28 Mei 2016

Sah, Abdul Kharis Resmi Pimpin Komisi I DPR RI


Jakarta (27/5) - Pergantian Pimpinan Komisi I DPR RI dari Mahfudz Siddiq kepada Abdul Kharis Almayshari berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Ruang Rapat Komisi I.
Usai pelantikan, Kharis menegaskan bahwa dirinya akan mengoptimalkan pengawasan di enam Panitia Kerja (Panja) yang sedang berjalan di Komisi I. Selain itu, Legislator PKS dari Dapil Solo Raya ini juga berkomitmen untuk tetap bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan pertahanan, khususnya di wilayah terdepan NKRI.
"Adanya kasus penculikan terhadap WNI yang terjadi beberapa waktu lalu dan masih maraknya pencurian ikan (Illegal Fishing) merupakan indikasi bahwa pertahanan negara perlu mendapat perhatian khusus," jelas Kharis setelah pelantikan, Kamis (26/5/2016).
Salah satu cara untuk memperkuat pertahanan tersebut, menurut Kharis, adalah dengan meningkatkan peran diplomasi parlemen, baik regional maupun Internasional untuk melindungi kedaulatan Negara Republik Indonesia," ujar Kharis.
Selain dalam hal pengawasan, Kharis juga berkomitmen mempercepat proses legislasi demi memenuhi ekspektasi masyarakat akan kinerja DPR RI.
"Komisi ini punya tanggung jawab legislasi. Itu tetap jadi prioritas. Saat ini sedang berjalan pembahasan RUU Penyiaran, RUU RTRI (Radio Televisi Republik Indonesia) dan Revisi UU ITE (Informasi Transaksi Elektronik) dan saya yakin teman-teman berkomitmen untuk menyelesaikan itu semaksimal mungkin," pungkasnya.
Diketahui, sebelum menjadi Ketua Komisi I, Kharis pernah menjadi anggota Komisi XI sejak Oktober 2014 hingga Oktober 2015. Lalu, dari November 2015-April 2016 menjadi Wakil Ketua Komisi X.
Meskipun demikian, Kharis tetap membuka diri untuk menerima banyak masukan serta siap untuk membangun kerjasama serta bersinergi dengan seluruh Anggota Komisi I untuk kebaikan bangsa dan negara.
"Saya mengajak semua rekan-rekan di komisi I untuk terus mengawasi komitmen dan tekad pemerintah Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara mulai perlindungan WNI hingga penegakan kedaulatan hukum di laut NKRI," pinta Kharis.

16 Mei 2016

Pengalaman Dramatisku Membela Tim DPD PKS Boyolali dalam Laga Futsal


Oleh: Muhammad Dody Hermawan
          Sekretaris Bidang SDM dan Pengembangan Profesi

Dramatis! Itulah satu kata yang paling cocok menggambarkan laga futsal yang saya ikuti Ahad kemarin. Setelah sempat harap-harap cemas dengan jumlah personel yang tidak mencukupi, akhirnya tujuh pemain dengan membawa nama Tim DPD PKS Boyolali ikut bertanding dalam Turnamen Futsal antar DPC PKS Boyolali Ahad kemarin (15/5).

Di awal permainan, formasi tim kami diperkuat Ust. Nur Arifin dan Akh Fajar pada posisi striker. Sementara posisi penjaga gawang dipercayakan pada akh Ahmad Hasyim. Saya? Saya berduet dengan Akh Rachmat di posisi bertahan sebagai back. Asal tahu saja, ini posisi langganan saya sejak futsal semasa bangku SMP. Hehe. 2 personel lagi, akh Hendi dan akh Ismail, siap siaga di bangku cadangan.

Di babak penyisihan, kami harus berhadapan dengan rekan-rekan tim DPC PKS Sambi. Usai break sholat Dhuhur, peluit pembuka pertandingan pun berbunyi. Priiiiiitttt..!!

Baik tim kami maupun tim lawan, sama-sama memulai permainan dengan semangat menggebu! Lolos babak penyisihan! Itulah tekad kami. Adu lari, adu kelincahan, dan adu kuat dalam menendang bola, membuat seru pertandingan. Akhirnya, di menit ke-3, tim kami memimpin lewat gol yang dicetak oleh Ust. Nur Arifin. Goooollll...!!

Ternyata kegembiraan kami tak berlangsung lama. Masih di babak pertama tim lawan menyamakan kedudukan. Gawang kami kebobolan. Di menit-menit berikutnya, pertandingan berlangsung semakin seru! Nilai skor antar kedua tim saling berkejaran. Wuaah..! Tegang!

Selain tegang, kami juga ngos-ngosan. Pertanda bahwa kami jarang olahraga. Terkhusus saya. Hehe. Selama pertandingan, beberapa kali terjadi pergantian pemain karena faktor kecapekan. Hanya 2 personel yang terus bermain sepanjang pertandingan tanpa digantikan. Yaitu akh Ahmad Hasyim di posisi kiper, dan akh Rachmat di posisi back.

Menjelang babak ke-2 usai, tim kami unggul dengan skor 4-3. Kami berjuang keras mempertahankan kedudukan. Harus bisa!

Namun apa daya Allah berkehendak lain. Bola lawan bersarang di gawang kami sehingga kedudukan imbang. Tak lama, peluit panjang penutup babak ke-2 berbunyi. Priiit priiit priiiitt..!! Allahu akbar! Kami pun harus menghadapi suatu hal yang kami takutkan sejak awal. Adu pinalti! Selama babak penyisihan tim sebelumnya, belum pernah terjadi yang namanya adu pinalti. Ini pertama! Wah, semakin menegangkan!

Adu pinalti dimulai. Masing-masing tim mendapat 3 kesempatan tendangan pinalti. Kesempatan menendang pertama oleh tim lawan, DPC PKS Sambi. Dan... yes! Akh Hasyim berhasil menggagalkannya!! Mantapks!!

Semakin mantap karena akh Fajar melakukan tugasnya dengan baik sebagai penendang pertama dari tim kami. Goolll! Skor 5-4 untuk tim kami.

Tak disangka, penendang kedua Tim DPC Sambi berhasil mencetak gol, sementara akh Ismail penendang kedua tim kami justru gagal! Kedudukan 5-5. Imbang!

Lalu, puncak ketegangan itu pun terjadi. Tendangan pinalti ke-3 dari tim lawan kembali berhasil dihadang oleh akh Hasyim. Artinya, hasil akhir pertandingan kami ditentukan oleh penendang ke-3 dari tim kami. Perkenalkan, penendang ke-3 kami adalah.. bukan saya. Hehe.

Penendang ke-3 tim kami dalam adu pinalti ini adalah akh Hendi. Ketua Bidang Kepemudaan, Kepanduan, dan Olahraga DPD PKS Boyolali.

Bola pun diletakkan. Akh Hendi mengambil posisi. Ancang-ancang satu langkah. Kiper lawan bersiap. Suasana mendadak hening. Jantung saya berdegup cepat.

Bola ditendang........

dan......

gooolllll!!!!!!

Dramatis saudara-saudara!! Sungguh dramatis sekali!! Spontan saya bersama pemain lain menubruk akh Hendi dan kami saling berangkulan merayakan kemenangan! Rasa lelah terbayar sudah!!

Adu pinalti dramatis berakhir dengan skor 6-5 untuk tim kami. Kami pun lolos dari babak penyisihan melaju ke babak perempat final. Tim DPC PKS Sambi dengan sportif dan lapang dada memberi selamat kepada kami dan kedua tim saling bersalaman satu persatu.

Fiuuuh..! Pertandingan yang sangat mengesankan. Meski di babak berikutnya tim kami harus menyerah takluk dengan tim DPC PKS Andong, namun kemenangan kami di babak penyisihan akan tetap kami kenang sebagai pengalaman berharga yang tak ternilai.

Pertandingan yang penuh perjuangan dan begitu dramatis!

Salam olahraga!

Anggota Fraksi PKS Bersih Dari Laporan Kunjungan Kerja Fiktif


Jakarta (12/5) – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan dari empat puluh Anggota Fraksi PKS yang dipimpin olehnya, tidak ada satu pun yang melakukan laporan Kunjungan Kerja (kunker) fiktif.
"Alhamdulillah, kami di FPKS sangat concern dengan laporan kunker anggotanya. Bukan saja terpenuhi secara administratif sesuai prosedur dan syarat laporan yang disampaikan oleh Setjen DPR, tetapi juga secara nyata (real) memang Aleg PKS melakukan kunjungan kerja ke dapilnya," kata Jazuli di sela resesnya di Daerah Pemilihan Banten III, Kamis (12/5).
Bahkan, Legislator PKS sejak tahun 2004 ini menilai momen bersama dengan masyarakat tidak hanya terjadi saat reses, tapi juga dalam keseharian, khususnya pada akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu.
"Terkait dugaan kunker fiktif yang ditemukan BPK, saya sudah cek tidak ada laporan atau catatan terkait Anggota FPKS. Jadi FPKS clear!," tegas Anggota Komisi I ini.
Lebih lanjut, Jazuli mengatakan bahwa Pimpinan FPKS sejak awal periode sudah menyampaikan surat resmi kepada seluruh Aleg. Surat tersebut berisi perintah agar menyampaikan laporan reses secara lengkap, selambat-lambatnya satu pekan setelah berakhirnya masa reses.
"Saya sebagai Ketua Fraksi telah memberikan arahan agar seluruh anggota FPKS selalu disiplin dalam membuat laporan kunker reses, paling lambat satu pekan setelah masuk masa sidang. Laporan itu harus sudah terkumpul dan diserahkan pada pihak terkait," tegas Jazuli
Dengan demikian, Jazuli menegaskan kembali bahwa laporan reses FPKS tersebut bukan hanya sebagai bentuk kewajiban administratif atau tanggung jawab konstitusional anggota DPR.
“Tapi, lebih dari itu, laporan ini merupakan amanat bagi seluruh aleg PKS agar semakin khidmat kepada konstituen di daerah pemilihannya masing-masing,” tutup Jazuli.
Diketahui, BPK merilis hasil temuan adanya Kunjungan Kerja fiktif yang terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 945 miliar. Hasil temuan tersebut pun telah disampaikan ke pihak Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI untuk diteruskan kepada seluruh fraksi yang ada di DPR.

DPC PKS Ngemplak Sabet Gelar Juara Turnamen Futsal


Boyolali (16/5) - Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Boyolali menggelar turnamen futsal antar DPC PKS se-Kabupaten Boyolali Ahad (15/5). Event ini merupakan rangkaian puncak semarak milad PKS ke-18. Bertempat di Lapangan Setia Futsal, turnamen diikuti oleh 16 team yang merupakan perwakilan dari DPC-DPC PKS se-Kabupaten Boyolali.

Sebelum turnamen dimulai, terlebih dahulu diadakan seremonial pembukaan turnamen oleh Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada peserta bahwa event ini sebagai ajang konsolidasi dan meningkatkan soliditas sesama kader. "Turnamen futsal ini diselenggarakan sebagai bentuk konsolidasi struktur PKS dan untuk meningkatkan soliditas sesama kader" Tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pemuda & Olah Raga, Suryadi Hendi menyampaikan bahwa turnamen futsal ini dibingkai dengan mengedepankan nilai ukhuwah islamiyah. "Walaupun berkompetisi, struktur PKS tetap solid dan kompak" Jelas Hendi.

Pertandingan berlangsung meriah dan seru. Semua DPC menampilkan tim terbaiknya dalam berkompetisi. Karena menggunakan sistem gugur, setiap pertandingan berlangsung seru dan tim yang bermain tampil ngotot agar dapat memenangkan pertandingan.

Setelah melalui berbagai babak, keluar sebagai juara dalam turnamen ini adalah tim DPC PKS Ngemplak. Pada partai final, tim DPC PKS Ngemplak mengalahkan tim DPC PKS Andong dengan skor 5-3. Nurul selaku kapten Tim DPC PKS Ngemplak mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil sebagai juara. "Kami sangat senang dan bangga bisa memenangkan partai final ini. Kemenangan ini kami persembahkan bagi seluruh kader PKS Kecamatan Ngemplak." Ungkapnya dengan gembira. Sementara itu, Kapten tim DPC PKS Andong Dwi Mardiyanto mengakui kekalahan timnya pada partai final tersebut. "Kami sudah menampilkan permainan terbaik, tapi mereka bermain lebih baik dari kami. Selamat kepada tim DPC PKS Ngemplak. " Ucapnya.

PKS Boyolali akan menjadikan turnamen futsal antar DPC ini sebagai agenda tahunan dan akan menggelar turnamen-turnamen yang lain untuk meningkatkan ukhuwah dan soliditas sesama kader. (AFR)

14 Mei 2016

Abdul Kharis: Pemuda itu Harus Nekad


Boyolali (14/5) - Hamasatusysyabab adalah karakter semangat yang kuat dan membaja. Semangat tersebut menjadi atribut bagi pemuda dalam berdakwah. Pesan itulah yang disampaikan Aleg DPR RI dari Dapil Jateng V, Abdul Kharis Al Masyhari saat bertemu puluhan aktivis pemuda Boyolali. "Pemuda dalam berdakwah dan membina itu modalnya hanya nekad, bahkan kalau salah dan kurang perhitungan nggak masalah karena itulah naluri alamiah pemuda" Tutur Anggota FPKS DPR RI tersebut. Lebih lanjut, beliau menggambarkan bahwa pemuda ibarat gas dalam sebuah kendaraan yang tugasnya mendorong untuk terus maju. "Kalau ada pemuda aktivis dakwah tidak punya binaan dalam dakwah maka pemuda itu sedang sakit"Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Abdul Kharis menyampaikan testimoninya tentang perjuangannya dalam memulai aktivitas dakwah. Pada awal- awal kuliah bagaimana beliau setiap dua minggu sekali berkeliling ke kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk membina para pemuda di kota-kota tersebut. "Kalian para pemuda harus menyadari bahwa dakwah ini lahir dari para pemuda maka kalian harus maju dan progresif dalam berdakwah"Tegasnya.

Di akhir diskusi santai, Abdul Kharis yang juga menjadi anggota Perbakin ini berpesan bahwa akhir-akhir ini paham komunis mulai berani menunjukkan gerakan dan konsolidasi yang signifikan. Khususnya di Boyolali gerakan komunis menjadi perhatian. Oleh karena itu gerakan komunis harus diwaspadai. "Anak-anak muda jangan sampai terjangkiti virus komunis, untuk itu aktivis pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membela Pancasila dan NKRI" Pungkasnya. (AFR)

Saksikan…!!! Turnamen Futsal Antar DPC PKS se-Kabupaten Boyolali



Boyolali (14/5) Masih berkaitan dengan semarak Milad PKS ke 18, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Boyolali akan menggelar Turnamen Futsal Antar DPC PKS se-Kabupaten Boyolali besok hari Ahad, 15 Mei 2016. Kegiatan yang akan berlangsung di Lapangan Setia Futsal Boyolali ini akan diikuti oleh 20 tim yang merupakan perwakilan DPC PKS se Kabupaten Boyolali.

Ketua Panitia Turnamen, Sulaiman dalam siaran persnya mengatakan bahwa panitia sudah siap menggelar event tersebut. “Persiapan acara sudah mencapai 90% kira-kira.” Jelas Sulaiman. Lebih lanjut Sulaiman menjelaskan kalau turnamen ini memperebutkan Piala Ketua DPD PKS Boyolali. “Ada 3 kategori juara yaitu juara 1, 2, dan 3. Masing-masing selain mendapat piala kejuaraan juga akan mendapat uang pembinaan.” Pungkasnya.

Dalam turnamen ini setiap DPC hanya diijinkan mengirimkan satu tim dengan jumlah 6 orang dalam satu tim. Ketentuan lain dalam turnamen ini adalah tim yang dikirim merupakan pengurus atau kader terbina yang tinggal di DPC tersebut.

Terpisah, Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan rangkaian semarak milad PKS ke 18 yang sebelumnya telah berlangsung sejak bulan April lalu. “Turnamen ini merupakan acara puncak rangkaian semarak milad PKS ke 18.”Jelasnya. Dirinya berharap agar event ini dapat dijadikan ajang konsolidasi struktur dan kader. “Satu tahun awal kepengurusan ini targetnya adalah konsolidasi struktur dan kaser. Saya berharap event ini semakin menguatkan soliditas struktur dan kader.”Pungkas Nur Achmad. (HSM)