihan. Ketika ingin memperkenalkan diri, respons dari warga dia sempat membuatnya tergelak dan menggelikan.
"Saya dikira timses, sementara timses saya dikira calegnya ha-ha-ha," kata Ismail seraya terbahak, mengingat postur tubuhnya yang baby face mungkin itu penyebabnya. Ia mengatakan saat ditemui di sela Bimbingan Teknis dan Pembekalan Nasional bagi calon anggota DPRD Provinsi se-Indonesia dan DPR RI periode 2019-2024 di Hotel Mercure Jakarta, Senin (5/8/2019).
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman yang agak pahit. Kejadiannya ketika mendatangi warga dapil di tempat yang berbeda.
"Dilarang oleh kepala desanya buat masuk. Alasannya katanya mereka dapat teguran dari siapa gitu," kata dia. Ia pun tak terlalu menanggapi dengan serius dan melanjutkan ke daerah lainnya.
Di parlemen ia menginginkan eksistensi anak muda di mana karyanya tak terakomodir dengan baik oleh pemerintah khususnya yang dari daerah.
"Basis saya adalah pendidikan dan pendidikan harus jadi napas dalam pemerintahan serta kebijakan-kebijakan harus banyak yang pro ke masyarakat," katanya.
Dengan pengalaman yang menggelikan, agak pahit dan tujuan mulia di parlemen, maka tak ayal jika ia memperoleh raihan kursi yang layak yakni sekira 15.800 suara.

Habib Salim Segaf Al Jufrie: Anggota Dewan PKS Tidak Boleh Tinggalkan Umat

Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufrie saat memberikan arahan dalam pembekalan nasional aleg terpilih PKS

Jakarta (05/08) -- Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri meminta kepada seluruh Calon Anggota Legislatif PKS terpilih untuk memberikan khidmat terbaiknya kepada umat sebagai salah satu bentuk syukur atas kemenangan yang diperoleh PKS pada Pemilihan Legislatif 2019.
"Kemenangan yang kita peroleh, harus kita syukuri. InsyaAllah, Allah akan berikan kemenangan yang berkah. Salah satu cara untuk mensyukuri kemenangan ini tetap lakukan khidmat kepada umat. Datangi tokoh-tokoh, berbuat baik kepada masyarakat," kata Habib Salim di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Habib Salim menyampaikan, bahwa kemenangan yang diperoleh oleh PKS pada Pileg 2019 tidak lepas dari ridha Allah atas perjuangan yang dilakukan oleh kader-kader PKS. Sehingga, Habib Salim meminta agar seluruh Caleg PKS terpilih tetap menjaga hubungan baik dengan Allah.
"Untuk membesarkan dan memenangkan partai ini tidak mudah. Kita lihat pada masa reformasi, terdapat 28 partai. Kini partai-partai tersebut tumbang dan hanya bertahan beberapa. Alhamdulillah kita masih eksis hingga saat ini, bukan karena hebatnya kita, tapi karena Allah yang tetap membuat kita eksis," lanjut Habib Salim.
Sebagai perwajahan partai dan perwakilan rakyat, Habib Salim juga meminta agar Caleg PKS terpilih tetap menjadikan rakyat sebagai perjuangan mereka.
"Umat menanti kehadiran kalian, mereka menanti PKS, partai harapan umat, mari jadikan unat sebagai perjuangan kita. Segala sesuatu dimulai dari mimpi dan cita-cita bukan khayalan," tutup Habib Salim.