30 Juni 2015

Meriahkan HUT Ke-69 Bhayangkara, Ribuan peserta ikuti Gowes Ngabuburit

PKS Boyolali Online - Sedikitnya 5000 peserta mengikuti Gowes Ngabuburit yang digelar Polres Boyolali Sabtu (27/6/2015) sore. Sepeda santai ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Bhayangkara. Polres menyediakan puluhan hadiah, diantaranya dua sepeda motor dan puluhan sepeda gunung.
Gowes ngabuburit ini dipimpin langsung oleh Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono. Tampak ikut pula, Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav Topri Daeng Balauw serta sejumlah pejabat jajaran dan warga masyarakat.
Peserta tak hanya dari wilayah Boyolali Kota dan sekitarnya. Tetapi juga dari 19 kecamatan yang ada di Boyolali. Bahkan, peserta ada yang datang menggunakan truk tronton untuk mengangkut sepeda onthelnya.
Gowes yang dimulai sekitar pukul 15.00 itu mengambil rute sekitar 4 km. Start dan finish di Alun-alun Pemkab Boyolali. Dari Alun-alun, peserta menyusuri Jl Ir Soekarno hingga jalan Solo-Semarang belok ke kiri melintasi jalan Pandanaran. Hingga tugu Adipura depan Sono Kridanggo belok kiri masuk jalan Merbabu. Kemudian Apotik Kimi Farma ke kiri (jalan Anggrek). Sampai di Kantor Kementerian Pertanahan membelok ke kanan dan SMAN 1 Boyolali ke kiri kembali ke Alun-alun Pemkab Boyolali.
Polres Boyolali menyediakan puluhan hadiah kepada para peserta dengan cara diundi. Hadiahnya antara lain, dua sepeda motor, dua kulkas, 25 sepeda gunung, tiga televise, 10 kipas angin, 10 kompor gas dan lima dispenser.
Sebelum start dilaksanakan, Kapolres AKBP Budi Sartono menyematkan pin pelopor keselamatan berlalulintas kepada perwakilan peserta. AKBP Budi Sartono mengatakan, Gowes Ngabuburit ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Bhayangkara, 1 Juli 2015. “Dengan kegiatan Gowes Ngabuburit ini saya harapkan kedekatan Polri dengan masyarakat akan tetap terjalin dengan baik, khususnya di wilayah Boyolali,” ujar Budi Sartono membuka kegiatan ini.
Pihaknya mengajak ribuan peserta untuk semangat mengikuti gowes ini hingga finish. “Meskipun puasa, mari tetap semangat mengikuti gowe ngabuburit ini hingga finish. Rutenya juga tidak jauh, banyak hadiah kami sediakan,” pungkasnya. [Solo raya cyber/PKS Boyolali]

Fahri: Menaker Harus Jelaskan Kenapa Disaat Pengangguran Naik, Buruh Asal Tiongkok Dibiarkan Masuk Indonesia?


PKS Boyolali Online - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyayangkan sikap kementrian tenaga kerja yang mengizinkan pekerja kasar dari luar negeri terutama dari Tiongkok untuk bekerja di Indonesia. 

Dia pun mempertanyakan sikap Menaker Hanif Dhakiri disaat justru jumlah pengangguran dan PHK meningkat saat ini di Indonesia karena perekomomian yang tidak menentu, malah mengizinkan mereka bekerja di Indonesia.

"Kok bisa Menaker memudahkan pekerja kelas bawah asing untuk masuk, sementara pengangguran di Indonesia tinggi. Saya dengar jumlahnya masif, dan itu tolong dilaporkan sama Menaker secara resmi. Dia mendatangkan pekerja dari Tiongkoknya berapa banyak?" ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6).

Fahri heran dengan sikap menaker yang memasukkan tenaga kerja tanpa keahlian sementara di Indonesia kita sudah memiliki semuanya.

"Apa ada hal yang orang Indonesia tidak bisa kerjakan? Ini harus dijelaskan oleh Menaker kenapa seperti ini dan buat sektor apa?" tambah Fahri heran.

Seperti dikabarkan, tenaga kerja kasar asal Tiongkok sudah mulai datang bergelombang ke Bayah, Pandeglang, Banten. Buruh asal Tiongkok itu dipekerjakan untuk membangun pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Lebak.

Selain itu beredar juga isu bahwa sebuah perusahaan Indonesia mempekerjakan nelayan-nelayan asal Tiongkok di daerah timur Indonesia. [rmol/PKS Boyolali]

29 Juni 2015

Bersiap Hadapi Pilkada, PKS Boyolali Gelar Rakor dan Buka Puasa Bersama

Wakil Ketua DPW PKS Jateng, H. Agus Latif, SE saat memberikan tausiyahnya

Boyolali (29/6) - Kader dan Struktur PKS Boyolali terus bersiap jelang Pilkada pada Desember yang akan datang. Salah satunya adalah dengan digelarnya Rakor dan Buka Puasa bersama pada hari Minggu (28/6) bertempat di Aula Markaz Dakwah. Acara ini diikuti oleh sekitar 200 pengurus dan kader terbina se Kabupaten Boyolali. Acara juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPW PKS Jateng, Agus Abdul Latif.

Agenda ini merupakan rangkaian kegiatan semarak Ramadhan yang dilaksanakan oleh PKS Boyolali selama Bulan Ramadhan. Sebelumnya telah terlaksana acara Tarhib Ramadhan dan Takjil on the road.

Dimulai tepat pukul 16.30 WIB, rakor dan buka puasa bersama diawali dengan sambutan Ketua DPD PKS Boyolali, Syaifudin. Dalam sambutannya, Syaifudin mengingatkan kepada seluruh pengurus dan kader tentang tugas berat dalam pemenangan pilkada yang akan datang.

"Pemenangan pilkada adalah wujud keseriusan kita dalam jihad siyasi. Oleh karena itu, saya berharap kita dan seluruh kader bergerak dan sungguh-sungguh dalam memenangkannya." Tegas Syaifudin
Sementara itu, sebagai arahan DPD kepada struktur dan kader yang disampaikan oleh Sekum DPD, Nur Achmad menyampaikan tentang pentingnya sinergi pelaku-pelaku dakwah.

"Kader adalah pelaku utama sekaligus modal paling berharga dalam dakwah. Oleh karena itu, dalam benak setiap kader harus selalu ada semangat perubahan kearah lebih baik. Semangat memperbaiki pribadi, keluarga, masyarakat dan negara." Jelasnya.

Selepas arahan dari DPD, acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Wakil Ketua DPW PKS Jateng, Ust. H. Agus Abdul Latif, SE. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan tentang akan munculnya tokoh pembaharu setiap seratus tahun sekali sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT.

"Kekhalifahan Turki Utsmani runtuh pada tahun 1924. Seratus tahun setelahnya adalah tahun 2024. Artinya kurang lebih 10 tahun lagi perjuangan dakwah akan memasuki babak baru, akan muncul tokoh pembaharu yang akan membawa perubahan. Dalam konteks lokal Boyolali, siapkah kita menerima perubahan itu? Apakah 10 tahun lagi kader dakwah akan memimpin di Boyolali ini?" Jelas beliau sekaligus memberi tantangan kepada kader yang hadir.

Di sela-sela acara juga diadakan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar dakwah di Boyolali dimudahkan dan diberi kemenangan. (HSM)

PKS Dukung Penghapusan Pajak Penghasilan 36 Juta per Tahun


Jakarta (26/6) – Anggota Legislatif dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ecky Awal Mucharam, mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Hal tersebut sebagaimana disampaikan dirinya saat menanggapi rencana Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Kamis (25/6)
Sebagaimana diketahui, PTKP merupakan batas minimal penghasilan wajib pajak orang pribadi yang tidak dikenai Pajak Penghasilan (PPh), yang termuat dalam Pasal 21. Dengan kebijakan ini maka besaran PTKP wajib pajak orang pribadi naik dari 24,3 juta rupiah menjadi 36 juta rupiah per tahunnya.
Anggota Legislatif dari Komisi Daerah Pemilihan III (Kota Bogor dan Cianjur) tersebut menambahkan setidaknya, ada dua alasan mengapa kebijakan tersebut patut didukung.
“Pertama, kebijakan ini dapat menggenjot perekonomian kita yang sedang lesu. Di tengah perlambatan ekonomi, yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan fiskal ekspansif baik itu subsidi, pemotongan pajak, maupun cash transfer
Sehingga, Ecky berharap, dengan kenaikan PTKP maka daya beli rumah tangga akan meningkat, menggenjot konsumsi, dan sektor riil bisa bergairah kembali.
Alasan kedua, tambahnya, efek distribusi dari kebijakan ini akan berpihak kepada masyarakat kecil atau wong cilik. Pemerintah, menurutnya, sudah melakukan tindakan yang sudah seharusnya untuk mengurangi pajak masyarakat yang berpenghasilan rendah .

“Sudah seharusnya pajak yang dikurangi adalah pajaknya masyarakat berpenghasilan rendah, bukan pajaknya orang kaya. Pemerintah harus konsisten dengan janji nawacita-nya di mana salah satunya adalah memperkecil gini ratio atau kesenjangan, " ujar Aleg PKS kelahiran 46 tahun silam tersebut.
Meskipun demikian, Ecky tetap mengingatkan pemerintah untuk tetap hati-hati dalam menentukan kebijakan fiskalnya yang bersifat ekspansif ini. Hal paling penting, menurutnya, pemerintah harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pemasukan yang jelas keberpihakannya.
“Namun demikian, pemerintah tetap harus berhati-hati, jangan terlalu jor-joran dalam kebijkan ekspansi fiskalnya sehingga defisit membengkak. Pemerintah harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pemasukan. Tentu saja yang paling penting, Pemerintah harus pandai dalam menentukan prioritas serta jelas keberpihakannya,” tutup Ecky.
Keterangan Foto: Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam. 
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

28 Juni 2015

Kader PKS Dapil 5 (Cepogo, Selo, Musuk) Bertekad Menangkan Pilkada

Ust. A. Muhammad Farhan, Lc. menyampaikan tausiyahnya

Boyolali (28/6) - Momentum Ramadhan benar-benar dimanfaatkan oleh kader-kader PKS untuk merapatkan barisan dan meningkatkan soliditas tak terkecuali kader PKS Dapil 5 Boyolali yang meliputi Cepogo, Selo dan Musuk. Mereka bertekad untuk memenangkan Pilkada Boyolali yang akan digelar pada Bulan Desember yang akan datang. Tekad tersebut muncul pada acara buka bersama dan konsolidasi kader Dapil 5, Sabtu (27/6) sore pkl. 16.00 WIB di rumah salah satu kader, Sartono, Sukorame Kecamatan Musuk. Acara dihadiri oleh sekitar 75 kader terbina sementara tausiyah disampaikan oleh Ust. A. Muhammad Farhan, Lc yang merupakan pengurus DPD PKS Boyolali.

Ketua Dapil 5 Boyolali, Suparno dalam sambutannya meyampaikan bahwa seluruh kader PKS Dapil 5 solid untuk memenangkan pilkada.

"Siapapun calon yang diusung oleh PKS, kami kader yang di daerah siap bergerak untuk memenangkannya." Ujarnya.

Suparno juga menyampaikan harapannya agar gelaran Pilkada Bulan Desember yang akan datang dapat menghasilkan pemimpin yang amanah, yang dicintai dan mencintai Allah dan rakyatnya. 

Sementara itu, Ust. A. Muhammad Farhan, Lc. dalam tausyiyahnya menyampaikan tentang pentingnya istiqomah dalam berdakwah. Medan dakwah paling dekat adalah jihad siyasi dalam Pilkada Bulan Desember yang akan datang. Dengan istiqomah, kader diharapkan berjuang sekuat tenaga untuk memenanglan pilkada sebagai perwujudan nilai dakwah.

Berikut ini galeri foto suasana ceria dalam acara buka puasa bersama dan konsolidasi kader Dapil 5 Boyolali:






(HSM)

26 Juni 2015

[Galeri Foto] Takjil On The Road DPC PKS Nogosari


Boyolali (26/6) - DPC PKS Kecamatan Nogosari menggelar takjil on the road atau bagi-bagi makanan buka puasa secara gratis kepada pengguna jalan di seputaran Kantor DPC PKS Nogosari, Kamis (25/6). Kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa saling mengasihi dan saling berbagi antar sesama muslim dimanapun berada. Demikian dikatakan Ketua DPC PKS Nogosari, Zainal Abidin.

"Bulan Ramadhan bulan saling berbagi. Takjil ini sangat efektif untuk dibagikan kepada saudara kita yang harus berbuka puasa dan dalam perjalanan. Nah, disinilah rasa peduli kita untuk saling berbagi." Ujar Zainal

Zainal menambahkan bahwa kegiatan pembagian takjil ini sudah menjadi program rutin tahunan DPC PKS Nogosari sejak empat tahun terakhir.

Sementara itu, ketua panitia takjil on the road, Suwarji mengatakan bahwa pembagian takjil difokuskan pada satu titik saja yaitu di seputaran Kantor DPC PKS Nogosari.

"Hari ini kami membagikan 250 paket takjil kepada pengguna jalan. Alhamdulillah respon masyarakat luar biasa." Ujarnya

Suwarji berharap untuk tahun-tahun yang akan datang lebih banyak lagi paket takjil yang bisa dibagikan sehingga kemanfaatannya semakin terasa.

Terpisah, salah seorang pengguna jalan, Tri sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan DPC PKS Nogosari ini dan mengucapkan banyak terima kasih karena tidak perlu repot-repot lagi mencari makanan untuk buka puasa.

Berikut ini galeri foto takjil on the road DPC PKS Nogosari:
Panitia sedang menyiapkan paket takjil

Bapak-bapak juga tampak cekatan mengemas paket takjil

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Ust. Tugiman (tengah) juga turut meramaikan acara

Paket takjil siap dibagikan
Lokasi pembagian takjil, di depan kantor DPC PKS Nogosari

Panitia sibuk membagikan takjil

Panitia tampak bersemangat membagikan takjil
Panitia sibuk membagikan takjil

Panitia sibuk membagikan takjil


[Video] Kajian Ramadhan Haditsul Isnain Bersama KH. DR. Amir Faisol Fath, MA


Ramadhan adalah musim kebaikan. Bulan berlimpahnya pahala. Bulan dimana seluruh kaum muslimin di dunia menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong, dan terasa sangat ringan. Masjid dan musholla penuh sesak dengan jamaah yang semangat beribadah.

Tak ketinggalan, DPP PKS pun turut serta menyemarakkan bulan Ramadhan dengan menyelenggarakan Kajian Ramadhan Haditsul Isnain dengan pembicara KH. DR. Amir Faisol Fath, MA bertempat di MD Building 22 Juni 2015.

Berikut ini link videonya:


[Pilkada Sragen] Koalisi Sukowati Bangkit Siap Deklarasikan Pasangan Yuni-Dedy

Pasangan Yuni-Dedy Bersama Habib Syech
SRAGEN – Kolaborasi Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membentuk Koalisi Sukowati Bangkit (KSB) semakin mantap menatap Pilkada Sragen 9 Desember.
Keinginan dua parpol dengan 11 kursi itu untuk mengusung Yuni (Kusdinar Untung Yuni) dan Dedy Endriyatno sebagai pasangan calon (paslon) dikabarkan juga tinggal menunggu rekomendasi dari masing-masing DPP.
Kepastian itu disampaikan dua pucuk pimpinan masing-masing parpol tersebut, Kamis (25/6/2015). Ketua DPC Gerindra Sragen, Nawonggo Pramudyo mengatakan wacana berduet dengan PKS sudah fix dan tinggal menunggu deklarasi. Deklarasi akan dilaksanakan setelah turunnya rekomendasi.
Mengenai pasangan yang akan diusung, ia mengatakan Gerindra memang mengajukan Yuni untuk berduet dengan balon dari PKS, Dedy Endriyatno.
Menurutnya kepastian pasangan tersebut juga tinggal menunggu turunnya rekomendasi dari DPP untuk kemudian dideklarasikan. Mengenai kapan rekomendasi turun dan bagaimana isinya, hal itu mutlak kewenangan DPP.
“Kalau untuk pasangannya, insyallah seperti itu (Yuni-Dedy). Ini tinggal nunggu rekomendasi dari DPP,” paparnya.
Pram menguraikan KSB tetap membuka peluang bagi parpol lain yang ingin bergabung. Menurutnya sebelum batas akhir pendaftaran ke KPU, peluang untuk parpol lain yang ingin bergabung masih sangat terbuka.
Senada, Ketua DPD PKS Sragen, Dedy Endriyatno menegaskan partainya juga sudah mantap bergabung dengan Gerindra di Pilkada mendatang.
Sumber: Joglosemar

Anggota DPR RI dari PKS Ini Mantap Nyalon Bupati Wonogiri

Anggota DPR RI Dapil Jateng IV, Hamid Noor Yasin

Wonogiri – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat – Republik Indonesia (DPR-RI) Hamid Noor Yasin (HNY) dipastikan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Wonogiri Rabu (9/12) mendatang. Meski sebelumnya ragu, namun akhirnya kepastian majunya pria asal Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur ini berkat dorongan dari internal kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan masyarakat setempat.

“Dukungan dari istri, anak-anak dan keluarga itu penting, selain itu dukungan dari jajaran pengurus DPW PKS Jateng dan DPP PKS, dan semuanya sudah iklas merelakan dan mendukung. Siap berkurban berjuang dan berkhidmat untuk memaksimalkan pelayanan kami untuk rakyat Wonogiri,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Dukungan pun terus mengalir kepada HNY untuk maju dalam Pilkada Wonogiri. Yang terbaru, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Wonogiri memutuskan berlabuh ke Koalisi Wonogiri Baru (KWB) dalam Pilkada Wonogiri 2015. Mereka mendukung Hamid Noor Yasin menjadi calon bupati (cabup).

“Semua cabup Wonogiri yang dimunculkan partai politik saat ini baik tetapi yang terbaik adalah Hamid Noor Yasin. Kami mohon seluruh jajaran DPC, PAC, ranting, kader, dan simpatisan PPP di seluruh Wonogiri bersama-sama menyosialisasikan pencalonan Hamid Noor Yasin melalui pertemuan rutin, kegiatan Ramadan atau diskusi-diskusi,” ungkapnya.

Dikatakan Anding, dukungan kepada Hamid didasarkan atas masukan berbagai pihak, aspirasi kader, dan perkembangan sosial politik di masyarakat. “Hamid menjadi satu-satunya calon bupati yang akan diusulkan PPP Wonogiri,” ungkapnya.

Sampai saat ini, KWB sendiri mengaku telah mengantongi tiga nama yang siap menjadi calon bupati Wonogiri dan dua nama yang siap mengisi kursi sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada mendatang.

Sunarmin, Koordinator KWB menyebut calon yang resmi melamar dan diterima oleh tim penjaringan KWB hingga jadwal penutupan 7 Juni 2015 pukul 00.00 WIB hanya lima orang. Mereka yakni mantan anggota DPR yang juga pengusaha Wonogiri Sumaryoto, mantan Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setya Nugraha, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko, mantan anggota DPRD Jateng dan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Wonogiri Subandi, serta Hamid Noor Yasin.

Kelima calon tersebut akan mengikuti tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada 11-21 Juni serta menjalani fit and proper test dari tim KWB. Hasil kerja tim koalisi di daerah akan dilaporkan ke masing-masing induk partai. Selanjutnya semua calon akan mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan, uji kesungguhan, dan kesiapan di DPP masing-masing parpol anggota koalisi,” jelas dia.

Dengan gagalnya Budisena-Giyarto yang mendaftar lewat jalur independen, praktis Pilkada Wonogiri 2015 hanya akan diikuti calon dari partai politik atau gabungan partai politik. Pendaftaran cabup dari jalur parpol atau koalisi parpol ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan 26-28 Juli 2015 mendatang. 

Sumber: Jowonews

Fokus Pemenangan Pilkada Serentak, Pergantian Presiden PKS Diundur



JAKARTA (25/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepengurusan di internal partainya baru akan diselesaikan setelah digelarnya pemilihan kepala daerah serentak pada akhir tahun ini. Hal tersebut mundur dari rencana pergantian dan penetapan pengurus baru PKS yang awalnya akan dilakukan pada akhir Juli-Agustus.
Anis menjelaskan, saat ini PKS ingin fokus pada persiapan menghadapi pilkada serentak. Pilkada serentak digelar 9 Desember 2015, adapun masa bakti kepengurusan PKS berakhir di bulan yang sama.
"Kita baru ini setelah urus pilkada selesai karena (ada) pekerjaan administrasi," kata Anis seusai buka puasa bersama di kediaman dinas Ketua DPD RI, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).
Dalam proses pergantian kepemimpinan PKS, semua posisi pimpinan dan pengurus ditetapkan melalui musyawarah Dewan Syura PKS. Anis mengatakan, saat ini partainya tengah berkonsentrasi mempersiapkan segala hal untuk mengikuti pilkada.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS Sumanjaya mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepemimpinan di partainya akan selesai pertengahan tahun ini. Semula ia memperkirakan Munas PKS akan digelar akhir Juli atau Agustus 2015 untuk menyampaikan hasil musyawarah Majelis Syura yang salah satunya menetapkan Presiden PKS serta Sekretaris Jenderal.
Saat ini 66 anggota Majelis Syura PKS periode 2015-2020 telah terpilih. Jumlah tersebut adalah batas minimal anggota Majelis Syura seperti tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKS.
Jumlah anggota Majelis Syura PKS kemungkinan besar menjadi 69 karena ditambah anggota tetap. Anggota tetap adalah kader PKS yang pernah menjadi Ketua Majelis Syura. Setelah resmi dilantik, anggota Majelis Syura dapat mulai bermusyawarah untuk menentukan penambahan jumlah anggotanya. Batas maksimal anggota Majelis Syura adalah 99 anggota.
Majelis Syura kemudian akan bermusyawarah untuk menetapkan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Presiden PKS, Ketua Dewan Syariah Pusat, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum. Setelah terpilih, kelima nama pimpinan PKS itu langsung ditetapkan menjadi Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS. Proses Pemilihan Raya PKS telah dimulai sejak Desember 2014. Saat itu Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS melakukan tabulasi data anggota, verifikasi, dan melakukan penjaringan serta penyaringan.
Semua kader yang dipilih menjadi bakal calon anggota Majelis Syura harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya harus anggota ahli yang sekurang-kurangnya 7 tahun menjadi kader dan pernah menjadi pengurus PKS di tingkat provinsi. Hasil musyawarah Majelis Syura akan disampaikan dalam Musyawarah Nasional PKS. Dalam munas tersebut akan hadir pengurus PKS dari seluruh Indonesia.
Sumber: http://nasional.kompas.com

25 Juni 2015

Ceramah Di hadapan Politisi, Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara

Jakarta - Hari ini, milyaran umat islam didunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden PKS, Anis Matta ketika mengawali ceramah nya di kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.
“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia” terangnya menjelaskan.
Anis Matta menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.
“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu,” lanjutnya sambil menyampaikan bahwa ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti namun pemeluk agama justru semakin bertambah.
Ia melanjutkan bahwa meskipun demikian, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang, punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.
“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama,  namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu jauh melampaui kebutuhan secara fisik dan ini tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasarnya (sandang dan pangan) tidak terpenuhi” tegasnya sambil mengatakan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.
Diakhir ceramahnya, Anis Matta menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah, ”itu karena mereka mulai kehilangan tujuan hidup,  dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.

Berikut ini link videonya:


Sumber: anismatta.net

20 Juni 2015

Kenaikan Tarif Listrik 450/900 VA akan Sengsarakan Rakyat Kecil


Jakarta (19/6) – Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik golongan 450/900 VA dinilai akan menyengsarakan rakyat kecil. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/6).
"Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang terpuruk," kata Ecky. Hal ini disampaikan menanggapi rencana pemerintah dalam mengurangi subsidi listrik untuk dua golongan rumah tangga yakni 450 VA dan 900 VA mulai tahun depan.
Menurut Ecky, pengurangan subsidi ini akan berdampak pada naiknya tarif listrik bagi pelanggan PLN kelas bawah, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, pada hari Selasa yang lalu.
Pemerintah, lanjut legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat III yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini, tidak punya alasan yang kuat untuk mencabut subsidi listrik, sebab sasaran subsidinya jelas yaitu masyarakat kelas bawah.
"Mereka tidak bisa lagi beralasan subsidi ini salah sasaran. Jadi terlihat pemerintah memang tidak berpihak dan tidak punya komitmen terhadap wong cilik yang selama ini menjadi objek pencitraan dalam kampanyenya,” ujar Ecky.
Ecky menambahkan, daya beli masyarakat sudah sangat lemah setelah pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dampak penurunan daya beli ini sudah sangat terasa terhadap pelambatan sektor riil, yang mengakibatkan produksi anjlok sehingga pengangguran melonjak. Menurutnya, kenaikan tarif listrik akan menjadi pukulan telak yang mematikan.
Lebih jauh Ecky mengemukakan, di tengah perlambatan ekonomi seperti ini, yang harus dilakukan pemerintah justru menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan fiskal yang memungkinkan baik itu subsidi maupun cash transfer.
"Pemerintah harus konsisten dengan janji nawacita-nya, di mana salah satunya adalah memperkecil gini ratio(kesenjangan). Rencana kebijakan ini malah akan makin memperlebar kesenjangan,” tutup Anggota Komisi XI itu.

18 Juni 2015

Sosialisasi Pilkada Belum Menyentuh Hal Substansif


JAKARTA (17/6) – Sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam persiapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang belum menyentuh hal-hal substansif. Demikian dikatakan oleh pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro saat menjadi pembicara di acara Focus Group Discussion(FGD) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di ruang Pleno Fraksi PKS DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (17/6). 
"Sosialisasi Pilkada massif, tapi tidak edukatif. Terutama untuk masyarakat lokal hanya sosialisasi tanggal-tanggal saja," kata Siti Zuhro. 
Bahkan, dari penentuan tanggal saja, lanjut Siti Zuhro, memunculkan penentangan dari masyarakat.
"Misalnya masyarakat Papua, menolak Pilkada karena Bulan Desember bertepatan dengan bulan perayaan Hari Natal," ujar Siti Zuhro.
Meski begitu, Komisioner KPU Sigit Pamungkas menegaskan bahwa di luar kompleksitas persoalan yang ada, KPU telah siap menyelenggarakan Pilkada, baik dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, maupun dari regulasi.
"Dari ketiga hal tersebut, KPU telah siap 90%, termasuk penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah di 26 Kabupaten/Kota dan 9 Provinsi," kata Sigit.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Aboebakar Al-Habsyi mengatakan agar Pilkada berjalan sesuai yang diharapkan, perlu dilakukan penajaman materi melalui revisi UU Pilkada Nomor 8 Tahun 2015 tersebut.
"Agar adanya jaminan secara politis untuk memastikan bahwa proses demokrasi Indonesia berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh komponen untuk berpartisipasi," ujarnya.
Turut hadir sebagai pembicara dalam diskusi yang bertajuk "Pro Kontra Revisi UU Pilkada" itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mustafa Kamal dan Pakar Hukum Tata Negara Andi Irmanputra Sidin.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

Bahagia Ramadhan Tiba | Taujih Hatta Syamsudin, Lc.

Marhaban Ya Ramadhan … Bulan Ramadhan telah benar-benar di hadapan. Kaum muslimin kembali bergembira dengan datangnya bulan yang mulia ini. Setelah sebelas bulan kita mengarungi kehidupan yang penuh warna-warni, maka inilah momentum yang tepat bagi kita semua untuk membersihkan diri dari segala dosa yang melekat tanpa kita sadari.
Sungguh kita semua bergembira sepenuh hati dengan datangnya Ramadhan yang penuh berkah. Rasa gembira ini adalah cerminan ketakwaaan yang ada dalam hati kita, karena sejatinya bulan Ramadhan adalah salah satu dari syiar dalam agama kita, yang harus senantiasa kita hormati dan agungkan. Allah SWT berfirman : “ Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Al-Hajj 32)
Sesungguhnya kita bergembira dengan hadirnya Ramadhan, karena bulan ini membawa banyak keutamaan bagi kita semua. Jika kita merenunginya satu persatu lebih mendalam, maka tentulah kegembiraan itu akan kian bertambah lengkap dan sempurna. Marilah kita melihat beberapa keutamaan Ramadhan yang menjadikan alasan kita bersuka cita menyambutnya.
Pertama : Ramadhan penggugur dosa
Rasulullah SAW bersabda dengan lisannya yang mulia : Shalat lima waktu, shalat jum’at sampai ke shalat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR. Muslim)
Hadirnya Ramadhan sungguh menjadikan momentum bagi kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa dan kemaksiatan yang tidak kita sadari. Ibaratnya pakaian yang sehari-hari kita pakai, meskipun tidak terkena lumpur atau kotoran yang jelas, tetap saja kita harus mencucinya karena ada debu yang melekat erat. Begitupun diri kita, sekalipun kita tidak menjalani dosa besar, namun tentu saja tanpa kita sadari terkadang ada hal yang kita lakukan menyebabkan noda kecil dalam hati kita, bisa jadi melalui lisan, pandangan, atau bahkan anggota badan kita.
Kedua : Ramadhan Musim Kebaikan, Berlimpah Pahala
Kemudian yang membuat kita berbahagia adalah, karena Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong dan sungguh terasa lebih ringan. Inilah yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW, tentang Ramadhan sebagai musim kebaikan yang menakjubkan : “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan” ( HR Ahmad)
Inilah yang menjadikan kita bergembira, karena kebaikan begitu mudah dijalankan. Bersama sama kita lihat di masjid, mushola, bahkan di rumah-rumah kita, bagaimana Ramadhan menyinari kita dengan banyak amal dan kegiatan yang tak putus dan henti-hentinya.
Ketiga : Bulan Syiar Ukhuwah dan Berbagi
Hal ketiga yang membuat kita berbahagia adalah, karena Ramadhan adalah bulan dimana ukhuwah kita meningkat dengan banyaknya kegiatan dan kebersamaan, baik di masjid, lingkungan maupun perkantoran. Begitu pula dengan semangat berbagi yang semakin meningkat di bulan Ramadhan, baik melalui sedekah, infaq maupun memberikan makanan berbuka kepada mereka yang berpuasa. Rasulullah SAW memberikan keteladanan dalam menjadikan Ramadhan sebagai bulan berbagi. Dari ibnu Abbas ra : “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. ( Shahih Al Bukhari)
Akhirnya, marilah kegembiraan ini kita jadikan sebagai pemicu awal untuk lebih bersemangat dalam mengarungi samudera keberkahan Ramadhan dengan ragam ibadahnya yang mulia. Kita menjalaninya satu persatu dengan ringan penuh suka cita, agar semua yang dijanjikan bisa kita dapatkan dalam Ramadhan ini. Semoga Allah SWT mudahkan.

17 Juni 2015

Puncak Hari Jadi Boyolali, 1000 Pelajar Menari


Boyolali — Seribu pelajar SMA, SMK dan MA menari tarian Jaran Kepang secara kolosal Selasa (16/6) pukul 16.00 WIB bertempat di alun-alun Boyolali. Tarian kolosal Jaran Kepang ini sebagai puncak hari jadi Kabupaten Boyolali yang ke-168. Tarian ini mengambarkan perjuangan dan semangat masyarakat dalam membangun Kota Susu.
Meski sinar matahari sangat terik, tidak menyurutkan para pelajar untuk mensukseskan acara ini. Memakai seragam kaos putih, para penari muncul dari empat sudut Alun-alun. Iringan gamelan mengiringi gerakan para pelajar menari Jaran Kepang versi Boyolali. Sebagian penari, juga memenuhi trotoar kanan kiri dan depan alun-alun. 
Salah satu pelajar, Avid (15), mengaku bangga bisa ikut serta dalam tarian kolosal sebagai puncak hari jadi. Avid berharap, tarian ini bisa terus dilestarikan di Boyolali. Dirinya bersama teman-temanya hanya berlatih selama dua minggu.
“Bangga bisa ikut serta,” ucapnya.
Sumber: timlo.net

16 Juni 2015

Presiden PKS di 7th International Economic Summit of Russia: Tingkatkan Kerjasama Ekonomi Rusia dengan Negara-Negara Muslim

KAZAN (15/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyebut share (bagian) ekonomi syariah di Indonesia masih terlalu kecil. Hal ini disebabkan kurangnya dukungan politik terhadap sistem syariah yang non-ribawi.
Demikian di antara isi pidato Anis Matta di 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, di Kazan, Rusia, Senin (15/6).
Anis Matta menjadi satu-satunya pembicara dari partai politik asal Indonesia di acara yang bertajuk Strategic Forum Islamic Finance for Constructive Global Trade and Investmens tersebut.
Menurut Anis, kini saatnya Rusia melirik kerjasama dengan negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia. Secara khusus, Anis juga menyoroti angka kerjasama ekonomi Rusia yang masih dalam skala kecil.
"Berbeda dengan Malaysia yang skala kue ekonomi islam-nya mencapai 20% lebih, karena didukung oleh political will pemerintahnya," tutur Anis.
Lebih jauh ia mengajak Rusia dan negara-negara pecahan Uni Sovyet untuk memperluas kerjasama dengan Indonesia.
"Strategisnya kerjasama ekonomi dengan Rusia juga bisa ditingkatkan pada skala politik, karena political will menjadi faktor yang penting dalam mengembangkan skala Islamic Finance di dunia Islam khususnya," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 47 tahun lalu ini.
Selanjutnya, Anis mendorong peran lembaga parlemen di kedua belahan bumi ini agar aktif mengampanyekan Islamic Finance agar lebih bisa memberikan kontribusi Islam bagi umat manusia.
Keterangan Foto: Presiden PKS Anis Matta saat berbicara di hadapan forum dalam 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, Kaza, Russia, Senin (15/6).

13 Juni 2015

Lindungi Masyarakat Dari Investasi Bodong, DPR Dukung Penguatan Peran LPS


Solo (13/6) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berupaya meningkatkan pemahaman publik mengenai tugas dan peran LPS, khususnya masyarakat di daerah melalui sosialisasi dan edukasi. Direktur Group Bank Examiner, Sumaryo menyampaikan tujuan dari gencarnya sosialisi itu dikarenakan LPS merupakan lembaga yang masih baru yang didirikan pada tahun 2005.

"LPS baru sepuluh tahun, sehingga masyarakat belum banyak yang paham mengenai fungsi dan peran LPS, sehingga masih banyak yang bahkan menyebutnya dengan LPSK [Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban-red]," ujar Sumaryo dalam kegiatan Sosialisasi LPS yang digelar di The Royal Solo Heritage bersama angggota Komisi XI DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, Sabtu (13/6).

Selain itu, Sumaryo mengatakan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah menyampaikan ke masyarakat untuk tidak ragu ketika akan menyimpan uangnya di bank. Dengan adanya LPS ini, lanjut dia, masyarakat diharapkan bisa lebih tenang karena LPS akan mengganti ketika terdapat bank yang tiba-tiba ditutup.

"Sepanjang masyarakat memenuhi 3T kriteria simpanan yaitu tercatat di bank, kedua tidak melebihi suku bunga pinjaman, dan yang ketiga tidak menciptakan permasalahan di bank itu," lanjut dia.

Sumaryo mencontohkan, ketika terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997-1998, masyarakat dilanda kekhawatiran terhadap nasib tabungannya. Sehingga banyak yang meluapkan emosinya dengan bakar-bakar. Berbanding terbalik ketika krisis 2008, masyarakat relatif tenang-tenang saja karena ada yang menjamin tabungannya.

Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan salah satu peran anggota DPR RI adalah menjamin konstituennya dari permasalahan-permasalahan keuangan seperti investasi bodong dan sebagainya. Kharis mengharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat dapat mengetahui manakah lembaga penyimpan dana yang tidak jelas jaminannya. Untuk itu, lanjut Kharis, dalam sosialisasi ini dihadirkan perwakilan Lembaga Keuangan Mikro, masyarakat maupun mahasiswa, sehingga mereka dapat mengetahui apa yang sebaiknya dilakukannya mengenai jaminan simpanan itu.

"Daerah pemilihan Jawa Tengah V ini dapil saya. Untuk itu saya memiliki kepedulian untuk melindungi konstituen saya agar terhindar dari banyaknya tawaran investasi bodong dan permasalahan keuangan lainnya," kata dia.

Kharis menambahkan Komisi XI banyak mendapatkan keluhan mengenai permasalahan keuangan. Dia mengatakan keluhan-keluhan tersebut rata-rata adalah permasalahan money game dimana masyarakat digiurkan dengan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat.

"Banyaknya keluhan seperti itu diharapkan menjadikan masyarakat semakin melek akan permasalahan keuangan. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu tindakan preventif yang kami lakukan agar masyarakat tidak terjebak permasalahan yang sama," pungkas legislator asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu.

DPR Minta Dana Desa Harus Dikelola Dengan Hati-Hati


Sukoharjo(12/6) - Perangkat desa diharap berhati-hati dalam pemanfaatan dana desa agar jangan sampai terkena sanksi hukum, atau terlibat perkara penyelewengan dana tersebut.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat acara Sosialisasi Kebijakan Dana Desa di Pendopo Kabupaten Sukoharjo, Kamis (10/6).
"Dana desa ini mohon bisa digunakan sebaik-baiknya. Karena ini uang negara mohon dihati-hati penggunaannya," ujarnya.
Selain Kharis, acara yang digelar oleh tiga Kementrian yaitu Kementrian Keuangan (Kemenku), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal (Kemendes dan DT) itu juga diikuti oleh Anggota DPR RI yang lain yaitu Mohammad Hatta.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang  terdiri dari kepala desa se Sukoharjo, para Camat, Kepala SKPD terkait dan undangan lainnya.
Dalam sosialisasi itu, Kharis mengemukakan bahwa besaran dana desa yang sudah dapat diterima masing-masing desa  rata-rata sejumlah Rp230 juta. Selebihnya akan dituntaskan pada tahun 2017 mendatang.
"Baru pada tahun 2017, masing-masing desa bisa menerima Rp1 miliar," pungkasnya.

12 Juni 2015

Kebutuhan Pokok Naik, Dewan Sayangkan Pernyataan JK


Jakarta (11/06) – Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menyayangkan pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengenai tingginya harga kebutuhan pokok menjelang lebaran merupakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi petani.
“Pemikiran seperti ini dangkal. Persoalan besar petani dianggap remeh. Jadi wajar, persoalan yang hingga kini menjerat rakyat kecil, berupa sulitnya petani terbebas dari lingkaran kemiskinan, tidak kunjung terselesaikan. Petani tetap miskin, rakyat kecil masih miskin, sehingga bangsa ini masih memiliki angka kemiskinan 27,7 juta jiwa,” kata Andi Akmal.
Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan jika JK ingin memberi THR kepada petani, jangan berupa mekanisme pasar bebas. Ada tindakan pejabat yang lebih elegan dan terhormat untuk membantu rakyatnya. Untuk petani kecil, kata Andi Akmal, pemerintah bisa membuat kebijakan menaikkan HPP beras dan HPP gula.
“Pemerintah juga bisa menekan keuntungan retail pedagang sehingga gap antara keuntungan petani dan pedagang tidak jomplang terlalu jauh.  Tindakan ini lebih elok dibanding ungkapan-ungkapan tanpa solusi,” tegasnya.
Legislator Sulawesi Selatan II ini meminta JK untuk mendiskusikan setiap per pernyataan yang akan disampaikan ke publik terlebih dahulu bersama para staf ahli. Andi Akmal meyakini lembaga eksekutif memiliki staf kepresidenan yang ahli di tiap bidang. Sehingga ketika pemimpin negara berbicara di depan media dan akan akan dipublikasikan ke seluruh masyarakat Indonesia, pernyataan yang disampaikan dapat dicerna oleh rakyat dengan baik.
“Pernyataan THR buat petani pada saat kebutuhan pokok mahal itu sama saja menghina petani. Sungguh tidak elok disampaikan oleh seorang Wakil Presiden,” kritik Andi Akmal.
Sumber: pks.id

11 Juni 2015

PKH Kemensos RI, Boyolali Dapat Alokasi Rp 62 Milyar Lebih


BOYOLALI -  Kabupaten Boyolali bakal digelontor bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2015 sebesar Rp. 62 Milyar lebih dari Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Bantuan bagi keluarga sangat miskin bersyarat itu akan digelontorkan bulan November 2015 mendatang. Demikian disampaikan Kasubid Kerjasama Direktorat Jaminan Sosial Kementrian Sosial RI, Oetami Dewi dalam Rapat Koordinasi Program keluarga Harapan Kabupaten Boyolali tahun 2015 di rumah makan Elang Sari Senin 25 Mei 2015. Menurut Oetami Dewi , Pendataan Praogram PKH akan dilaksanakan bulan Agustus 2015 dengan melibatkan 54 pendamping .

“ Bulan Agustus 2015 petugas pendamping PKH harus sudah action melakukan validasi data di lapangan dengan mengacu data TNP2K “ tegas Oetami Dewi . 

Saat ini Pendamping sedang menjalani pelatihan terkait program PKH, sehingga usai pelatihan diharapkan mereka bisa melakukan pendataan secata maksimal . Di Lapangan nantinya petugas pendamping PKH sudah membawa data base Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan/TNP2K tahun 2011 dari BPS sambil mencocokan dan memvalidasi data tersebut di lapangan.

“ Jadi nanti petugas pendamping mencocokan data TNP2K dengan kondisi di lapngan, jika keluarga yang terdata di TNP2K kondisi ekonominya membaik tidak diikutkan dalam Program PKH “ tegas Oetami Dewi. 

Sementara Jika dilapangan ditemukan Keluarga sangat miskin dan memiliki beberapa kriteria seperti yang dipersyaratkan dalam PKH,  bisa dibuatkan Surat Pengaduan Masyarakat/SPM ke Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui pendamping. Untuk itu Pihaknya berharap tim pendamping PKH untuk bekerja keras dalam melakukan validasi data secara cermat dan teliti sehingga program PKH tepat sasaran sekaligus bisa membantu beban keluarga miskin.

Ditegaskan, Program Keluarga Harapan merupakan bantuan bersyarat untuk membantu keluarga sangat miskin . Keluarga yang tercover dalam program PKH diantaranya terdaftar dalam data TNP2K, kondisi keluarga sangat miskin yang kemiskinannya 13%, perempuan hamil/Nifas, memiliki anak usia di bawah lima tahun/balita, memiliki anak usia SD, memiliki anak Usia SMP sederajat, dan memiliki anak usia SMA sederajat. Bagi Perempuan Hamil wajib memeriksakan kehamilannya ke Posyandu selama 4 kali dalam masa kehamilannnya, bagi keluarga yang memiliki anak usia SD absensinya 85%, begitu juga bagi keluarga yang memiliki anak Usia SMP sederajat dan SMA sederajat absesnsinya juga di 85%

Apabila memiliki kriteria tersebut akan mendapatkan total dana RP 3. 700.000,- per keluarga per tahun. Namun demikian apabila tidak aktif dipotong 10% . Dana PKH lanjut Oetami Dewi akan didistribusikan selama 6 tahun dan setelah 6 tahun akan dilakukan validasi data. Apabila dalam validasi data ternyata kondisi Keluarga masih miskin akan diperpanjang hingga 3 tahun berikutnya. Dengan pengucuran dana PKH diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kota susu Boyolali.

Sumber: boyolalikab.go.id