23 September 2014

Majukan Ekonomi Kreatif, Dennis: Buang Tifatul Jauh-jauh ke Arab! [TANGGAPAN]


Itu adalah judul sebuah berita di situs metrotvnews Sabtu kemarin (20 September 2014). Berikut isi lengkapnya:

 Majukan Ekonomi Kreatif, Dennis: Buang Tifatul Jauh-jauh ke Arab!

Jakarta: Industri ekonomi kreatif kini tengah tumbuh pesat. Tak jarang banyak anak muda yang memiliki kreativitas tinggi menjadikannya lahan bisnis.

Salah satu pelaku industri ekonomi kreatif, Dennis Adhiswara, mengaku respons masyarakat kini sangat positif pada produk industri ekonomi kreatif. Dirinya pun memiliki harapan tersendiri pada pemerintahan mendatang.

"Pertama perbanyak ruang eksibisi dan kegiatan pameran untuk para pelaku industri kreatif dalam memamerkan hasil karyanya. Kedua, perbanyak workshop juga untuk kami dan UKM-UKM sehingga kami bisa mengelola usaha dengan baik," tuturnya pada Metrotvnews.com, di Popcon Asia 2014, di Gedung Smesco Hall, Jakarta, Sabtu (20/9/2014).

Harapan berikutnya yakni mengganti Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, dengan orang-orang yang lebih kompeten dibidangnya.

"Buang Tifatul jauh-jauh ke Arab. Kita butuh internet yang maju dengan koneksi cepat, bukan maju mundur seperti sekarang," tegasnya.

Harapan terakhir adalah pemerintah mau membangun infrastruktur agar koneksi internet semakin kencang dan tersebar merata di seluruh Indonesia.

"Kita punya banyak orang-orang kreatif yang tersebar di seluruh pulau Indonesia yang sulit memperlihatkan karyanya karena terbatas dengan koneksi internet," tutupnya.

Sekadar informasi, Dennis Adhiswara adalah aktor dan model terkenal yang kini beralih profesi berbisnis di industri ekonomi kreatif. Ia meluncurkan Layaria.com yang merupakan portal video studio online yang memamerkan video-video pendek berdurasi di bawah lima menit.

Ada puluhan video kreatif karya anak bangsa yang padat akan unsur nusantara dan kedaerahan yang dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat disitus www.layaria.com.

(sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/09/20/294344/majukan-ekonomi-kreatif-dennis-buang-tifatul-jauh-jauh-ke-arab)

CATATAN:

Pertama, saya kaget membaca judul dan isi yang tidak ber-etika semacam ini. Bahkan penuh kebencian. Terlebih bawa-bawa "Arab". Maksudnya apa? Maunya apa? Apa ini bukan RASIS? Terus apa membuang/mengusir orang itu bukan penghinaan? Apa ucapan seperti ini tidak akan kena delik UU ITE? Masih hangat dalam ingatan kita kasus Florence Sihombing yang dipolisikan gara-gara memaki-maki kota Yogyakarta di media sosial.

Kedua, soal internet lambat di era Tifatul jadi Menkominfo. Benarkah demikian? Internet Indonesia tahun 2014 ini menurut laporan Akamai sudah mencapai 2,37 Mbps, naik hampir 400% dari waktu pertama pak Tifatul menjabat.

Ini FAKTA. Ragu? cek deh laporan akamai di sini, pada jaman menteri sebelumnya menjabat, kecepatan internet Indonesia malah turun 20% dari pertama waktu menjabat.

Mungkin peningkatan kecepatan internet yang sudah dicapai Tifatul (naik 400%) belum sesuai harapan Dennis Adhiswara. Tapi mengatakan bahwa kecepatan internet di era Tifatul mengalami kemunduran adalah sebuah kebohongan publik.

 Secara teknologi kecepatan Internet HSPA di Indonesia sudah bisa up to 21 Mbps utk Downlink dan 5,6 Mbps utk uplink, krn sudah menggunakan modulasi 64 QAM.

Utk 4G/LTE in practical bisa sampai 70 Mbps (in theory bisa 120 Mbps). Bpk Tifatul pernah merasakan menggunakan LTE pada saat trial LTE di event APEC 2013.

Jadi, si Dennis itu lah yg gaptek
Biasa lah banyak haters yg kurang cerdas. Hehe. (komen M Irwan Harahap via fb)

Ketiga, kritik tentang penyebaran internet yang dikatakan belum merata di seluruh Indonesia. Tentang hal ini bisa dibaca penjelasan Tifatul Sembiring yang pernah disampaikan langsung ke publik di media social lewat twitter. (Baca: Tifatul Beberkan Prestasi Kemenkominfo di Twitter)

Beberapa point yang disampaikan Menkominfo lewat akun @tifsembiring, awal Agustus 2014 kemarin (1/8/2014) :

 - Ttg yang tidak puas dg kinerja saya sebagai Menkominfo, saya ucapkan terimakasih atas segala masukkannya. Saya sendiri juga belum puas..

- Ada kritik yg membangun dan ada (juga yang) bernada menjatuhkan. Saya mengamati ini. Ada yg kebelet sekali jadi menteri. Silakan, bungkus.

- Profesionalitas itu bukan ngaku2, tapi ada prestasi yg bermanfaat, diakui orang lain. Terserah Presiden, sampeyan dipilih atau tidak.

- Menilai keberhasilan seorang menteri bukan oleh orang2 ambisi begini, evaluasi jalanan, semua itu ada ukurannya, tercatat dan terukur.

- Seluruh program2 kementerian itu dalam rangka menjalankan RPJMN, janji-janji kampanye Presiden, program 100 hari, Instruksi2 Presiden..

- ..keputusan2 Presiden, arahan2 Presiden dan Menko2, kerjasama antar kementerian, dan disepakati anggaran dan program kerjanya oleh DPR.

- Bukan asal dikerjakan, ada yang mengawasi dan mengukurnya seperti UKP4, secara administrasi ada pengawasan berjenjang...

- Ada Kementerian PAN dan RB, ada audit BPK, konsultasi dg BPKP, ada penilaian oleh KPK, ada aparat penegak hukum yg mengawasi, ada DPR...

- Jadi bukan asal kerja, ada perencanaan, ada visi misi, kalau ingin mengevaluasi silakan. Bukan keinginan orang perorang, ini negara...

- Banyak yang sudah dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono, banyak yang mensyukuri dan menghargai termasuk lembaga2 dari luar negeri.

- Bahkan Indonesia sekarang masuk dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia, versi World Bank. Puas? Tentu belum, masih banyak masalah....

- Untuk Kemenkominfo, sesuai RPJMN, bdg infrastruktur, Alhamdulillah: Hampir seluruh desa di Indonesia sudah masuk telefon(lk 72.000 desa)

- Seluruh kecamatan sudah masuk internet baik 5748 PLIK maupun 1970 MPLIK. Hampir seluruh kota dan kabupaten sudah ada sarana wifi gratis.

- Jaringan fiber optic Palapa Ring, hampir 90% selesai, wilayah coverage hp mencapai 95%, stasiun TVRI dibangun sebanyak 31 stasiun.

- Migrasi sistem televisi dr analog ke digital, PNBP Kemenkominfo naik jadi Rp 13,6 Trilyun/thn, anggaran yg dipakai Rp 3 trilyun/thn. (artinya, Kemenkominfo memberi pemasukan untuk negara sebesar Rp 10 Trilyun/tahun -ed)

- Ajang INAICTA (Indonesia ICT Award) tiap tahun, tlh melahirkan inovator2 baru ICT. Proyek e-learning yg menyambungkan 500 SD, SMP di DIY

- Pembangunan e-health di Sumbar, dimulainya teknologi baru LTE. Open source wajib dipakai di PLIK dan MPLIK, Indonesia OpenSource Award

- ICT pura, Cyber Jawara, ICT Training center UIN, Pusat training TIK Cikarang, ST MMTC di Yogyakarta. Bea siswa S2, S3 IT dan komunikasi.

- Kampanye internet sehat dan aman, kominfo goes to mall, Kartini Next Generation kreatifitas para wanita, PEGI peringkat e-gov Indonesia.

- Soal open BTS, jangan ngaku2 produk sendiri. Ilmuwan itu harus jujur dan ilmiah, ini kreatifitas Harvind Samra dan David Burgess...

- Saya tidak menolak open BTS, tapi karena menggunakan frekuensi, mk harus ada izin spektrum. Ini berlaku bagi semua pihak tanpa kecuali.

- Soal blokir konten, tentu ada mekanismenya. Ada Tim trust positif di bawah Ditjen Aptika, ada aturannya dalam UU dan PP dll.

- Selama ini hal tsb diatur dlm peraturan Dirjen Aptika, lalu dinaikkan jadi PM. Ada aduan masyarakat melalui pengaduan konten negatif.

- Ada lembaga2 yang berwenang meminta pemblokiran, seperti OJK mis?: situs forex yang di black list, LPOM mengenai makanan dan obat2an...

- Dari Kepolisian, dari BNN, ttg hal2 yg membahayakan keamanan negara. Ada mekanismenya, tidak asal blokir, ada sistem yang bekerja.

- Mereka tim trust positif ini mengawasi terus, dan tidak perlu izin menteri untuk memblokir sesuatu yang memang jelas konten negatif.

- Soal situs vimeo memang mengandung banyak konten porno, kita minta kesediaan mrk untuk memblok yg porno2 saja. Belum ada jawaban jelas.

- Soal komik manga, xhamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2...

- Kalau ada yang membuka kembali konten2 internet yg dilarang oleh UU, tentu akan berhadapan dg bagian masyarakat yg anti pornografi.

- Terakhir, saya menghimbau seluruh pengguna socmed agar berbicara sopan dan menggunakan sarana ini untuk hal2 yang lebih produktif.

- Banyak manfaat positif spt: untuk penelitian, bisnis, pertemanan, pengumpulan data, promosi daerah dsb. Terimakasih atas atensinya.
Demikian beberapa CATATAN menanggapi pernyataan Dennis Adhiswara yang saya nilai bicara tidak sesuai dengan fakta. (ibn)

Sumber: PIYUNGAN ONLINE

HNW : PKS Solid Mendukung Pilkada lewat DPRD


Jakarta (22/9) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa PKS solid mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal ini disampaikan Hidayat ketika menerima perwakilan-perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam di ruang rapat pleno FPKS DPR RI, Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/9).
"PKS solid mendukung pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Koalisi Merah Putih dan PKS didalamnya solid mendukung pilkada lewat DPRD. Hal ini sesuai dengan konstitusi negara, nilai-nilai luhur budi pekerti bangsa kita, dan ajaran-ajaran Islam," tegas Hidayat.
Hidayat yang juga menjabat Ketua Badan Kebijakan Publik (BKP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS menganggap Pilkada langsung pada kenyataannya justru menjadi pemicu konflik horisontal di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa money politics yang marak ketika pilkada tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.
"Pilkada langsung pada perkembangannya menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat Indonesia yang sebenarnya rukun dan cinta damai. Selain itu pilkada langsung juga marak dengan money politics. Pilkada langsung lebih banyak mudharat-dampak negatifnya daripada maslahat-manfaatnya," papar Hidayat.
Saat ini ada empat kader PKS yang menjabat sebagai gubernur di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Maluku Utara. Selain itu ada banyak kader PKS yang menjabat sebagai kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Walaupun demikian PKS tetap komit mendukung pilkada lewat DPRD. "Kami mendukung pilkada lewat DPRD bukan karena hasrat kekuasaan, terapi kami ingin memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya rakyat," pungkas Hidayat.

Sumber: pks.or.id

22 September 2014

PKS Jateng Gelar Rekrutmen Relawan Media

image
 Semarang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah terus berupaya memaksimalkan berbagai cara untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan melakukan optimalisasi relawan media untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mensukseskan hal itu, Bidang Humas PKS Jateng menggelar rekrutmen relawan media PKS Jateng.
“Melalui relawan ini, nantinya diharapkan segala bentuk pelayanan dari PKS untuk masyarakat dapat terdokumentasikan dengan baik, semakin banyak relawan, semakin mudah untuk memaksimalkan dokumentasi dan informasi PKS,” terang Iky Putri, Sekretaris Bidang Humas PKS Jateng, Ahad (21/9/2014).
Setelah melakukan rekrutmen, relawan media yang disosialisasikan pada Ahad (21/9/2014) tersebut dibagi menjadi lima kategori relawan.”Ada Tim Penulis, Design Grafis, Videografi, Fotografi dan Social Media,” tukasnya.
Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, selain para relawan humas, juga turut hadir perwakilan dari berbagai kampus ternama di Semarang, untuk selanjutnya akan menjadi bagian dari relawan media PKS.

Sumber: pksjateng.or.id

21 September 2014

Anis Matta : PKS akan Menjadi World Class Political Party


Jakarta (21/9) - Silaturahmi Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki hari kedua. Pada kesempatan ini, Presiden PKS Anis Matta menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya akan menjadi World Class Political Party. Demikian disampaikan Anis pada acara Silagnas PKS di Jakarta (21/9).
"Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus mengembangkan kapasitas dan pada akhirnya kita pantas memimpin negara. Dengan terus meningkatkan kapasitas, PKS bukan hanya akan pantas memimpin negeri ini, namun partai ini akan menjadi world class political party," tegas Anis.
Kini PKS memiliki lebih dari 1200 anggota legislatif (aleg) dari tingkat DPRD kabupaten/kota hingga DPR RI. Anis menganggap hal ini adalah suatu kenyataan yang harus kita hadapi dengan penuh kesyukuran.
"Ini adalah fase baru dalam kehidupan aleg PKS. Fase di mana kader PKS bisa memperluas jangkauan dakwahnya. Kita sikapi fenomena ini dengan rasa syukur, semoga ke depannya kader-kader PKS bisa berkontribusi lebih banyak bagi negeri ini," ujar Anis.
Menanggapi isu koalisi, Anis menganggap posisi PKS sebagai partai oposisi sebagai sebuah resiko perjuangan. Ia menambahkan bahwa tradisi menjadi partai oposisi bukan hal baru di partainya.
"Sekarang kita menjadi oposisi dan jangan pernah bersedih karena kita oposisi. Ketika Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden PKS dan jumlah kita di parlemen hanya 7 orang, kita pernah menjadi oposisi. Menjadi oposisi adalah resiko perjuangan," pungkas Anis.
PKS mengokohkan visi dakwah parlemen kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia. Sebagai partai berazas Islam, anggota legislatif (DPR dan DPRD) PKS diharapkan mampu menjalankan fungsi kedewanan sebagai alat untuk menyampaikan dakwah bagi kebaikan dan
mencegah kerusakan bagi umat dan bangsa Indonesia. Untuk itulah PKS menggelar acara Silagnas yang dihadiri anggota DPR/D dari total 1.217 kader PKS yang duduk di lembaga legislatif mulai tingkat DPR (40 anggota), DPRD tingkat I (160 anggota) dan DPRD tingkat 2 (1.017 anggota).
Sumber: pks.or.id

Aleg PKS Teguhkan Komitmen dengan Tandatangani Pakta Integritas


Jakarta (21/9) - Ketua Badan Kebijakan Publik (BKP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memimpin penandatanganan pakta integritas anggota DPR/D pada Silaturahmi Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) PKS yang diselenggarakan di Jakarta (21/9). Pakta Integritas, ujar Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR ini, mewajibkan anggota DPR/D dari PKS untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, serta menghindarkan diri dari perilaku korupsi.
"Sebenarnya soal tersebut sudah diatur, namun pakta integritas ini untuk menegaskan kembali komitmen anggota dewan PKS untuk bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat dan tidak korup. Kami ingin anggota dewan dari PKS menjadi teladan dalam berparlemen," kata Hidayat.
PKS mengokohkan visi dakwah parlemen kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia. Sebagai partai berazas Islam, anggota legislatif (DPR dan DPRD) PKS diharapkan mampu menjalankan fungsi kedewanan sebagai alat untuk menyampaikan dakwah bagi kebaikan dan mencegah kerusakan bagi umat dan bangsa Indonesia. Untuk itulah PKS menggelar acara Silaturahim Anggota Legislatif Nasional (Silagnas) yang dihadiri anggota DPR/D dari total 1.217 kader PKS yang duduk di lembaga legislatif mulai tingkat DPR (40 anggota), DPRD tingkat I (160 anggota) dan DPRD tingkat II (1.017 anggota).
Sumber: pks.or.id

20 September 2014

Duri-Duri Yang Merusak Ukhuwah


Mencintai sesama mukmin dan mengikat tali ukhuwah (persaudaraan) merupakan suatu perbuatan yang amat mulia dan sangat penting. Allah SWT menyatakan persaudaraan sebagai sifat kaum mukminin dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, seperti dalam firman-Nya :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (Al Hujuraat : 10)
Persaudaraan yang terjalin di antara kaum mukmin sesungguhnya merupakan anugrah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya :
وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara”
( Ali Imran : 103)
هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ . وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan- Nya dan dengan para mu’min, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka” ( Al-Anfaal : 62-63)
Seiring perjalanan waktu, tali ukhuwah yang telah terjalin terkadang bisa mengendur, bahkan putus sama sekali dikarenakan virus-virus yang berjangkit di hati, antara lain :
1. Tamak akan kenikmatan dunia
Banyak kasus dua orang sahabat yang saling mencintai dengan tulus sehingga masing-masing merasa berat untuk berpisah dari kawannya, tiba-tiba sikap mereka berubah ketika tergiur dengan gemerlap dunia dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Apa yang akan kita lakukan seandainya ada peluang rizki di mana kita dan saudara kita sama-sama membutuhkan? Sering terjadi dua orang sahabat saling bersaing, saling jegal demi mendapatkan satu pekerjaan. Di sinilah sifat itsar (mendahulukan saudara) kita diuji.
Sebaik-sebaik sifat itsar adalah yang seperti dilakukan oleh kaumAnshar terhadap kaum Muhajirin sebagaimana diabadikan dalam Al Hasyr : 9 berikut ini.
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”(Al-Hasyr:9)
2. Tidak santun dalam berbicara
Hal ini merupakan pintu yang paling leluasa bagi setan untuk masuk menebar bibit-bibit perselisihan dan permusuhan di antara sahabat. Banyak yang beranggapan, hubungan istimewa yang terjalin dengan sahabatnya membebaskannya dari tutur kata yang sopan.
Contoh gaya bicara kepada saudara kita yang harus dihindari adalah :
a. Berbicara dengan nada suara tinggi dan menggunakan kata-kata kasar
Di dalam Al Qur’an, Allah mengisahkan wasiatLuqman dalam mendidik anaknya :
وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
“Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”(Luqman : 19).
Ali binThalib berkata : “Barangsiapa lembut tutur katanya, niscaya manusia suka dengannya”.
b. Tidak mendengar saran saudaranya, enggan menatap ketika berbicara atau memberi salam, tidak menghargai keberadaannya.
Seorang ulama salaf berkata : “Ada orang yang memberitahuku tentang suatu hadits, padahal saya telah mengetahuinya sebelum ia dilahirkan, namun kesopanannya mendorongku untuk tetap mendengarnya hingga selesai.”
Kemuliaan akhlakRasulullah membawa beliau untuk tetap mendengar dan tidak memotong kata-kata seorang musyrik bernama ‘Utbah. Ketika berhenti,Rasulullah bertanya kepadanya : “Apakah engkau sudah selesai, hai Abul-Walid (panggilan ‘Utbah)?”
c. Bercanda secara berlebihan
Canda ringan dalam batas kesopanan dan tidak keluar dari ruang lingkup yang benar akan menambah kelenturan dan kehangatan hubungan ukhuwah. Sebaliknya, canda yang berlebihan dan melampaui batas kesopanan akan mempercepat kehancuran ukhuwah.
d. Sering mendebat dan membantah
Sering mendebat dan membantah diikuti oleh dampak negatif lainnya seperti menganggap unggul ide, sering mengkritik ide sahabat, sok tahu, menggunakan kata-kata pedas yang bernada merendahkan pemahaman, cara berpikir, dan kekuatan penguasaannya terhadap suatu masalah. Sesungguhnya salah satu faktor paling signifikan yang dapat memicu rasa benci dan dengki antara sahabat adalah kebiasaan berselisih/berbantah-bantahan yang seringkali tanpa didasari oleh ketulusan dalam upaya mencari kebenaran. Perselisihan juga terkadang menjebak keduanya dalam pembicaraan mengenai masalah yang masih samar, tanpa dalih argumen yang jelas. Perselisihan juga mendorong salah seorang di antara kedua sahabat tersebut terus berbicara, kendati tiada hasil yang dicapai, selain memperburuk hubungan dan mengubah sikap. Sabda Rasulullah :
إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat keras kepala dan suka membantah” (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad)
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ
“Tiada kaum yang menjadi sesat setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka suka saling berbantah-bantahan” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
“Aku adalah penghulu (kepala) rumah di taman surga – yang diperuntukkan – bagi orang-orang yang menghindari perdebatan (perselisihan) , sekalipun dalam posisi yang benar” (HR. Abu Dawud)
e. Kritikan keras yang melukai perasaan
Salah satu faktor yang dapat merusak suasana pembicaraan dan hubungan ukhuwah adalah menyerang dengan kritikan bernada keras atau kritikan yang tidak argumentatif. Seperti ungkapan : “Semua yang kamu katakan adalah salah, tidak memiliki dalil yang menguatkan.” Atau : “Kamu berseberangan dengan saya.”
Jika antum seorang yang beretika baik, seharusnya yang antum katakan adalah : “Beberapa sisi dalam pendapatmu itu perlu dipertimbangkan lagi”, “Menurut hemat saya….”, “Saya mempunyai ide lain, harap antum menyimaknya dan memberi penilaian”, dan ungkapan-ungkapan serupa lainnya.
3. Sikap Acuh/tidak care atau cuek
Ukhuwah yang tidak dihiasi dengan kehangatan perasaan dan gejolak rindu, adalah ukhuwah yang kering. Ia akan segera gugur dan luntur.
Imam Ahmad dalam bukunya az-Zuhd dan Dunya, menceritakan bahwa pada suatu malamUmar bin Khaththab teringat kepada seorang sahabatnya, dan ia terus bergumam lirih : “Mengapa malam ini terasa begitu panjang.” Maka setelah menunaikan shalat Subuh, Umar segera menemui sahabatnya itu dan memeluknya dengan erat. Subhanallah…..Itulah perasaan yang membuat seseorang merindukan saudaranya, sehingga berangan-angan agar tidak berpisah darinya, baik di dunia maupun di akhirat.
Berempati atas semua musibah dan penderitaan yang dialami saudara atau sahabat serta memperhatikan keperluan-keperluannya merupakan salah satu hal yang bisa mempererat ukhuwah. Seorang ulama salaf berkata : “Jika seekor lalat hinggap di tubuh sahabatku, aku benar-benar tidak bisa tinggal diam (Abu Hayyan at-Tauhidi, al-Mukhtar minash Shadaqah wash-Shadiq, hlm. 143).
Perasaan yang tulus juga akan mendorong seseorang untuk mendoakan sahabatnya ketika berpisah dan menyebut namanya dalam waktu-waktu terkabulnya do’a.
Sabda Rasulullah :
“Doa seorang muslim untuk kebaikan saudaranya yang dilakukan dari kejauhan, niscaya akan dikabulkan”. (HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad)
4. Mengadakan Pembicaraan Rahasia
إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آَمَنُوا
“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, agar orang-orang yang beriman itu berduka cita” (Al-Mujadilah : 10)
Dalam riwayat Ibnu ‘Umar ra dinyatakan bahwaRasulullah saw bersabda :
إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ
“Jika kamu bertiga, maka janganlah dua di antara kamu membuat pembicaraan rahasia , kecuali jika orang ketiga mengizinkan, karena perbuatan itu dapat membuatnya sedih”.(Ahmad)
5. Keras kepala, enggan menerima nasihat dan saran
Sikap keras kepala dan enggan mnerima nasihat, membuat seorang sahabat merasakan adanya dinding pemisah antara diri antum dan dirinya. Ia merasa sulit untuk terbuka dalam setiap pembicaraan dengan antum, bahkan -mungkin- menganggapmu sombong.
Rasulullah saw sering didatangi oleh para sahabat dan istri-istri beliau untuk memberikan ide dan saran dalam berbagai hal. Beliau mau menerima dan menuruti saran mereka dengan senang hati, sekalipun dalam bentuk pernyataan keberatan, kritik, atau sekedar pertanyaan.
Sumber: al-intima.com

29 Kebakaran Terjadi dalam 9 Bulan, Warga Diimbau Waspada


BOYOLALI – Jumlah kasus kebakaran di Kota Susu mencapai 29 kejadian selama Januari-September 2014. Nilai kerugian materiil akibat kebakaran sekitar Rp900 juta.
Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran selama musim kemarau ini.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto, mengemukakan kasus kebakaran tersebut didominasi kebakaran di rumah warga. Dari 29 kasus, menurut dia, mayoritas disebabkan terjadinya hubungan pendek arus listrik atau korsleting.
“Untuk itu kami mengimbau, agar masyarakat senantasa memeriksa jaringan instalasi listrik di rumahnya masing-masing, guna memastikan tidak terjadi korsleting, ” ungkap Purwanto ketika ditemui wartawan di kantor BPBD setempat, Selasa (16/9/2014).
Ia menambahkan warga perlu waspada terhadap pemicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, lupa mematikan kompor, dan sebagainya.
Purwanto menambahkan data sebaran kasus kebakaran di Kabupaten Boyolali cukup merata, baik di wilayah utara maupun di perkotaan. “Ya sejauh ini total kerugian materiil hampir mencapai Rp1 miliar,” imbuh dia.
Ditemui sebelumnya, Kepala BPBD Boyolali, Suyitno, mengatakan, terkait antisipasi bencana kebakaran hutan, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dan Balai Taman Nasional Gunung Merbab (BTNGM), hingga PT Perhutani.
Sebab potensi kebakaran hutan di Boyolali selain di wilayah pegunungan, juga berpotensi terjadi di kawasan hutan di wilayah Boyolali utara.
sumber: solopos.com

18 September 2014

Kesederhanaan Pejabat ini Perlu Diteladani


Seharusnya para pejabat Indonesia saat ini perlu mengingat kisah keteladanan menteri zaman dahulu. Gaya sederhana mereka patut ditiru dan diacungi jempol karena tak jarang selalu menolak kemewahan saat menjabat posisi penting di pemerintahan.

Berikut beberapa kisah keteladanan menteri-menteri Indonesia zaman dulu seperti dirangkum merdeka.com

1. Bung Hatta, malu jemput ibunda pakai mobil dinas

Kisah tentang Bung Hatta dan mobil dinasnya ini diceritakan oleh pengusaha Hasjim Ning dalam otobiografinya karangan AA Navis. Hasjim Ning juga merupakan keponakan Bung Hatta.

Hasjim Ning bercerita tentang Bung Hatta yang dikenal sebagai pemimpin berjiwa bersih, jujur, dan sederhana. Cerita ini terjadi pada awal tahun 1950, saat itu Indonesia dalam bentuk Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar.

Bung Hatta bertindak sebagai perdana menteri sementara presiden adalah Bung Karno. Pada suatu hari, Bung Hatta kangen dengan ibundanya yang sudah lama tidak ditemui. Hasjim Ning diminta Bung Hatta untuk menjemput ibundanya, Ibu Saleha atau dipanggil Hasjim dengan sebutan Mak Tuo ke Sumedang, Jawa Barat.

Dalam pikiran Hasjim Ning, seharusnya Bung Hatta sebagai anak yang datang menjemput ibunya. Sebagai perdana menteri, hal itu akan baik bagi pamor Bung Hatta. Terutama apabila dalam kunjungan turut disertakan para wartawan. Dalam pikiran Hasjim Ning juga, Ibu Saleha akan sangat bahagia apabila mendapat kunjungan dari anaknya yang menjabat perdana menteri.

Namun, Hasjim tidak bisa menyampaikan pikirannya itu kepada Bung Hatta. "Sebab aku maklum, apabila Bung Hatta telah berkata, kata-katanya itu sudah ia pikirkan dengan seksama. Maka ia tidak akan mengubahnya," demikian Hasjim Ning.

Namun, Hasjim mengusulkan agar Mak Tuo dijemput dengan mobil Bung Hatta sendiri. Maksud Hasjim, biar Mak Tuo senang dan bangga.

Apa jawaban Bung Hatta? "Tidak bisa. Pakai saja mobil Hasjim," kata Bung Hatta. Menurut Hasjim, apa salahnya ibunda seorang perdana menteri naik mobil anak kandungnya? Siapa tidak akan setuju? Rakyat juga akan menerima dengan wajar karena menghormati pemimpinnya.

Alasan Bung Hatta menunjukkan betapa bersih dan jujur jiwanya. "Mobil itu bukan kepunyaanku. Mobil itu milik negara," kata Bung Hatta.

Begitulah Bung Hatta, sosok yang selalu merasa bersalah jika menyalahgunakan wewenang dan fasilitas negara yang diberikan kepadanya. Dia tidak mau fasilitas negara digunakan untuk kepentingan pribadi.

2. Mohammad Natsir, menteri berkemeja usang

ika pejabat lain sibuk memperkaya diri, maka Mohammad Natsir adalah pengecualian. Natsir sederhana dan teguh. Sosoknya menjadi teladan sepanjang zaman.

Natsir menjabat menteri penerangan tahun 1946 dan perdana menteri Indonesia tahun 1950-1951. Dengan dua jabatan mentereng itu, seharusnya Natsir bisa hidup mewah. Tapi hidupnya jauh dari kaya. Saat itu Natsir hanya memiliki sebuah mobil De Soto yang sudah tua. Mobil itu susah payah dibelinya dengan menabung bertahun-tahun.

Dalam 'Seri Buku Tempo, Natsir, politik santun di antara dua rezim' dikisahkan suatu hari ada seorang tamu yang datang ke rumah Natsir. Tamu itu berniat memberikan sebuah mobil Chevrolet Impala. Pada tahun 1956 mungkin Chevrolet Impala itu sekelas Toyota Royal Saloon yang biasa digunakan pejabat RI saat ini.

Anak-anak Natsir yang menguping pembicaraan tamu dan ayah mereka, sangat gembira. Terbayang betapa nikmatnya mengendarai Chevrolet Impala yang besar dan mewah itu. Tapi harapan mereka buyar. Natsir dengan halus menolak pemberian itu. Lemaslah mereka.

"Mobil itu bukan hak kita. Lagipula yang ada masih cukup," ujar Natsir menghibur anak-anaknya. Saat itu Natsir masih menjadi pejabat negara. Dia masih menjadi Ketua Fraksi Masyumi. Kontras benar dengan gaya para pemimpin fraksi saat ini yang bergaya necis dan bermobil mentereng.

Bukan hanya mobil, keluarga Natsir pun kesulitan membeli rumah. Saat menjadi menteri bertahun-tahun mereka harus menumpang hidup di paviliun sahabat Natsir, Prawoto Mangkusaswito, di kampung Bali, Tanah Abang. Ketika pemerintah RI pindah ke Yogyakarta, Nasir menumpang di paviliun milik keluarga Agus Salim.

Baru tahun 1946 akhir, pemerintah kemudian memberikan rumah dinas untuk Natsir. Inilah untuk pertama kalinya keluarga Natsir tidak perlu menumpang lagi. Rumah itu berada di Jl Jawa, Jakarta Pusat.

Kesederhanaan Natsir tercermin dalam berbagai hal. Kemeja lusuhnya yang cuma dua helai, jasnya yang bertambal dan sikapnya yang santun. Para pegawai kementerian penerangan pernah urunan membelikan Natsir kemeja baru. Hal itu dilakukan agar Natsir tampak pantas sebagai menteri. Natsir memang teladan menteri yang langka.

3. H Agus Salim, hidup melarat tak pernah mikir gaji

Tidakkah para pejabat daerah ini berkaca pada apa yang sudah ditunjukkan pahlawan nasional Haji Agus Salim? Dia lahir dengan nama Mashudul Haq atau pembela kebenaran. Dalam pemerintahan RI, dia beberapa kali duduk dalam kabinet, sebagai menteri muda luar negeri Kabinet Sjahrir II (1946), dan kabinet Sjahrir III (1947), menteri luar negeri kabinet Amir (1947), menteri luar negeri kabinet Hatta (1948-1949).

Menurut catatan harian Prof Schermerhorn, pemimpin delegasi Belanda dalam perundingan Linggajati, Agus Salim adalah orang yang sangat pandai. Seorang jenius dalam bidang bahasa. Mampu bicara dan menulis dengan sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Hanya satu kelemahan dari Haji Agus Salim, yaitu hidup melarat.

Dalam catatan M Roem, kehidupan Haji Agus tidak hanya sederhana, bahkan mendekati miskin. Keluarga Haji Agus Salim pernah tinggal di Gang Lontar Satu di Jakarta. Kalau menuju ke Gang Lontar Satu, harus masuk dulu ke Gang Kernolong, kemudian masuk lagi ke gang kecil. Bisa dibayangkan, mana ada pejabat sekarang yang tinggal di "cucu" gang.

Haji Agus Salim tidak pernah berpikir soal rumah mewah dan megah layaknya pejabat sekarang. Dulu setiap enam bulan sekali dia punya kebiasaan, mengubah letak meja kursi, lemari sampai tempat tidur. Kadang-kadang kamar makan ditukarnya dengan kamar tidur.

Haji Agus Salim berpendapat dengan berbuat demikian, dia mengubah lingkungan, yang manusia sewaktu-waktu perlukan tanpa pindah tempat atau rumah. Apalagi pergi istirahat ke lain kota atau negeri. Tidak ada dalam pikiran Haji Agus Salim, punya vila seperti para pejabat sekarang.

Mendengar cerita tentang Haji Agus Salim itu, tidakkah para pejabat yang minta naik gaji malu. Haji Agus Salim, salah satu pendiri republik ini, betul-betul menerapkan istilah yang disampaikan Kasman Singodimedjo saat bertamu ke rumahnya, leiden is lijden, memimpin itu menderita. Artinya, memimpin itu tidak untuk foya-foya.

4. Sri Sultan HB IX, cuek pakai kaos kaki berlubang

Kaos kaki berlubang. Tiga kata itu mungkin menjadi kunci cerminan bahwa almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah sosok yang sangat humanis dan penuh kesederhanaan.

Cukilan sejarah ini sempat di sampaikan oleh Sri Sultan HB X saat melakukan orasi budaya dalam acara Pengetan Panghargyan Satu Abad Sri Sultan HB IX di Pagelaran, Alun-alun Selatan, Kompleks Kraton, Yogyakarta.

Seorang sekelas Sri Sultan HB IX, yang panggilan kecilnya Dorojatun, dengan gelar saat itu sebagai Raja Yogyakarta sekaligus Gubernur Provinsi DIY tidak malu menggunakan kaos kaki berlubang dan longgar.

"Kesederhanaannya tercermin saat beliau menonton sepakbola seorang wartawan melihat di kaki beliau terpasang kaos kaki berlubang dan longgar. Sampai-sampai untuk menahan melorotnya kaos kaki digunakan gelang karet untuk mengikatnya," kata Sri Sultan IX dalam orasinya yang disambut tepuk tangan kagum dengan cerita itu.

Keponakan almarhum Sri Sultan HB IX, KRM Maswito, anak dari GMRT Karto atau GBPH Prabuningrat yang menjadi pendamping Sri Sultan HB IX, membenarkan soal cerita kaos kaki berlubang dan longgar yang sering digunakan almarhum.

"Hidup sederhana benar. Seperti yang tadi dikemukakan Pak Sultan seperti itu tidak pernah berhias, sampai beliau memakai kaos kakinya longgar ada yang punya dokumen bahwa kaos kakinya bolong, ada lubang. Itu dilihat saat beliau menyaksikan pertandingan bola di lapangan Mandala Kridosono waktu itu," kisah Maswito.

Selain kesederhanaannya, Sri Sultan HB IX juga dikenal tidak mementingkan dirinya sendiri dan keluarganya. Keluarganya baginya tidak terlalu dipentingkan beliau. Beliau mampu berkorban untuk orang lain. Sikap Sri Sultan HB IX walaupun sering bergaul dengan bangsa asing Belanda tidak pernah menganggap dirinya sebagai bangsawan.

"Ini yang tidak dikehendaki Sultan HB VIII maka dititipkan Dorojatun pada keluarga Belanda. Pendidikan seperti itulah yang harus bisa kita teladani. Sampai pada akhirnya beliau memegang pimpinan ini yang sangat dikagumi karena karakternya masih sama dengan famili yang lain. Hidup sederhana, mampu menjadi contoh, hidup jujur sebagai seorang kesatria," ungkap Masito.

Seorang kesatria, menurut ajaran Jawa adalah mempunyai jiwa nyawiji, greget, sembung dan ora minguk (tidak mudah tergoda).

"Nyawiji selalu berserikat dengan kanan kirinya dan selalu mendharmabhaktikan dirinya kepada yang mahakuasa nyawiji, greget adalah semangat, semangat supaya tidak lemah tapi tidak berlebihan, sembung mempunyai jatidiri, saya itu lain daripada yang lain. Saya begini jadi mempunyai pendirian,"ungkapnya.

Selain itu, sikap Pancasilais dan demokratis juga tercermin saat Sri Sultan memimpin rapat dan dalam kesehariannya.

"Apabila bersikap selalu demokratis. Sultan itu kalau memimpin rapat semuanya diajak bicara kemudian diberi kesempatan mengemukakan pendapat. Baru yang terakhir dia mengambil kesimpulan. Kalau saya mempunyai pendapat begini. Gimana sebaiknya? Ini sebetulnya seorang pemimpin yang kayak begitu yang diharapkan bangsanya. Jadi begini merupakan sikap Pancasilais. Ini juga mengagumkan itulah yang dipraktikkan beliau sehari hari," tegasnya.

RM Maswito menjelaskan terbentuknya karakter Sri Sultan HB IX berkat pendidikan. Doktrin dan arahan dari ayahnya Sri Sultan HB VIII kepadanya menjadi rahasia umum rakyat Yogyakarta.

"Ini sebetulnya hasil pendidikan itu dari Sultan yang ke VIII. Banyak orang tidak tahu bahwa kuncinya ada di situ. Dikira Sultan VIII bergandengan dengan Belanda akan lebih mementingkan dan lebih dari Belanda. Ini mesti lebih Belanda dari Belanda. Maka pada satu saat waktu terjadi tarik ulur kontrak politik dengan Belanda dia sampai berucap: 'andaikata ayahandamu masih ada tidak akan terjadi kayak begini'," ujarnya.

"Sultan IX kemudian menjawab 'oh berarti Anda kalau demikian anda selama ini tidak mengerti apa yang sesungguhnya maksud dari ayah saya itu'. Mereka terkaget-kaget juga mereka tidak menduga jawaban itu," katanya.

Sultan jauh hari sebelum berangkat untuk sekolah ke Belanda sudah diberi penjelasan oleh ayahnya bahwa Belanda di negaranya sana berbeda dengan Belanda yang di sini yang menjajah di Indonesia.

"Kamu akan hidup bersama mereka cukup lama nanti. Tetapi pesan saya jangan sekali-kali kamu kepincut atau malah menikah dengan Belanda. Pesan ini sangat kuat disampaikan ayah Sultan IX sebab bisa diombang-ambingkan politik Belanda. Nah itu juga salah satu pendidikan dari Sultan VIII yang sudah bertahun-tahun pisah dari keluarga," ucapnya menirukan cerita ayahnya saat itu.

Selain itu, doktrin, budaya dan pendidikan jaman itu Sultan menganggap bahwa para bangsawan dekat dengan ibunya. Bahkan ibunya menjadi sesembahan dan disembah-sembah hal ini tidak dikehendaki Sultan HB IX seperti itu.

"Karena demokratisnya beliau karena pendidikan yang cukup lama bergaul lama dengan Belanda. Yang itu tidak disadari dan diduga oleh Belanda kok bisa Sultan menjadi prorepublik. Ini kekaguman seperti saya saya tahu secara mendalam karena bapak saya GMRT Karto atau GBPH Prabuningrat menjadi pendamping Sri Sultan IX waktu disekolahkan ayahandanya Sultan HB VIII di negeri Belanda Tahun 1930," tuturnya.

Ayahnya memang khusus diberikan tugas oleh Sri Sultan VIII untuk mendampingi almarhum Sri Sultan IX selama bersekolah di Belanda.

"Jadi saya dapatkan semua cerita itu banyak terutama dari ayah saya. Termasuk bagaimana cara melayani atau meladeni Sultan itu. Ini pesan dari ayah saya, 'begini, kalau kamu melayani Sultan maka pertama jangan sekali-kali ingin mendapatkan keuntungan materi'," ucapnya.

"Kedua, apabila memberikan konsep-konsep atau minta pertimbangan jangan hanya mengatakan 'monggo dawuh dalem' tapi berikan beliau alternatif banyak. Kemudian beliau akan memilih dan akan menambahkan wawasan," imbuhnya.

"Beliau tidak suka jika menghadapi orang yang nuwun inggih. Biasanya khan orang senang mendikte tetapi beliau tidak," pungkas RM Maswito.

5. Hoegeng, menteri sederhana tolak pakai mobil dinas

Hoegeng Iman Santosa adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang kisahnya sangat inspiratif. Sebelum menjadi kapolri, Hoegeng pernah menjabat sebagai Menteri Iuran Negara (1965), dan menjadi Menteri Sekretaris Kabinet Inti tahun 1966.

Dikutip dari sebuah buku berjudul 'Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan', rupanya Hoegeng pernah menolak pemberian mobil dinas dari pemerintah saat masih menjabat sebagai Menteri Sekretaris Presidium Kabinet. Padahal kala itu Hoegeng mendapat dua mobil dinas untuk bekerja dan satu lagi untuk keluarganya.

Selain itu, Hoegeng rupanya juga ditawari mobil jenis Holden keluaran terbaru tahun 1965 untuk keluarganya. Namun apadaya dia tetap menolak pemberian itu dengan alasan sederhana. Hoegeng mengaku masih mempunyai mobil dinas Jeep Willis dari kepolisian.

Kala itu juga, Hoegeng sempat curhat kepada asisten/sekretaris kesayangannya, Soedharto Martopoespito.

"Hoegeng mau simpan dimana lagi Mas Dharto? Hoegeng tidak punya garasi lagi," kata Hoegeng kala itu kepada Soedharto.

Namun seiring waktu berjalan, Hoegeng mau tak mau harus mengambil mobil dinas itu karena sudah menjadi peraturan negara. Dia pun menitipkan mobil itu kepada Soedharto dengan alasan garasi rumahnya tak cukup, dan akan memakainya jika suatu ketika diperlukan.

"Ya sudah, tetapi tolong disimpan di rumah Mas Dharto saja ya. Suatu saat Hoegeng perlu, Hoegeng akan pinjam saja," ujarnya.

16 September 2014

Puncak Kemarau Diprediksi Pertengahan Oktober

dok.timlo.net/nanin
Sejumlah warga antri untuk mendapatkan air bersih
Boyolali – Kemarau tahun ini diprediksi semakin panjang, puncak kemarau diperkirakan hingga pertengahan Oktober mendatang. Sejauh ini dari 19 kecamatan di Boyolali, tujuh kecamatan di antaranya terdampak kekeringan. Bahkan, sedikitnya sudah 292 tangki bantuan air bersih didistribusikan ke puluhan desa dilanda kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Purwanto, mengungkapkan tujuh kecamatan terdampak bencana kekeringan meliputi Kecamatan Musuk, Selo, Juwangi, Wonosegoro, Kemusu, Andong dan Karanggede. Hanya saja, sejauh ini permintaan bantuan dropping air bersih baru di empat kecamatan.
“Sebanyak 292 tangki yang sudah disalurkan ke empat kecamatan, yakni  Juwangi, Musuk, Wonosegoro dan Kemusu,” ungkap Purwanto, Senin (15/9).
Dijelaskan Purwanto, puncak kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada pertengahan Oktober, mengingat kemarau masih panjang dan belum mencapai puncaknya. Melalui koordinasi, pihaknya menekankan kepada setiap kecamatan agar segera melaporkan wilayah terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi bencana kekeringan masyarakat setempat.
Dibandingkan kemarau tahun sebelumnya, bencana kekeringan sejauh ini belum separah tahun kemarin. Hanya saja, mengingat puncak musim kemarau mundur pada pertengahan Oktober, praktis hal ini patut diwaspadai.
Sumber: Timlo.net

15 September 2014

Makna Sesungguhnya Politik Kita | Taujih Ustadz Salim Segaf Al Jufri

image
Ustadz Salim Segaf Al Jufri
Mari kita berharap keberkahan Allah pada dakwah ini. Keberkahan itu datangnya dari keyakinan kita kepada Allah, bahwa semua kekuasaan atau kemenangan dan kekalahan itu terjadi atas kehendak Allah.
Kita tidak sependapat dengan yang mengatakan bahwa konspirasi musuh menyebabkan kekalahan kita. Mau konspirasi apapun kalau Allah tidak berkehendak ya tidak akan terjadi.mari kita melihat amal  ini dg pendekatan dakwah.
Yang menjadi evaluasi bagi kita adalah bahwa kita tergiring secara tidak sadar menjadikan politik sebagai panglima, lalu dakwah dan kaderisasi kita lupakan. Maka tolonglah slogan obah kabeh mundak akeh itu jangan dimaknai akeh (banyak) kursi dan suaranya, tapi akeh dan mundak keberkahannya. Dan itu denga tetap menjadikan dakwah sebagai misi utama kita.
Kursi itu bukan tujuan kita, kalau kita pantas menerimanya Allah akan berikan. Saya membayangkan andai seluruh anggota dewan kita di indonesia ini di sebar merata ke desa desa yang ada di seluruh negeri. Lalu berdakwah dan membina masyarakat. Kita punya kemampuan untuk itu. Insya allah keberkahan akan turun drngan cara itu, tidak ada urusannya dapat kursi atau tidak.
Yang selanjutnya, menjadi evaluasi besar bagi kita adalah bahwa kita sering membuat target target yang sebenarnya tau itu diluar kemampuan kita. Lalu kita terjebak dengan cara cara yang jauh dari keberkahan untuk memaksakan mencapai target itu. Apakah kita ini lebih sibuk dari Rasulullah? beliau selalu tertib dalam hal tidur dan bangun pagi. Di malam hari beliau serahkan dakwah di tangan Allah.beliau tidur dan qiyamullail. Sesekali bolehlah begadang. Tapi kalau menjadi politic style kita itu sudah hal yang salah.
Allah hanya ingin kita ini bekerja srmaksimal kemampuan kita. Laa yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa. Tidak perlu memaksakan pola pola dan cara cara yg diluar kemampuan kita. Mari kita semakin tawadhu' dihadapan allah. Semakin kita tawadhu' dan merasa butuh pertolongan-Nya, maka pertolongan akan mendekat. Jangan terlalu ngoyo mrnampakkaan bahwa kita ini punya kekuatan. Semakin kita berpikir kita punya kekuatan, lalu melupakan Allah, maka justru pertolongan semakin menjauh.
Itulah sebabnya para ulama mengajari kita doa, Allahummarzuqnaa ma'rifatan yas habuha bil adabi, yang artinya Ya Allah beri kami ma'rifat kepadamu, yang diiringi dengan adab terhadapMu.
Hari ini, barangkali kita mengenal Allah tapi kita tidak punya adab dan sopan santun terhadapNya. Lalu kita merasa sudah punya kekuatan, dan mulai melupakanNya. Ini namanya kita tidak beradab dan sopan santun terhadap Allah.
Jangan lupa juga, gara - gara jabatan politik lantas life style dan perilaku kita berubah. terbiasa dilayani, kesenggol dikit marah – marah, dimana mana seolah ingin menunjukkan kita ini kuat. Kita lupa berapa ton nikmat Allah yang sudah kita makan melalui mulut kita. Mari jadi orang yang biasa biasa saja, dan mrngingat bahwa semua ini pemberian Allah yang tidak akan kekal.
Pada akhirnya, mari memperbanyak dzikrullah. Imam ali berkata, inna lillahi fil ardhi aaniyatun wa huwa al qolbu. Sesungguhnya Allah itu memiliki tempat di bumi, yaitu dalam hati kita.
Kita ini standar nya ma'tsurot sughro. itupun masih suka nanya : ada yg lebih sughro lagi nggak tadz? insya Allah dengan dzikir yg banyak itu keberkahan akan turun.
Wallahu Al musta'aan.

(Taujih ini disampaikan oleh Ustadz Salim Segaf Aljufri, anggota majelis Syuro PKS, dalam forum para kader bakda subuh hari sabtu 13 september 2014, di sela sela kunjungan beliau ke kaki gunung merbabu di Desa Batur, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang)

Sumber: PKS Jateng

Bedah Kampung, Menteri Asal PKS ini Nginap Di Rumah Warga Miskin

image
Mensos Salim Segaf Aljufri.(Foto : Dwi Pujiyanto : humas PKS Salatiga)
Getasan - Menteri Sosial yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al Jufri memimpin pelaksanaan program bedah kampung di Dusun Selongisor, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (12/9). Rombongan Mensos tiba di dusun yang terletak di ketinggian 1,400 meter dpl tersebut sekitar pukul 15.30.
Berbeda dengan aksi kegiatan sosial yang dilakukan pejabat dimana setelah usai kunjungan langsung bertolak pulang, dalam program Bedah Rumah ini Salim bersama rombongan menginap di rumah warga. Malam harinya, digelar dialog antara Mensos dengan warga setempat.
Mensos Salim Segaf Al Jufri mengatakan, semangat dari pelaksanaan program Bedah Kampung adalah rasa kesetiakawanan sosial, kepeduli dan saling berbagi diantara masyarakat. “Kegiatan terbukti tak hanya mampu menggerakkan pemerintah daerah dan dunia usaha, namun juga menggerakkan partisipasi masyarakat, relawan dan potensi kesejahteraan sosial lainnya dalam menyelesaikan permasalahan sosial,” kata Salim.
Salim yang juga seorang Habib ini mengucurkan bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) sebanyak 100 unit dengan nilai total Rp 1 miliar. Setiap rumah mendapatkan dana Rp 10 juta untuk rehabilitasi.
Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Sarana Lingkungan (Sarling) diserahkan dalam agenda tersebut. Untuk 10 Kube, setiap kelompok mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta sehingga total mencapai Rp 200 juta. Adapun program Sarling, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan dana bantuan senilai total Rp 100 juta.
“Disamping tiga program tersebut, untuk Jateng kami menyerahkan dana bantuan untuk alat bantu dengar bagi 330 orang penyandang disabilitas senilai total Rp 473.525.000. Sehingga total untuk provinsi ini bantuan yang diberikan mencapai Rp 1.773.525.000,” kata Kepala Biro Humas Kemensos, Benny Setia Nugraha, kemarin.
Dikatakan Benny, Kube maupun Sarling merupakan sebuah program yang diluncurkan oleh Kemensos sejak 2013 lalu. Ketiga program tersebut dikatakannya, dijalankan secara bersamaan melalui program Bedah Kampung. “Program ini merupakan salah satu upaya untuk memotong mata rantai kemiskinan,” pungkas Benny.

Sumber: PKS Jateng