Minggu, 06 Maret 2016

Yang Ku Tahu dari Kader PKS


Oleh: Abu Ibrahim K.

Ketika kita bertanya kepada masyarakat tentang PKS, maka jawabannya PKS adalah partai politik. Memang benar PKS adalah salah satu partai politik di Indonesia. Namun bagi saya, PKS bukanlah sekedar partai politik. Mungkin banyak yang berpendapat nggak ada bedanya PKS dengan partai lain atau ada yang mengatakan beti (beda tipis) alias sama saja. Namun sekali lagi saya katakan PKS beda dengan partai lain.

Sejarah Politik
PKS lahir seiring dengan bergulirnya reformasi setelah jatuhnya rezim Soeharto yang telah berkuasa 32 tahun di Indonesia. Tepatnya Tahun 1998 PKS berdiri di Indonesia. Namun kelahiran PKS sesungguhnya diawali oleh purifikasi gerakan tarbiyah di Indonesia sejak Tahun 1980an. PKS lahir melalui rahim tarbiyah yang ada di Indonesia. Sebelum lahir PKS, para aktifis tarbiyah ini bekerja dalam keheningan dan sosial kemasyarakatan. Melalui yayasan, sekolah, pondok pesantren, dll. Namun backbone lahirnya PKS adalah melalui gerakan di dalam Kampus. Dalam Buku “Gerakan Perlawanan dari Masjid Kampus” karya Andi Rahmat, para aktifis dakwah melakukan pembinaan di dalam kampus.
Kemunculan PKS pada awalnya mampu memberikan warna politik di Indonesia. Gerakan dan maneuver politiknya membuat PKS menjadi partai tengah yang diperhitungkan. Jargon politik bersih, peduli dan profesional pada tahun 2004 mencuri perhatian publik. PKS yang hadir terdepan setiap kali ada bencana, kesederhanaan pejabat partainya, dan perlawanannya terhadap prilaku korup mendongkrak suara PKS menjadi 7-8% di beberapa kali pemilu.
Namun akhir-akhir ini banyak terjadi insiden dalam tubuh PKS. Kasus LHI yang merupakan presiden PKS dalam kasus korupsi impor daging sapi, kasus suap dan bansos di SUMUT oleh Gatot Pujo Nugroho yang merupakan kader PKS membuat citra PKS hancur. Walaupun dalam kasus tersebut sangat kecil dibandingkan dengan partai lain. Namun publik sudah terlanjur menjustifikasi PKS sama dengan partai lain. Media mengambil peran yang penting dalam membangun persepsi publik. Maka tidaklah heran ketika partai yang juara korupsi di Negeri ini justru menjadi pemenang pemilu. Distorsi persepsi inilah yang menjadi tantangan PKS
Ditengah-tengah distorsi persepsi publik ini, saya menilai PKS sangat berbeda dengan partai lain. Setidaknya berdasarkan penilaian subyektif saya dan yang saya rasakan.

Pembinaan Kader
PKS adalah partai politik yang tidak mengandalkan figuritas. Namun aset utama PKS adalah kader. Itulah mengapa PKS sering menyebut dirinya partai kader. PKS memang melakukan pembinaan terhadap kadernya melalui halaqoh pekanan. Pembinaan PKS terhadap kadernya dilakukan sepekan sekali. Biasanya sekitar 10-20 kader PKS dibina oleh satu orang. Dan itu dilakukan terhadap jutaan kader PKS diseluruh pelosok Indonesia. Kita bisa bayangkan bagaimana resource yang dimiliki PKS. Tentunya diperlukan SDM, Finansial, sistem kerja, administrasi dll yang sangat besar dan rumit.
Dan yang mengherankan, administrasi pembinaan kader PKS sangatlah rapi dan lengkap. Semua prosedur halaqoh (pembinaan) kader PKS, capaian kualitas kader tercatat dengan rapi.
Bagaimana dengan finansial yang dibutuhkan untuk pembinaan kader. Sangat besar sekali. Untuk biaya penyelenggaraan, konsumsi, pembinaan administrasi dll. Saya bisa katakan pembinaan kader PKS lebih dahsyat dan lebih sistematis dibandingkan dengan sistem pendidikan di Indonesia. Pertanyaan saya adalah adakah partai lain yang melakukannya?
Maka tidaklah mengherankan bagi saya ketika PKS sangat solid, disiplin dalam kadernya. Juga tidaklah mengherankan ketika terjadi suksesi kepemimpinan PKS belangsung elegan dan smooth. Jauh dari kesan saling berebut dan berambisi. Ketika LHI sebagai presiden terkena kasus, PKS dengan sangat cepat dan mudah mengganti pucuk kepemimpinan tanpa menimbulkan gejolak.

PKS dan Bencana Alam
Dimanapun terjadi bencana alam maka disitu ada PKS. Icon inilah yang pertama kali tertanam dari citra PKS. Walaupun akhirnya banyak ditiru oleh partai lain, tapi masifnya dan kesadaran kader PKS akan tanggap bencana tidak dapat ditiru oleh partai lain. Banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran dll kader-kader PKS senantiasa terdepan membantu tanpa menunggu instruksi dari DPP PKS. Bahkan ketika bencana terjadi di luar negeri PKS berusaha turut membantu. Kita mungkin masih ingat gerakan “one man one dolar for Palestine” digagas PKS ketika Palestina diembargo dunia.
Kenapa kesadaran kader-kader PKS begitu tinggi tentang tanggap bencana? Ternyata PKS mewajibkan kadernya mengikuti  pelatihan 1 tahun sekali bagi seluruh kadernya. Pelatihan tersebut  adalah “mukhoyam”. Mukhoyam adalah perkemahan selama 3 hari dimana kader PKS dididik dan dilatih untuk kesiap siagaan dan jiwa keprajuritan. Tidak terlepas juga latihan fisik atau jasadi. Dan mukhoyam ini wajib diikuti kader PKS seluruh Indonesia. Kita bisa bayangkan berapa dana yang dihabiskan, SDM yang dikerahkan oleh PKS. Adakah partai lain yang melakukannya?

Hal-hal sepele dari PKS
Setahun lalu menjelang Bulan Romadhon PKS mengeluarkan instruksi internal kepada kadernya,  agar mengembalikan barang yang dipinjam. Ketika musim liburan sekolah PKS mengeluarkan intruksi untuk mengajak liburan keluarganya. Pada kesempatan lain PKS juga mengintruksikan agar kadernya aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan memberikan hadiah kepada tetangga.
Dalam hal memberikan perhatian kepada jasadiyah dan fisik , PKS meminta kadernya untuk berolah raga minimal 1 kali dalam seminggu. Bahkan kegiatan itu disebutkan dalam karakter yang harus dimiliki oleh kader. PKS bahkan menciptakan senam PKS sebagai fasilitasi kepada kader untuk berolah raga.
Dalam urusan rumah tanggapun PKS memberikan perhatian kepada kadernya. PKS bahkan mencarikan jodoh kepada kadernya yang akan menikah. Bahkan dalam struktur PKS ada lembaga yang tugas dan fungsinya menjodohkan (munakahat).
Bagi orang lain mungkin hal ini sepele. Mungkin ada yang berkata “masak partai politik mengurusi hal-hal yang sepele”. Namun bagi kami justru yang sepele inilah nilai lebih dari PKS. Kalau hal-hal yang sepele saja PKS memberikan perhatian apalagi dalam hal besar bernegara. Adakah partai lain yang melakukan hal sepele seperti yang dilakukan PKS?
      Bagi saya PKS sangat berbeda dari partai lain. PKS bukan hanya partai politik, Namun PKS adalah miniatur kehidupan berbangsa dan bernegara. PKS bukan hanya partai politik tapi PKS adalah dakwah, PKS adalah tarbiyah.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template |
Copyright © 2011. DPD PKS Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger