Topik Pilihan

TOPIK PILIHAN

BERITA TERKINI

Senin, 16 Oktober 2017

Resmi, PKS Boyolali Daftarkan Diri Sebagai Peserta Pemilu 2019

Ketua DPD PKS Boyolali bersalaman dengan Ketua KPUD Boyolali setelah berkas pendaftaran dinyatakan lengkap

Boyolali (16/10) - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Boyolali hari ini Senin (16/10) resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 ke KPUD Kabupaten Boyolali. Berangkat dari Kantor DPD PKS Boyolali, rombongan yang terdiri dari Pengurus Harian DPD berangkat menuju ke kantor KPUD Boyolali sekitar pkl. 10.00 WIB. Rombongan yang berjumlah 8 orang berangkat dengan menggunakan dua kendaraan.

Begitu tiba di kantor KPUD Boyolali, rombongan diterima langsung oleh Ketua KPUD Boyolali, Siswadi Saptoharjono beserta dengan jajarannya. Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad selaku pimpinan rombongan kemudian menyampaikan maksud kedatangan kepada Ketua KPU.

“Yang pertama kami ucapkan banyak terima kasih atas sambutan hangat komisioner KPU kepada kami. Yang kedua, berkaitan dengan pendaftaran parpol, kami serahkan berkas-berkas administratif dari PKS ini kepada Pihak KPU agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti.” Ucap Nur Achmad seraya menyerahkan berkas pendaftaran kepada Komisioner KPU. Lebih lanjut, Nur Achmad menjelaskan bahwa jumlah dukungan dari kader dan simpatisan telah melebihi jumlah minimal yang dibutuhkan untuk pendaftaran. "Kami berhasil mengumpulkan 1.399 fotokopi KTP sebagai bukti dukungan dari masyarakat. Jumlah tersebut telah melebihi jumlah minimal yang dibutuhkan." Jelasnya.

Setelah melalui pengecekan administratif, berkas pendaftaran dinyatakan lengkap dan mendapatkan tanda terima dari KPUD.

"Alhamdulillah berkas pendaftaran dari kami dinyatakan lengkap. Ini membuktikan kalau kami serius dan optimis menyongsong pemilu 2019. Kursi tetap kami targetkan sesuai amanah Musda yaitu meraih 7 kursi DPRD Kabupaten Boyolali." Pungkas Nur Achmad.

Penuhi Persyaratan Sebagai Peserta Pemilu, PKS Boyolali Kumpulkan Dukungan Ribuan Fotokopi KTP

Kesibukan sekretariat DPD PKS Boyolali dalam menyiapkan berkas pendaftaran parpol

Boyolali (16/10) - Untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewajibkan seluruh parpol baik yang lama maupun baru untuk mendaftarkan dirinya ke KPU. KPU menetapkan masa pendaftaran parpol mulai tanggal 3 - 16 Oktober 2017 dengan syarat minimal dukungan adalah 1/1000 dari jumlah penduduk kabupaten terkait. Terkait aturan tersebut, PKS Boyolali bergerak cepat dengan mengumpulkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berasal dari kader maupun simpatisan sebagai tanda dukungan. Pegumpulan fotokopi KTP difokuskan di Sekretariat DPD PKS Boyolali.

Pengumpulan fotokopi KTP dengan melibatkan pengurus DPC PKS di 19 kecamatan yang ada di Boyolali. Dalam waktu singkat, fotokopi KTP sebagai syarat dukungan dapat terpenuhi, bahkan melebihi batas minimal yang dibutuhkan. "Alhamdulillah telah terkumpul sebanyak 1.399 fotokopi KTP. Artinya sudah melebihi batas minimum yang dibutuhkan." Ujar Sekretaris Umum DPD PKS Boyolali, Muslimin. 

Lebih lanjut, Muslimin menjelaskan selain mengumpulkan fotokopi KTP sesuai batas minimal, kader dan simpatisan juga dibuatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) berdasarkan fotokopi KTP yang terkumpul. Data yang telah terkumpul selanjutnya didaftarkan ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) milik KPU. Setelah direkapitulasi lalu KTA dicetak dan dilampiri fotokopi KTP dan ditata sesuai urutan lampiran 2 Model-F2 Parpol dari Sipol. Jika sudah lengkap semua, maka berkas siap didaftarkan ke KPU setempat.

Selasa, 10 Oktober 2017

Cara Kader PKS Cintai NKRI: Makan dari Hasil Bumi Pertiwi, Bikin Koreografi 1000 Bendera Merah Putih


KEBUMEN – Selama tiga hari, sebanyak 1468 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) digembleng survival di kawasan Pantai Laguna Desa Lemburpurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen sejak Jumat (6/10/2017) hingga Ahad (8/10/2017) dalam agenda Kemah Bakti Nusantara (Kembara) Menengah I Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah.

Ketua Panitia Kembara Amir Darmanto mengatakan bahwa yang cukup unik adalah ribuan kader tersebut membuat koreografi 1000 bendera merah putih di sepanjang Pantai Laguna.

“Mereka diajak untuk melakukan mozaik PKS cinta NKRI dan pembentangan bendera 1,5 km Merah Putih di sepanjang pantai Laguna, 1000 bendera dibentuk dari mozaik manusia bertuliskan PKS Love NKRI dikelilingi border yang mengelilingi tulisan itu, tiga lapis berbaris manusia, salah satunya Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi, ”katanya dalam keterangannya, Minggu (8/10/2017).

Tak hanya itu, Amir mengatakan bahwa di tengah gerimis dan guyuran musim hujan, 1468 peserta Kembara tersebut diwajibkan untuk melakukan survival selama proses Kembara.

“Mereka tidak diberikan makan dari panitia selama Kembara, hanya dibekali peralatan survival, seperti alat pancing dan lain sebagainya untuk mencari makan dari hasil bumi, namun di akhir acara mereka kami hadiahi juga dengan singkong rebus dan beragam hasil bumi lainnya,”ujarnya.

Amir menuturkan bahwa dirinya bersama panitia yang dikelola Korps Satuan Tugas Keadilan (KORSAD) senja melatih mental dan fisik para kader tersebut untuk melatih kesiap siagaan, terutama dalam penanganan bencana yang sering terjadi di Jateng.

Senada dengan Amir, Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi menuturkan bahwa agenda Kembara ini diharapkan menjadi momentum pelatihan relawan kemanusiaan kader PKS, terutama saat terjadi bencana alam.

“Acara ini adalah untuk para relawan kemanusiaan yang biasa diterjunkan saat bencana, kita ingin terdepan membantu TNI dan pemerintah dalam relawan kemanusiaan seperti bencana,”katanya.

Dalam kegiatan Kembara yang dihadiri 1468 kader PKS Jateng tersebut, turut hadir juga Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Al Masyhari, Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi dan sejumlah tokoh PKS di Jateng.

Minggu, 01 Oktober 2017

PKS Siap Hadapi Pilgub di Tiga Provinsi Jawa


Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa menjawab pertanyaan wartawan di sela PR Summit di Yogyakarta, Jumat (29/9). (El Mahmudi-Daru/PKS Foto)
Yogyakarta (29/9) -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menghadapi perhelatan Pilgub 2018 di tiga provinsi besar di Pulau Jawa. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan PKS sudah menyiapkan diri menghadapai Pilgub Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Sohibul menegaskan jika pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu sudah final untuk cagub dan cawagub Jabar 2018-2023. Sementara pada Pilgub Jateng, Sohibul mengakui beberapa bakal calon gubernur sudah menjalin komunikasi dengan PKS.

"Yang sudah berkomunikasi Pak Ferry Juliantono dari Gerindra dan Pak Sudirman Said mantan menteri ESDM. Kita memang belum ada keputusan final masih ada evaluasi di tingkat DPW Jateng," papar Sohibul menjawab pertanyaan wartawan di sela PR Summit 2017 DPP PKS di Yogyakarta, Jumat (29/9/2017).

Sementara itu pada Pilgub Jatim, Sohibul mengakui ada komunikasi intens dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Namun, kembali ia menegaskan belum ada keputusan final soal dukungan PKS.

Ia menilai konstelasi Pilgub Jatim masih cukup cair. Termasuk isu majunya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim. Dukungan PKS bisa diarahkan kepada siapa saja yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan PKS.

"Jatim masih sangat cair, bisa saja nanti akan muncul calon baru. Kita yakin untuk daerah sebesar Jatim tidak hanya akan memunculkan nama-nama tertentu saja," ujar dia.

PR Summit 2017 Ajang Konsolidasi Persiapan Pilkada

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan arahan dalam pembukaan PR Summit PKS di Yogyakarta, Jumat (29/9). (PKS Foto)
Yogyakarta (29/9) - Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP Partai Keadilan Sejahtera mengadakan agenda PR Summit 2017 di Yogyakarta, 29 September -1 Oktober 2017.

"Intinya acara yang tiap tahun diadakan ini, untuk mengkonsolidasikan kehumasan PKS seluruh Indonesia," kata Sohibul di Yogyakarta, Jumat (29/9/2017)

Yang kedua, lanjut pria yang sedang mengenakan blangkon itu bagaimana meningkatkan kemampuan dan perkembangan Humas, mengingat tiap tahun pasti ada kemajuan di seluruh Indonesia.

"Tentu ini menjadi salah satu hal yang penting juga untuk persiapan pemilihan kepada daerah 2018-2019. Karena peran humas ini besar sekali," ungkap pria yg akrab dipanggil kang iman.

Oleh karena itu, nilainya, acara PR Summit 2017 menyiapkan Humas untuk menghadap agenda besar dua tahun ke depan. Sohibul menekankan, konstelasi Pilkada 2018 sangat berkaitan dengan Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Sohibul memprediksi, tahun 2018 sebagai tahun politik yang sangat krusial. Ia melihat pada bulan Agustus 2018 sudah akan muncul nama calon presiden.

"kami memandang 2018 bagian dari 2019. Masalah krusial 2019 adalah masalah calon dan pada 2018 sudah mulai ada pendaftaran capres. Kita akan mengejar setidaknya Agustus ada nama capres," tutur Sohibul.

Hari Kesaktian Pancasila, Sejarah yang Monumental

 
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di sela-sela PR Summit DPP PKS di Yogyakarta, Jumat (29/9). (El Mahmudi-Daru/PKS Foto)

Yogyakarta (29/9) -- Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober adalah hari yang sangat monumental dalam sejarah bangsa Indonesia.
Hal itu diungkapkan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela PR Summit 2017 DPP PKS di Yogyakarta, Jumat (29/9/2017).
Sohibul menerangkan, masyarakat perlu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa sejarah perjalanan bangsa. Sohibul menekankan, mengenang peristiwa sejarah, tidak perlu menimbulkan friksi dan permusuhan di tengah masyarakat.
"Mengambil pelajaran dari sejarah bangsa, tidak dalam posisi memusuhi si A atau si B, kita tak ada pretensi mengklaim atau menyudutkan orang, tapi mengambil fakta sejarah," ujar Sohibul.
Sohibul mengimbau kader dan juga masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September esok, sebagai tanda berkabung dan memasang bendera tiang penuh pada 1 Oktober.
Soal isu kebangkitan PKI, merujuk Tap MPRS no 25 tahun 1996, negara kita masih melarang berdiri PKI. Namun, berhubungan dengan pihak-pihak seperti anak keturunan yang terlibat PKI harus dengan rasa kemanusiaan dan hak asasi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal mengatakan, PKS mendukung program yang diprakarsai Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk melaksanakan kegiatan peringatan peristiwa 30 September dengan nonton bersama (nobar) film Pengkhianatan G30S PKI.
"Kegiatan itu telah disetujui Pemerintah Indonesia, terutama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan. PKS pun setuju dan ikut mengimbau struktur, kader, serta simpatisan untuk ikut mendukung segala kegiatan peringatan G30S PKI," ujar pria berkacamata itu.
Selain nobar, Mustafa juga menyarankan ada diskusi untuk membahas film bersama narasumber, baik dari kalangan akademisi, saksi sejarah, atau pakar lainnya.
"Pembahasan ini diperlukan, untuk dapat memperkuat pemahaman masyarakat, atas fakta pengkhianatan dan kekejaman Komunis di Indonesia," pungkasnya.

Jumat, 15 September 2017

Ormas Islam Siap Kerahkan Massa Untuk Aksi Rohingya

Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Gedung DPP PKS
Jakarta (15/9) – Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam siap mengerahkan massa untuk menggelar Aksi Bela Rohingya pada Sabtu (16/9/2017) esok di Patung Kuda, Jakarta. Aksi tersebut merupakan sinergisasi dukungan terhadap Muslim Rohingya yang melibatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa ormas Islam.

Perwakilan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Suryana Padma, menyatakan Aksi Bela Rohingya yang akan digelar nanti merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia kepada saudara sesama muslim di Rohingya. Suryana berharap aksi ini juga akan mempererat hubungan antara sesama muslim di Indonesia.

“Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa kita manusia yang memiliki kepedulian terhadap nasib saudara muslim di Rohingya. Aksi ini juga dapat menjadi momentum persatuan, perekat dan pengingat moment 212 kemarin, karena dengan persatuan umat, pertolongan Allah akan turun,” terang Suryana pada konfrensi pers yang digelar oleh DPP PKS pada Kamis (14/9) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Suryana juga berharap aksi ini akan menjadi peringatan kepada pemerintah Myanmar bahwa masyarakat Indonesia secara serius menanggapi kasus kejahatan kemanusiaan tersebut. Suryana meminta pemerintah Indonesia semakin menekan pemerintah Myanmar agar segera menghentikan penyerangan terhadap muslim Rohingya.

Pendapat yang senada disampaikan oleh perwakilan Wanita Muslim Indonesia, Sri Vira Chandra. Ia mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar, khususnya karena telah menjatuhkan banyak korban di kalangan anak dan perempuan.

“Banyak korban anak dan perempuan pada kekerasan di Rohingya. Maka dari itu, saya mengimbau ormas muslimah untuk mengerahkan massa sebanyak-banyaknya pada aksi sabtu nanti. Mari kita memberikan aksi yang nyata untuk membela kemanusiaan,” tegas Vira.

PKS dan berbagai ormas Islam di Tanah Air akan menggelar Aksi Bela Rohingya pada Sabtu (16/9) di Patung Kuda, Jakarta. Panitia memperkirakan sekitar 150 ribu massa aksi dari berbagai wilayah Jabodetabek akan memenuhi aksi kemanusiaan ini.

Selain PKS, ormas-ormas Islam yang turut berpartisipasi antara lain Mathlaul Anwar, Ikadi, Cahaya Islam Mathlaul Anwar, AQL Peduli, Jamiat Kheir, Pemuda DDII, Al - Ittihadiyah, Pemuda PUI, Forsitma, Salimah, Wanita Islam, JPRMI, FPI dan ormas Islam lainnya.

Sebelumnya, aksi serupa Bela Rohingya juga telah digelar di berbagai daerah pekan lalu, seperti di Jawa Timur, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, NTB dan wilayah lainnya.

Ragam

RAGAM

Oase

OASE

Seputar Boyolali

SEPUTAR BOYOLALI

Kiprah Kami

KIPRAH KAMI

Seputar PKS

SEPUTAR PKS
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template |
Copyright © 2011. DPD PKS Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger