26 Desember 2024

Kasus PMK Naik se-pekan Ini, Atok Suyoto Mengharapkan Pemerintah Bisa Mengulang Prestasi Tahun 2022 dalam Pengendalian PMK

Boyolali, 26 Desember 2024 – Anggota Legislatif PKS Daerah Pemilihan IV, Atok Suyoto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali. Dalam sepekan terakhir, Atok menerima laporan dari warga terkait penemuan kasus PMK di beberapa wilayah Boyolali.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Atok langsung mengonfirmasi kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Pihak dinas membenarkan bahwa adanya laporan kasus PMK berasal dari beberapa wilayah dan telah ditindaklanjuti. Selain merespons laporan, dinas juga mulai memperketat pengawasan di Pasar Hewan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sapi-sapi yang menunjukkan gejala PMK sebagian besar berasal dari pembelian baru.

“UPT Pasar Hewan sudah diberi instruksi untuk memperketat pengawasan. Selain itu, Dinas Peternakan juga telah mengeluarkan edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis dan Zoonosis sejak 31 Oktober lalu,” jelas Atok.

Menurut Atok, salah satu penyebab merebaknya PMK adalah lalu lintas ternak antarwilayah, terlebih menjelang hari besar. Informasi dari Pengurus Persatuan Sopir Sapi (Persopi) menyebutkan bahwa Rumah Potong Hewan (RPH) di Ampel sudah tidak mau menerima hewan untuk dipotong. Selain itu, beberapa tukang jagal juga mulai berhenti beroperasi. Pemerintah sendiri telah menghimbau agar pasar hewan ditutup sementara guna meminimalisir penyebaran.

Berdasarkan konfirmasi dari Penyuluh Peternakan di wilayah utara, sejumlah upaya pencegahan sudah dilakukan, seperti: Pengawasan rutin di pasar hewan; Pendampingan kelompok peternak; Pengarahan kepada peternak tentang pencegahan PMK; dan Pengobatan hewan yang terdampak dan pemberian disinfektan.

Namun, para penyuluh menekankan pentingnya sinergi antara peternak, petugas, dan pedagang untuk memastikan pengendalian yang efektif. Penyakit ini sering kali berasal dari ternak baru yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan.

Atok berharap upaya pengendalian kali ini dapat mengulang keberhasilan Kabupaten Boyolali seperti yang terjadi pada tahun 2022. Kala itu, penanganan PMK dilakukan dengan sangat tegas, termasuk menutup pasar hewan, melakukan pelacakan (tracking), dan karantina terhadap ternak yang terinfeksi.

“Jika diperlukan, pasar hewan memang perlu ditutup sementara. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan, terutama agar mereka berhati-hati saat ada yang menjual sapi dengan harga jauh lebih murah dari biasanya,” tegas Atok.

Atok juga menambahkan pentingnya langkah kolaboratif yang melibatkan semua pihak, mulai dari peternak, pedagang, hingga pemerintah, untuk memastikan pengendalian PMK berjalan maksimal dan mencegah kerugian yang lebih besar di sektor peternakan. (nh/ta)

25 Desember 2024

Atok Suyoto Dorong RKI Andong Perkuat UMKM dengan Brand Lokal Erkai Kriuk dan Misi Minimarket Erkaimart

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Andong sukses menggelar acara Gelar Karya Muslimah Andong Berdaya Guna pada Rabu, 25 Desember 2024, pukul 09.00 WIB. Acara ini menghadirkan Anggota DPRD Daerah Pemilihan IV (Klego, Simo, Andong, Nogosari), Atok Suyoto, S.P., bersama istrinya, Siti Juwariyah, S.Pd., yang memberikan motivasi kewirausahaan kepada para ibu rumah tangga.

Dalam sesi inspiratif tersebut, para peserta mendapatkan dorongan untuk mengembangkan potensi mereka di bidang wirausaha, khususnya dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah lahirnya brand produk makanan ringan yang diberi nama "Erkai Kriuk". Brand ini diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan UMKM lokal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.

Selain itu, RKI Andong memiliki misi untuk mengembangkan usaha melalui pendirian minimarket Erkaimart yang nantinya akan menjadi wadah pemasaran produk-produk lokal, termasuk Erkai Kriuk. Dengan misi ini, diharapkan UMKM binaan RKI dapat memiliki akses pemasaran yang lebih luas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.

RKI Andong juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada para ibu rumah tangga dalam aspek produksi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital. Kegiatan ini akan terus diadakan secara rutin sebagai langkah strategis untuk membangun jejaring silaturahmi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang berdaya saing hingga tingkat nasional. (nh/ta)

23 Desember 2024

Buntut Santri Dibakar, Legislator Boyolali Ingatkan Ponpes Perketat Pengawasan

Buntut Santri Dibakar, Legislator Boyolali Ingatkan Ponpes Perketat Pengawasan

by Nimatul Faizah - Espos.id

Solopos - Jumat, 20 Desember 2024 - 15:41 WIB

BOYOLALI -- Wakil Ketua DPRD Boyolali dari PKS, Nur Arifin menyarankan pondok pesantren mengetatkan aturan dan pengawasan terkait kasus pembakaran santri oleh tamu ponpes di Boyolali, belum lama ini.

Pengawasan yang rutin penting dilakukan secara kontinyu demi meminimalkan kasus serupa.

“Setahu saya di pondok itu tidak diperbolehkan menggunakan handphone bagi santri. Sehingga, peristiwa ini berarti ada santri yang membawa handphone di dalam pondok. Ini tentu menjadi evaluasi bagi pondok untuk penegakan aturan terhadap santri-santrinya,” kata dia kepada Espos.id, Jumat (20/12/2024).

Seperti diketahui, seorang tamu membakar santri yang masih di bawah umur terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah di Kedunglengkong, Simo, Boyolali, Senin (16/12/2024).

Gilang Setiya Darma, 21, menuduh seorang santri, SS, 15, mencuri atau menghilangkan handphone milik adiknya, E, yang juga belajar di ponpes yang sama.

Bahkan SS dan E adalah teman karib yang sama-sama menggunakan handphone secara sembunyi-sembunyi.

Nur Arifin menyatakan, kejadian miris itu harus menjadi evaluasi bersama. Yang pertama yaitu evaluasi internal Ponpes. Aturan tidak membolehkan HP di lingkungan pondok harus ditindaklanjuti dengan pengawasan yang ketat. Selain itu, ia juga mengatakan perlu adanya evaluasi prosedur penerimaan tamu.

Ia menjelaskan ada orang luar datang ke pondok kemudian bertemu santri yang dituduh melakukan dugaan pencurian dan dalam satu ruangan serta hanya berdua.

Terlebih, pelaku bisa mengunci pintu sehingga tidak ada yang menolong korban saat peristiwa konyol itu terjadi.

"Mestinya hal tersebut tidak terjadi. Santri yang berada di dalam pondok menjadi pengawasan penuh pihak pondok," kata dia.

Ketika ada orang luar ingin bertemu santri diizinkan tapi memang harus ada pendampingan dari pondok.

Sehingga, hal serupa berupa tindakan tidak terulang. Kewaspadaan harus dimunculkan agar hal tersebut bisa dihindari.

"Peristiwa ini sudah terjadi, tentu sekarang penegak hukum harus masuk, melakukan investigasi di lapangan. Kami percaya polisi akan bertindak adil untuk melakukan penegakan hukum,” kata dia.

Nur Arifin menilai kekerasan di Boyolali meningkat dan harus menjadi perhatian seluruh lapisan. Di antaranya seperti peristiwa keponakan membakar paman, penganiayaan anak oleh belasan warga, hingga tamu yang membakar santri.

Ia menilai peristiwa sosial tersebut harus direspons oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk lebih melakukan kewaspadaan.

Berbagai pihak terutama pemerintah baik di tingkat kabupaten hingga RT diminta untuk bisa melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Soal meningkatnya kejahatan, Nur Arifin mengatakan banyak faktor bisa menjadi penyebab.

Sehingga, ia meminta Pemkab Boyolali untuk mengkaji penyebabnya sehingga dinas terkait bisa melakukan pembinaan terkait permasalahan sosial.

Ia meminta Pemkab Boyolali untuk mendampingi korban anak yang menjadi korban kekerasan.

“Peristiwa [kekerasan] terus terjadi, Boyolali menjadi viral dengan kasus-kasus yang ada,” kata dia.

Nur Arifin menilai peristiwa yang terjadi di Boyolali tidak terjadi tiba-tiba.

Sehingga, ia juga meminta bhabinkamtibmas dan babinsa bisa ikut melakukan pembinaan dan mengantisipasi kejadian serupa.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, menyampaikan santri yang menjadi korban pembakaran, SS, masih dirawat di RSUD Simo.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan unit teknis daerah perlindungan perempuan dan anak. Jadi kami mengupayakan bagaimana korban memperoleh hak-haknya, termasuk fasilitas kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan pihaknya terdapat tim kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah tersebut.

Anggotanya ada dari unsur kepolisian, kejaksaan, kehakiman, pengacara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, dan Disdikbud.

“Itu tim P2TP2A [Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak], di sana kami berdiskusi dan mencari solusi atas kejadian yang muncul di masyarakat,” kata dia.

Ia menyampaikan pihaknya bakal terus menyampaikan edukasi ke masyarakat hingga pendampingan kasus dan mental di anak di semua lini.

https://solopos.espos.id/buntut-santri-dibakar-legislator-boyolali-ingatkan-ponpes-perketat-pengawasan-2039665/amp

19 Desember 2024

Fraksi PKS DPRD Boyolali Hadiri BIMTEK Se-Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY

Boyolali, 20 Desember 2024 – Fraksi PKS DPRD Boyolali turut hadir dalam agenda Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diadakan untuk anggota Fraksi PKS se-wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Desember 2024.

Dalam agenda tersebut, para anggota Fraksi PKS mengikuti berbagai sesi pelatihan dan diskusi strategis yang dirancang untuk memperkuat kapasitas, wawasan, serta komitmen perjuangan dalam mengawal aspirasi rakyat. Kehadiran Fraksi PKS Boyolali di forum ini menjadi bagian dari upaya untuk terus memaksimalkan peran sebagai wakil rakyat demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di Boyolali tercinta.

“Kami berharap momentum ini dapat semakin menguatkan langkah dan nafas perjuangan menuju masyarakat Boyolali yang adil, makmur, dan sejahtera”, ujar Ketua Fraksi

Fraksi PKS DPRD Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra rakyat yang konsisten dalam menyuarakan kebaikan dan membawa perubahan positif di daerah.

Mari bersama kita doakan agar perjuangan ini senantiasa diridhai oleh Allah SWT. Boyolali untuk semua, menuju masa depan yang lebih cerah!

9 Desember 2024

Nur Arifin Sampaikan Materi tentang Nilai-Nilai Pancasila di Ruang Display SMKN 1 Mojosongo

Boyolali — Pada 9 Desember 2024, Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, menghadiri undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk menyampaikan materi bertajuk "Peran Organisasi dalam Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila". Acara ini berlangsung di Ruang Display SMKN 1 Mojosongo, Boyolali.

Dalam penyampaiannya, Nur Arifin menyoroti beberapa poin penting terkait pembudayaan nilai-nilai Pancasila, yaitu:

  1. Penyebaran Nilai-Nilai Pancasila: Mengoptimalkan peran organisasi dalam menyebarluaskan nilai-nilai luhur Pancasila kepada masyarakat.
  2. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kegiatan: Menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam setiap program dan aktivitas organisasi.
  3. Menjadi Teladan dalam Berperilaku: Mengedepankan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
  4. Pengembangan Program yang Berbasis Pancasila: Membuat program kerja organisasi yang berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila.
  5. Memberikan Advokasi dan Edukasi: Mengedukasi masyarakat dan memberikan advokasi yang sesuai dengan semangat Pancasila.

Setelah acara, Nur Arifin menyampaikan harapannya kepada seluruh organisasi di Boyolali. “Saya berharap organisasi di Boyolali, baik itu ormas, organisasi politik, PKK, maupun yang lainnya, dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila. Apalagi, Boyolali sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait. Tinggal bagaimana kita menerapkannya secara konsisten,” ujarnya.

Diharapkan, acara ini dapat mendorong organisasi-organisasi di Boyolali untuk semakin berperan aktif dalam membudayakan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. (nh/ta)

Boyolali Minim Bibit Ikan, Atok Suyoto: Dorong Pemerintah Menyediakan Bibit Ikan Lokal Berkualitas

Boyolali, 8 Desember 2024 – Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kewirausahaan dan Akses Pembiayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama Komisi IV DPR RI, telah membawa angin segar bagi pelaku UMKM di Boyolali. Dalam acara yang berlangsung hari ini, Sekretaris Komisi II DPRD Boyolali, Atok Suyoto, memberikan pemaparan tentang pentingnya mengelola usaha secara tepat dan memanfaatkan peluang yang ada, terutama di sektor perikanan.

Pada materi yang disampaikannya, Atok menegaskan bahwa UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner berbahan dasar ikan, menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian daerah. "Ke depan, UMKM kuliner akan menjadi pilar perekonomian yang kuat. Untuk itu, kita perlu fokus pada pengembangan produk olahan berbahan ikan yang memiliki daya saing tinggi, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk," paparnya.

Atok juga menyampaikan tantangan yang dihadapi sektor perikanan, khususnya dalam penyediaan bibit lele. Selama ini, Boyolali masih bergantung pada bibit lele dari daerah lain, salah satunya Kediri. "Kami mendorong pemerintah untuk bisa menyediakan bibit lele lokal berkualitas untuk memperkuat ketahanan sektor perikanan di Boyolali," ujar Atok.

Di samping itu, beliau juga menyoroti pentingnya akses permodalan untuk membantu pengembangan usaha UMKM. "Program BIMTEK ini adalah peluang bagi pelaku UMKM untuk mempelajari cara mengelola keuangan usaha dan memanfaatkan berbagai sumber permodalan yang tersedia," tambahnya.

BIMTEK ini mendapat sambutan positif dari peserta, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM di sektor perikanan dan kuliner. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi terkait perizinan usaha, pengelolaan keuangan, serta cara mengakses permodalan. Dengan pengetahuan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat mengoptimalkan usaha mereka, memperluas pasar, dan memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa depan. (nh/ta)

3 Desember 2024

Nur Arifin Sambut Kunjungan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS di DPRD Boyolali

Boyolali, 3 Desember 2024 — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Nur Arifin, menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Politik yang sedang mereka jalani.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Arifin menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa untuk mendalami praktik komunikasi politik secara langsung. “Kami menyambut baik kunjungan ini, sebagai bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga legislatif dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi politik,” ujarnya.

Para mahasiswa juga berdiskusi terkait peran DPRD dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat dan bagaimana strategi komunikasi politik diterapkan dalam berbagai kebijakan publik.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami dinamika politik di tingkat daerah. (nh/ta)

30 November 2024

Atok Suyoto bacakan Pendapat Akhir Fraksi PKS Terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025

BOYOLALI - Atok Suyoto sampaikan Pendapat Akhir Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Boyolal terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2025 (30/11) di Ruang Rapat Paripurna.

Sebelum menyampaikan beberapa catatan pentingnya, Fraksi PKS menyampaikan,

"Meskipun terlambat, Kami Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengucapkan Selamat Hari Guru 2024! Terima kasih telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang menginspirasi kami untuk terus belajar dan berjuang sampai hari ini"
"Kami ucapkan Selamat ulang tahun untuk Korpri ke-53! Semoga Korpri menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugasnya"
"Kami, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Boyolali, mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Boyolali yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah 2024. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara Pilkada, baik KPU, Bawaslu, maupun pihak keamanan, atas dedikasi mereka menjaga agar proses ini berjalan dengan jujur, adil, aman, dan damai. Semoga Boyolali kedepan semakin maju. Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan, persatuan dan gotong royong untuk membangun Boyolali yang adil dan sejahtera"

Adapun beberapa poin yang disampaikan Fraksi PKS sebagaimana berikut:

  1. Perencanaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TA 2025 memiliki persentase 24,4% terhadap sub Pendapatan Daerah. Jika dibandingkan dengan Realisasi Anggaran 2021 sampai dengan Perubahan Anggaran 2024, prosentase ini merupakan prosentase PAD tertinggi yang dimiliki Boyolali. Kontribusi terbanyak lonjakan PAD ini adalah Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah telah berupaya memaksimalkan potensi ekonomi daerah dengan mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam hal pemungutan pajak dan retribusi. Kami mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali untuk terus meningkatkan upaya diversifikasi sumber pajak dan retribusi daerah guna memaksimalkan PAD. Optimalisasi potensi pajak, seperti PBB-P2, PBJT, serta opsen PKB dan BBNKB, perlu didukung dengan kebijakan yang adaptif dan efisien. Begitu pula pada sektor retribusi, khususnya layanan kesehatan dan pariwisata, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara intensif. Selain itu, kami berharap penguatan SDM, regulasi, dan evaluasi kelembagaan dalam penatausahaan serta penagihan pajak dan retribusi terus ditingkatkan agar piutang yang menjadi beban dapat diminimalkan. Semoga langkah-langkah ini membawa kemajuan bagi keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat Boyolali.
  2. Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali terus mempertahankan tren efisiensi anggaran yang sampai saat ini telah dicapai, sebagaimana terlihat dari pergerakan SiLPA yang menunjukkan alokasi anggaran yang lebih optimal. Namun, penting juga untuk memastikan keseimbangan cadangan dana yang memadai guna menghadapi situasi tak terduga. Langkah alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp. 10.000.000.000,- (10 Milyar Rupiah) merupakan awal yang baik, namun kami mendorong agar pengelolaan dana cadangan ini terus diperkuat demi menjamin stabilitas keuangan daerah.
  3. Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali dapat terus mempercepat upaya penghapusan kemiskinan ekstrem melalui strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan tingkat kemiskinan saat ini masih berada pada angka 9,8% dan target dalam RPJPD serta RPJMD sebesar 4,18% di tahun 2025, kami mendorong langkah-langkah yang lebih intensif dalam mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. Semoga berbagai program yang telah direncanakan, seperti bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta peningkatan akses infrastruktur, dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat Boyolali.
  4. Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali dapat memastikan pencapaian target terkait penurunan jumlah kematian balita dan angka stunting pada tahun 2025, meskipun terdapat penyesuaian anggaran. Upaya promotif dan preventif yang direncanakan, seperti aksi gizi dan gerakan bumil sehat, diharapkan dapat dilakukan secara intensif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kami juga mendorong peningkatan koordinasi dengan desa dalam pendampingan dan deteksi dini kasus berisiko tinggi, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Semoga alokasi anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesehatan balita dan kesejahteraan masyarakat.

Demikian beberapa catatan yang FPKS sampaikan dalam forum tersebut. Untuk selanjutnya dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahiim”, Fraksi PKS: Menyetujui RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2025 untuk ditetapkan menjadi PERATURAN DAERAH.

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DPRD KABUPATEN BOYOLALI

Sabtu, 30 November 2024

Ketua

ttd

WAHYONO, S.Pi.

Sekretaris

ttd

ATOK SUYOTO, S.P.

28 November 2024

28 November 2024


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada seluruh warga Boyolali dan segenap Tim Sukses Paslon Marsono-Saiful, kami, segenap keluarga besar PKS Boyolali:

1. Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan, kerja keras, dan pengorbanan yang telah diberikan sepanjang proses Pilkada 2024 ini.

2. ⁠Kami menyadari bahwa perjuangan ini adalah bagian dari tugas dakwah kita bersama, dan setiap langkah yang diambil adalah upaya untuk meraih ridha Allah SWT.

3. Kami juga ingin mengingatkan bahwa dalam perjuangan ini, tidak ada pengorbanan yang sia-sia, baik itu waktu, tenaga, pikiran, maupun materi. Semua itu telah kita niatkan untuk kebaikan, demi masa depan Boyolali yang lebih baik. 

4. ⁠Mari kita jaga semangat, silaturahmi, dan kerukunan antar sesama, baik di dalam tim maupun dengan seluruh warga Boyolali.

5. Para saksi kita masih berjuang di TPS dan PPK untuk menjaga suara rakyat yang dipercayakan kepada kita.

6. Mari kita hadapi hasil apapun dengan lapang dada, dan terus jaga ukhuwah serta kebersamaan dalam membangun Boyolali.

Tetap Semangat!

Jalin Kerukunan dan Silaturahim dengan Baik!

Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Boyolali, 28 November 2024

DPD PKS Boyolali,

Nur Arifin

Ketua

16 November 2024

Jumlah Lansia Boyolali Meningkat, Ranperda Penyeleggaraan Kesejahteraan Lansia Sedang Dibahas

DPRD Boyolali Godok Ranperda Lansia

Author: Nimatul Faizah - Espos.id

Jumat, 15 November 2024 - 21:30 WIB

BOYOLALI – DPRD Boyolali membuat rancangan peraturan daerah (ranperda) untuk menjamin kesejahteraan warga lanjut usia (lansia), termasuk kesempatan bekerja di usia pensiun. Ranperda tersebut untuk menjamin kesejahteraan lansia yang jumlahnya semakin banyak.

Ranperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan warga lanjut usia tersebut turut diusulkan bersama dua ranperda inisiatif DPRD Boyolali yaitu soal pemberdayaan masyarakat desa dan pengelolaan sumber daya air, Rabu (13/11/2024). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Wahyono, menyampaikan, alasan diusulkannya Ranperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan lansia karena sebagai Warga Negara Indonesia, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam semua aspek kehidupan.

“Jumlah lansia di Boyolali juga semakin meningkat, ada ledakan yang cukup signifikan. Di Boyolali sendiri warga lansia sekitar 20%, sedangkan rata-rata Jawa Tengah yaitu 17%. Jawa Tengah nomor 3 nasional,” kata dia kepada espos.id, Jumat (15/11/2024). Ia menjelaskan pada Kamis (14/11/2024) ranperda itu baru berproses di rapat panitia khusus (pansus). Setelah berproses di pansus, ranperda akan diajukan untuk proses harmonisasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali tersebut menargetkan ranperda tersebut bisa disahkan pada 2024 ini. Selanjutnya, ia menjelaskan secara umum Ranperda tersebut berisi tentang hak dan kewajiban lansia. Soal hak, diatur soal pelayanan yang harus diberikan ke lansia baik masalah kesehatan, sosial, bahkan pekerjaan."Setelah lansia pensiun, mereka juga mendapatkan hak yang sama untuk bekerja. Jadi hak ini dari segi kesempatan, gaji, dan sebagainya. Sama seperti usia produktif," kata dia.

Jika Ranperda tersebut disahkan, lanjut Wahyono, warga yang sudah pensiun bisa kembali bekerja di perusahaan sesuai dengan kesepakatan dan memperhatikan kondisi fisik serta kesehatan. Dalam ranperda itu, kata dia, fasilitas umum seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan lain-lain juga diwajibkan menyediakan sarana pendukung yang ramah lansia. Dengan aturan tersebut, lansia mendapatkan jaminan untuk mendapatkan pelayanan maksimal.

Ada pula pemenuhan kebutuhan spiritual dan keagamaan. Sehingga, nantinya bisa terbentuk pesantren lansia sebagai turunan ketika Ranperda tersebut disahkan.

Wahyono mengatakan dalam Ranperda, lansia dibagi menjadi tiga kategori yaitu lansia yaitu potensial, nonpotensial, dan terlantar. Ia mengatakan lansia potensial adalah yang memasuki usia 61 tahun ke atas tapi masih bisa bekerja atau produktif. Lalu, lansia nonpotensial yaitu yang sudah tidak bisa bekerja dan menjadi tanggung jawab keluarga. Ada pula kategori lansia telantar yaitu tidak ada yang mengurusi, keluarganya tidak diketahui keberadaannya, atau hidup sebatang kara.

"Tiga kategori harus terlayani dengan baik. Lansia potensial bisa bekerja dengan baik, tetap dilayani dengan baik. Kalau tidak potensial tadi bisa dilayani keluarganya mampu secara ekonomi, kalau tidak mampu pemerintah berkewajiban untuk membantu fasilitasi dengan memberikan bantuan sosial. Untuk yang terlantar harus dipelihara di tempat-tempat pemerintah, panti jompo, dan sebagainya," kata dia.

Wahyono mengatakan Ranperda tentang Kesejahteraan Lansia penting karena pihaknya ingin memastikan lansia di masa tua bisa terlayani dengan baik dan tidak terlantar. Nantinya berbagai pemangku kepentingan akan ikut andil mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan sebagainya.

Sebelumnya Rabu lalu DPRD Boyolali menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian pendapat Bupati Boyolali atas tiga Ranperda Usulan DPRD Kabupaten Boyolali, Rabu. Agenda tersebut digelar di Ruang Rapat Paripurna S. Paryanto DPRD Boyolali. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, menyampaikan pandangan ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Boyolali.

Bupati Said menyambut baik atas gagasan dan prakarsa dari DPRD menginisiasi ketiga Ranperda tersebut, termasuk soal pemberdayaan masyarakat desa. “Ranperda ini sangat dibutuhkan dalam rangka mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa,” kata dia.

https://solopos.espos.id/dprd-boyolali-godok-ranperda-lansia-2025713#sp-sharing

9 November 2024

Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali: Advokasi Warga Karanggede



BOYOLALI - Pada tanggal 31 Oktober, Winanto, warga Karanggede, konstituen Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, mengalami musibah dengan cedera patah jempol. Saat menghadapi hambatan dalam memperoleh layanan medis darurat, beliau kemudian melaporkan kondisinya kepada Fraksi PKS DPRD Boyolali.

Alhamdulillah, melalui advokasi Fraksi PKS, Winanto kini telah mendapatkan penanganan darurat yang dibutuhkan di RSUD Simo. Kami bersyukur bisa membantu dan memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bukti nyata komitmen kami untuk memperjuangkan pelayanan kesehatan dasar yang semakin mudah diakses oleh warga Boyolali. (nh/ta)

Kolaborasi Aksi Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali: Bantu Warga Korban Kebakaran di Wonosegoro

Boyolali – Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, bersama mitra kolaborasi aksi Solo Peduli dan Al Hikmah Karanggede Peduli, menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada keluarga Bapak Supar, warga Dusun Kedungrowo, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali (09/11).

Kebakaran yang terjadi pada tanggal 26 Oktober dini hari ini mengakibatkan salah satu rumah warga habis dilalap api. Dalam peristiwa tersebut, Bapak Supar mengalami luka bakar di sebagian lengan saat berusaha menyelamatkan hewan ternaknya.


Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi bersama beberapa lembaga sosial untuk meringankan beban keluarga Bapak Supar yang terkena musibah. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, aksi ini juga menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi antara Fraksi PKS DPRD Boyolali dan berbagai pihak yang ingin memastikan masyarakat terdampak bencana mendapat dukungan yang memadai.


Bapak Wahyono menyampaikan harapan bahwa bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak dan memberikan semangat dalam menghadapi masa-masa sulit. "Kami berharap melalui sinergi antara Fraksi, Solo Peduli, dan Al Hikmah Karanggede Peduli, masyarakat bisa merasakan kepedulian bersama. Kami terus berupaya hadir untuk membantu warga Boyolali yang membutuhkan," ucapnya.

Semoga aksi ini menginspirasi semakin banyak pihak untuk turut serta mendukung warga yang mengalami musibah agar dapat kembali bangkit. (nh/ta)

4 November 2024

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, Sampaikan Gagasan Terkait Fenomena Upwelling di Forum Rapat Badan Anggaran

Boyolali — Menanggapi fenomena upwelling yang sering terjadi di waduk-waduk Boyolali saat perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, yang juga merupakan Aleg PKS, menyampaikan gagasan di dalam forum rapat Badan Anggaran (04/11). Fenomena upwelling ini sebelumnya juga pernah dijelaskan oleh Wahyono, Ketua Fraksi PKS sekaligus Ketua Kelompok Tani Ikan Mina Mandiri Kedungombo yang beralamat di Dk. Bulu Ds. Wonoharjo, Kec. Kemusu, Boyolali, mengungkapkan bahwa upwelling kerap muncul dan membawa dampak bagi para petani ikan, terutama mereka yang menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Kedungombo dan Waduk Cengklik.

Nur Arifin menggarisbawahi pentingnya langkah antisipasi untuk melindungi para petani ikan yang posisinya rentan terhadap dampak fenomena ini. “Dinas terkait harus segera melakukan kajian menyeluruh mengenai fenomena upwelling ini, terutama bagi para petani yang menggunakan keramba jaring apung yang letaknya berada di tengah waduk,” ungkapnya.

Ia juga menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para petani yang mengandalkan keramba jaring apung, agar mereka dapat mempersiapkan langkah mitigasi dan mencegah kerugian akibat fenomena alam tersebut.

“Kami mendorong dinas terkait untuk menindaklanjuti fenomena ini melalui kajian yang mendalam dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan para petani bisa lebih siap dalam mengantisipasi dampak dari fenomena upwelling ini, sehingga risiko kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Arifin juga menyampaikan bahwa fenomena upwelling telah menjadi perhatian penting di daerah yang bergantung pada sektor perikanan air tawar. Diharapkan dengan adanya langkah-langkah proaktif, petani ikan di Boyolali akan lebih siap menghadapi perubahan musim yang berdampak pada lingkungan perairan mereka.(nh/ta)

Kebakaran di Pasar Karanggede Boyolali Hanguskan 164 Kios, Atok Suyoto, Aleg PKS, Usulkan Pemerintah Daerah Pertimbangkan Asuransi Aset


BOYOLALI – Kebakaran hebat melanda Pasar Karanggede pada 3 November, menghanguskan 164 kios dan Kantor UPT Pasar. Peristiwa ini diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu kios di Blok A. Api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh kios di blok tersebut.

Menurut keterangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, kebakaran ini mengakibatkan kerugian signifikan dengan total lebih dari 5 miliar rupiah. Dari 164 kios yang terbakar, 135 berada di dalam pasar, sementara 29 kios lainnya berada di bangunan depan, yang terdiri dari 14 kios di lantai atas dan 15 di lantai Bawah.

Menanggapi kejadian ini, Atok Suyoto, Anggota Badan Anggaran DPRD Boyolali sekaligus Sekretaris Komisi II, mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan perlindungan asuransi untuk aset-aset penting. Usulan ini disampaikan dalam Forum Rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) (04/11) sebagai langkah mitigasi terhadap risiko kerugian yang dialami pemerintah daerah.

“Peristiwa kebakaran di Pasar Karanggede menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam melindungi aset pemerintah. Asuransi dapat menjadi salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan, mengingat aset-aset seperti bangunan, kendaraan operasional, alat-alat berat, serta infrastruktur lainnya rentan terhadap risiko kerusakan atau kehilangan,” ungkap Atok Suyoto.

Ia juga menambahkan bahwa asuransi aset akan membantu pemerintah daerah dalam menghadapi kerugian akibat bencana alam, kebakaran, dan risiko lainnya. Dengan adanya perlindungan asuransi, proses pemulihan dan perbaikan bisa berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat segera dipulihkan.

Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti usulan ini untuk meminimalkan dampak kerugian di masa mendatang, khususnya dalam hal perlindungan aset strategis yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah.(nh/ta)

3 November 2024

Fraksi PKS: Atok Suyoto Bersama Komisi II Melakukan Sidak Pasca Kebakaran Pasar Karanggede Boyolali


Boyolali — Atok Suyoto, Sekretaris Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Boyolali, bersama anggota Komisi II lainnya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Karanggede yang dilanda kebakaran pada pukul 11 malam tadi (03/11). Sidak ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pasar pasca kebakaran.

Dalam keterangannya, Atok Suyoto menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah darurat. “Dalam waktu dekat, kios sementara akan segera disiapkan. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran melalui Belanja Tak Terduga (BTT), sebagaimana diputuskan dalam rapat Banggar pagi ini,” ungkapnya.


Ia juga menjelaskan bahwa bantuan modal dan sosial bagi para pedagang yang terdampak masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. “Hal ini akan segera dibahas untuk memastikan pedagang mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.

Atok Suyoto turut menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang terjadi. “Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Komisi II telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah cepat dan tepat, termasuk melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab kebakaran. Langkah ini penting untuk mencegah beredarnya isu-isu liar, terutama menjelang Pilkada. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, aman, dan terkendali,” jelasnya.

Diharapkan, upaya penanganan yang cepat dan terkoordinasi ini dapat membantu para pedagang serta memulihkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Karanggede. (nh/ta)

28 Oktober 2024

Hadiri FGD, Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali Tekankan Nilai Keadilan dan Integritas

BOYOLALI – Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Wahyono, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang berlangsung di Aula BAKESBANGPOL Boyolali. Diskusi berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, dengan narasumber dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (POLPUM) KEMENDAGRI yang memberikan paparan secara jelas dan mendalam.

Pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila yang perlu terus didorong dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Budaya-budaya yang perlu dibentuk untuk menghidupkan suasana kekhidmatan mencintai Indonesia, baik dalam protokoler lagu nasional dan internalisasi dalam penyelenggaraan seni dan budaya (28/10).


Wahyono menekankan bahwa prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus menjadi perhatian semua penyelenggara negara, termasuk ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa, RT, dan RW. "Khususnya kepala desa dan perangkat desa, yang kedudukannya paling dekat dengan masyarakat, harus memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh rakyat, tanpa membeda-bedakan siapa yang memilih atau tidak memilihnya," ujar Wahyono. Ia menegaskan jangan sampai Amanah untuk menjadi pengayom masyarakat tidak dijalankan.

Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga integritas moral pejabat desa, terutama di tengah momentum Pilkada, dengan tidak terlibat dalam deklarasi mendukung pasangan calon tertentu (nh/ta).

18 Oktober 2024

Wahyono Bacakan Pandangan UMUM FPKS terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025

BOYOLALI - Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, sampaikan Pandangan Umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Boyolali terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2025 (18/10) di Ruang Rapat Paripurna.

Adapun beberapa poin yang disampaikan Fraksi PKS sebagaimana berikut:

  1. Perencanaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TA 2025 memiliki prosentase 23,5% terhadap sub Pendapatan Daerah. Jika dibandingkan dengan Realisasi Anggaran 2021 sampai dengan Perubahan Anggaran 2024, prosentase ini merupakan prosentase PAD tertinggi yang dimiliki Boyolali. Kontribusi terbanyak lonjakan PAD ini adalah Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah Boyolali telah berupaya memaksimalkan potensi ekonomi daerah dengan mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam hal pemungutan pajak dan retribusi. Namun, sebelum jauh kedepan karena euphoria peningkatan kontribusi daerah ini mohon dijelaskan: a. Diversifikasi sumber pajak dan retribusi daerah beserta besarannya; b. Pajak-pajak dan retribusi potensial apa saja yang dapat diprioritaskan untuk meningkatkan PAD; c. Bagaimana antisipasi Pemerintah Daerah untuk mengatasi Piutang Pajak dan Retribusi yang masih menjadi beban neraca akhir tahun.
  2. Pergerakan SiLPA dari tahun 2021 hingga perencanaan anggaran 2025 menunjukkan tren yang sangat fluktuatif. Target akhir tahun 2024 sebesar Rp. 55.000.000.000,- (55 Milyar Rupiah) merupakan SiLPA yang paling rendah selama periode RPJMD 2021-2025. Hal ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran telah lebih optimal atau terdapat peningkatan efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah. Namun di sisi yang lain apakah Pemerintah Daerah telah mengantisipasi untuk menjaga keseimbangan Cadangan dana yang memadai untuk menghadapi situasi yang tak terduga? Mohon dijelaskan.
  3. Mencermati Indikator Kinerja Utama Daerah (IKU) yang menjadi catatan utama adalah tingkat kemiskinan dimana pada tahun 2025 diharapkan angka kemiskinan terealisasi sebesar 4.18 namun pada tahun 2024 ini angka kemiskinan masih berada di angka 9,8. Mohon dijelaskan upaya apa saja yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mengatasi kondisi ekstrem ini?
  4. Selain itu, mencermati pergerakan belanja hibah dan bantuan sosial yang fluktuatif dari tahun 2021 sampai dengan 2024, belanja hibah perencanaan anggaran 2025 mengalami penurunan sebesar 28% jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan belanja bantuan sosial mengalami kenaikan sebesar 2%. Mohon dijelaskan apakah peruntukan bantuan ini sudah jelas siapa saja yang akan menerima? Kemudian apakah dengan adanya 2 (dua) pos belanja ini dapat berkorelasi positif dengan penurunan tingkat kemiskinan?.
  5. Berdasarkan status indikator PPAS Boyolali pada Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat untuk sub jumlah kematian balita dan persentase balita stunting masih belum sesuai dengan target. Mohon dijelaskan apakah pada pada perencanaan 2025 ini nanti dapat terpenuhi? Mengingat anggaran yang direncanakan untuk 2(dua) sub tersebut lebih rendah dari tahun 2024.
  6. Kami berharap sebagaimana yang telah tersampaikan dalam rapat dengar pendapat oleh berbagai perwakilan masyarakat berkaitan dengan berbagai sektor peternakan, pertanian, perdagangan dan lainnya untuk dapat benar-benar ditindaklanjuti dan diperdalam sesuai dengan komisi dan SKPD terkait. Proporsi prioritas anggaran memerlukan pencermatan serius untuk setiap urusan agar nilai keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh masyarakat Boyolali dari berbagai sisi. Mohon tanggapan.
  7. Perlu kami ingatkan Kembali, Tahun Anggaran 2025 merupakan RPJMD tahun ke-4, kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat secara tegas dan simultan untuk mengoptimalkan program yang sudah berjalan di bulan-bulan terakhir di Tahun Anggaran 2024 ini agar sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. Adapun berbagai isu yang beredar di masyarakat saat ini dapat segera ditindaklanjuti secara bijaksana agar tidak merugikan masyarakat sendiri atas Pembangunan yang telah berjalan. Suksesi Perencanaan APBD Tahun 2025 tidak akan terlepas dari implementasi Tahun Anggaran 2024. Kesinambungan dan konsistensi dalam perencanaan serta realisasi anggaran diharapkan dapat terus ditingkatkan, guna mencapai target pembangunan daerah yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, evaluasi terhadap SiLPA 2024 juga akan memainkan peran penting dalam menentukan alokasi anggaran yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tahun 2025. Mohon tanggapan.

Demikian beberapa poin penting yang FPKS sampaikan dalam forum tersebut. Adapun yang kami sampaikan untuk saran dan masukan demi perbaikan Boyolali yang lebih baik. Kami berharap dapat terjalin kerja sama yang baik antara semua pihak.

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DPRD KABUPATEN BOYOLALI

Jum’at, 18 Oktober 2024

Ketua

ttd

WAHYONO, S.Pi.

Sekretaris

ttd

ATOK SUYOTO, S.P.

15 Oktober 2024

PKS dan PDIP Perkuat Sinergi Menuju Kemenangan di Kabupaten Boyolali 2024




Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, PKS Boyolali menyelenggarakan forum Koalisi Pemenangan untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boyolali. Acara ini dihadiri oleh 500 kader PKS dari seluruh wilayah Boyolali, pasangan calon Marsono-Saiful, serta sejumlah petinggi dari PKS dan PDIP. Dalam suasana penuh semangat, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS sebagai pembuka acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Ust. Darus Salam, S.Pd.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, dalam sambutannya menyatakan, "Kemenangan sudah pasti, tinggal kita ambil. Seperti dalam surat As Saff ayat 4, mari kita rapatkan barisan menyongsong kemenangan."

Pasangan calon Marsono-Saifulhaq juga mengungkapkan rasa terima kasih atas antusiasme kader PKS dalam berbagai kunjungan yang telah dilakukan.  

  

Seno Kusumoharjo, MBA, sebagai Tokoh Boyolali, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan proses yang panjang dan tidak instan, serta berharap kerja sama tersebut dapat berlangsung lama. Ia juga menekankan komitmen PDIP untuk berperan sebagai kakak bagi PKS menjelang 2029. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Badruzzaman, diikuti oleh arahan dari Abdul Kharis Al Masy'ari, M.Si., anggota DPR RI dari PKS. Antusiasme peserta tetap terlihat hingga akhir acara. [MLN]




30 Agustus 2024

PKS Antar Marsono-Saiful Daftar Ke KPU Boyolali


BOYOLALI - Pengurus PKS Boyolali beserta kader dan relawan pagi ini Kamis (29/8) berkumpul di Kantor DPD PKS untuk mengantarkan pasangan Marsono-Saiful mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Boyolali. Acara dimulai dengan doa bersama. Mas Saiful, Calon Wakil Bupati dari PKS, bersama rombongan yang telah berkumpul kemudian bergerak menuju kantor DPC PDI Perjuangan Boyolali.

Sebelum mendaftar ke KPU, acara didahului dengan deklarasi pasangan Marsono-Saiful oleh PDI Perjuangan dan PKS bertempat di Panti Marhaen. Acara dimulai dengan tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan SK dari masing-masing partai yang mendukung pencalonan Marsono dan Saiful. Pada kesempatan tersebut, PPP juga menyerahkan SK rekomendasi sebagai tanda bergabungnya PPP dalam koalisi ini.

Dalam sambutannya, politisi senior PKS, Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan, "Bergabungnya PPP memperkuat kita, perjuangan kita untuk mendapatkan rekomendasi akan kita bawa ke KPU. Hari ini, dah hari kedepan adalah hari yang penuh perjuangan, yang menuntut semangat dari para kader. Kebersamaan kita memikul beban bersama akan mengantar kita pada kemenangan. Seluruh kader PKS siap bersatu padu untuk mensukseskan Pilkada Boyolali. Kita harus menang, jangan takut bersusah payah."

Seno Samudro, dalam sambutannya juga turut memberikan dukungan dengan mengatakan, "Tak pangestoni Marsono dan Saiful dadi Bupati Boyolali. Insya Allah kita akan bekerja Bersama, kita tidak akan membiarkanmu jalan sendiri, you're never walk alone."

Selain itu, Seno Kusumoharjo, politisi senior PDIP, berorasi membakar semangat pendukung Marsono-Saiful, "Kami mendukung penuh Marsono dan Saiful. Semua kader PDIP dan PKS se-Boyolali siap memenangkan pasangan ini. Jangan pernah meragukan keluarga manggis, Seno Gedhe, Seno Cilik, Said, Iwan... Semua tetap bersama-sama untuk memenangkan Marsono-Saifulhaq. Boyolali harus tetap guyub rukun."

Serangkaian acara deklarasi ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ustadz Syaifudin. Dilanjutkan dengan pawai jalan kaki mengikuti Marsono-Saiful menuju KPU Boyolali untuk melakukan pendaftaran. Sepanjang acara, jargon Marsono-Saiful PAS Boyolali Pasti Menang Pasti Juara, Medekaaa, dan Takbir menjadi warna tersendiri untuk semakin menguatkan koalisi yang dibangun dalam pemenangan Pilkada Boyolali. Seluruh kader dan relawan diharapkan tetap terus semangat dan bersatu padu dalam perjuangan ini demi Boyolali yang lebih adil dan sejahtera. (nh).

25 Agustus 2024

PKS Boyolali Gelar Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2024

BOYOLALI- Ahad (25/08/24) DPD PKS Boyolali menyelenggarakan acara Konsolidasi dan Sosialisasi Pemenangan Pilkada Boyolali 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula DPD PKS Boyolali dengan dihadiri oleh seluruh struktur DPD dan DPC. Acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat persatuan dan optimisme dalam menghadapi Pilkada mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, menegaskan bahwa ini adalah momen bersejarah bagi PKS Boyolali. "Akhirnya, kita tidak sekedar mendukung pasangan dari kader partai lain, tapi kita bisa mengusung kader PKS kita sendiri sebagai Calon Wakil Bupati Boyolali 2025-2030," ujarnya dengan penuh semangat. Beliau juga mengingatkan kepada seluruh kader untuk terus melangkah menuju kemenangan, karena Pilkada kali ini merupakan kesempatan emas untuk membawa perubahan nyata bagi Boyolali.

Sekretaris Umum DPD PKS Boyolali, Hasyim, turut menyampaikan refleksi atas perjalanan politik PKS Boyolali. Beliau mengingatkan bahwa PKS Boyolali telah berpartisipasi dalam Pilkada sejak 2005, 2010, dan 2015. Namun, pada tahun 2020, PKS memutuskan untuk absen dan membiarkan kontestasi melawan kotak kosong. "Pada setiap momentum Pilkada sebelumnya, kita belum punya kesempatan untuk menang, tapi Pilkada ini akan menjadi Pilkada yang berbeda," ujarnya, menggugah semangat para kader untuk terus berjuang.

Nur Achmad, Kepala Bidang Kaderisasi, menambahkan bahwa apapun hasil perjuangan nanti, hal tersebut tidak akan mengubah orientasi partai dan tidak akan mencederai persaudaraan di antara kader. "Yang terpenting adalah tetap solid dan menjaga kebersamaan dalam setiap langkah perjuangan kita," tegasnya, menekankan pentingnya persatuan dalam mencapai tujuan bersama.

Hadir pula dalam acara ini, Saifulhaq Mayyaz, Bakal Calon Wakil Bupati Boyolali dari PKS. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kerjasama dan sinergi seluruh kader dalam mencapai kemenangan. "Untuk mencapai kemenangan ini, tidak bisa dilakukan sendiri. Ini memerlukan segenap upaya dari semua kader untuk siap memenangkan PKS," kata Saifulhaq, yang disambut dengan tepuk tangan semangat dari peserta. Dengan tekad dan semangat, DPD PKS Boyolali siap melangkah menuju kemenangan di Pilkada 2024, mengusung kader terbaik demi mewujudkan Boyolali yang lebih baik dan sejahtera. (nh).

5 Agustus 2024

RKI Boyolali Adakan Kelas Harmonisasi Pasutri

BOYOLALI - Komjar RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Kecamatan Boyolali menyelenggarakan Kelas Harmonisasi Pasutri pada Selasa, 30 Juli 2024 yang bertempat di Aula DPD PKS Boyolali. Peserta pasutri yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Syaifudin dan Ustadzah Iin. Mengusung tema "Kokohkan Cinta Melangkah Seirama" menjadi pengingat bagi para pasutri untuk menyamakan visi misi di dunia dan akhirat. 


Teori pernikahan itu 5 tahun pertama berhasil maka akan berhasil seterusnya. Tapi kita sebagai orang muslim harus berprinsip bahwa satu detik ijab qobul sukses, maka akan berhasil seterusnya. Nabi Ibrahim itu ideal tapi juga ada kecemburuan, kecemburuan Bunda Sarah kepada Bunda Hajar. Maka dari itu nikmatilah ketidak idealannya, kalau duka sembunyikan, kalau duka keluarkan. Ada masa naik turun, bersabarlah dengan ketidak idealannya hingga mencapai ideal di surga. Ustadz Syaifudin menuturkan, "Kunci bahagia Imam Syafi'i untuk urusan dunia menunduklah lihat bawah, urusan akhirat menengadahlah lihat atas. Saat mulai merasa tidak happy, ingatlah kebaikan pasangan. Serta perbanyak sabar dan syukur." Selanjutnya Ustadzah Iin memberikan tips untuk menghadapi dinamika dalam rumah tangga antara suami istri yakni: Pertama, memangkas ego. Kedua, lakukan diskusi, ngobrol yang ringan masalah berdua dan membuat kesepakatan. (nh)



30 Juli 2024

Hadir Kembali! Kajian Rutin Ahad Sore DPC PKS Ngemplak


DPC PKS Ngemplak kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Sore pada hari Ahad (28/7) yang bertempat di Pendopo Rumah Bapak Ali Hufroni. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kafaah dan referensi tentang ke Islaman bagi kader PKS Ngemplak. Majlis hari ini menghadirkan Ustadz Solikhin Abu Izzuddin penulis buku Zero to Hero: Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa, sebagai pemateri. Sesi kajian ini mengambil tema, "Kisah Mulia Para Penerus Risalah Islam." Salah satu hal yang ditekankan dalam materi kajian tersebut adalah agar kader dakwah senantiasa memberikan keteladanan sebelum berdakwah. 



Kajian Ahad Sore sejatinya sudah berjalan rutin cukup lama. Namun sempat terhenti sejak Ramadhan 2024. Agenda ini rencana akan kembali dilaksanakan 2 kali dalam sebulan yaitu pada pekan ke-2 dan ke-4.



"Kami berharap majelis ini dapat menambah semangat kader dalam berdakwah serta memperbanyak interaksi menjalin ukuwah antar kader." ujar Mamik Anjasmara, Ketua DPC Ngemplak [MAP].

Workshop Peningkatan Kapasitas Pembinaan Kader PKS Boyolali


Boyolali - (28/07/24) PKS Boyolali menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pembinaan Kader dengan tema, "Membina itu Indah dan Menyenangkan". Bertempat di Aula DPD PKS Boyolali, kegiatan ini diikuti oleh Kader PKS Pelopor dan Pratama DAPIL I dan DAPIL II Boyolali. 


Nur Arifin, Ketua DPD PKS Boyolali, menuturkan "Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap PKS Boyolali, perlu adanya peningkatan kapasitas dalam merekrut dan membina. Sehingga setiap lapisan masyarakat seperti saksi dan simpatisan, perlu disambung silaturahminya"



Dalam penyampaian materi, Hj. Diah Rahmawati memberikan inspirasi kepada peserta untuk menjadi magnet kepribadian dengan kunci ikhlas, sabar dan tawakkal. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Faruq yang merupakan salah satu peserta kegiatan ini mengatakan bahwa acaranya menarik juga sangat inspiratif melalui kisah-kisah dan kesibukan beliau selama berkecimpung dalam berdakwah berpuluh-puluh tahun [NH].


10 Juli 2024

Mulazamah Perdana PKS Boyolali Menghafal Al Qur'an

Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Daerah (BK DPD) PKS Boyolali bekerja sama dengan Rumah Al Qur’an Nusantara (RQN) menyelenggarakan kegiatan Mulazamah Perdana RQN Boyolali PKS Boyolali Menghafal. Agenda yang dilaksanakan pada hari Ahad (7/7) lalu, diikuti oleh kader PKS Boyolali yang telah tergabung dalam Program Mulazamah (Menghafal Al Qur’an Intensif). Bertempat di Aula DPTD PKS Boyolali, agenda diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Kemudian pembimbing Program Mulazamah Ustadz Slamet Karyoto, Al Hafidz memberikan taujih motivasi menghafal Al Qur'an dalam agenda tersebut. Dilanjutkan dengan pengarahan terkait program mulazamah, pembagian kelompok serta tilawah juz 30 bersama dipandu oleh guru (musyrif/ah) masing-masing. 

Mulazamah adalah program menghafal intensif, yang seharusnya berupa pertemuan intersif dengan musyrif/ah secara langsung. Namun dengan berbagai pertimbangan, dibuatlah program yang lebih sederhana agar peserta dapat lebih menikmati Al Qur'an setiap hari tanpa mengganggu aktivitas harian. 

Peserta mulazamah memiliki beberapa kewajiban seperti tilawah minimal 1 juz setiap hari, ziyadah (menambah hafalan) satu jam sehari, setoran hafalan tiap hari jum’at secara online atau offline ke musyrif/ah masing-masing, dan muroja'ah (mengulang hafalan yg dimiliki) dengan cara menggunakannya dalam salat. Setiap satu bulan sekali akan diadakan murokaz (pertemuan offline seluruh peserta) untuk melakukan muroja'ah bersama dengan musyrif/ah dan mengikuti taujih motivasi Qur'ani dari pembimbing Program Mulazamah. 

“Kami berharap, Program Mulazamah ini dapat menjadi langkah aksi kita bersama untuk semakin dekat dengan Al Qur'an. Membumikan Al Qur'an di Boyolali, agar Allah beri keberkahan dalam diri kita dan jamaah dakwah kita dan semoga menjadi salah satu jalan untuk mendatangkan pertolongan Allah untuk memenangkan partai dakwah kita di kota Boyolali kita tercinta ini.” terang Rida, ketua Panitia Mulazamah Perdana. 

Rida juga berharap bahwa untuk jangka panjang, semoga program Menghafal Al Qur'an ini bisa semakin berkembang sampai tingkat desa sehingga masyarakat bisa semakin dekat dengan Al Qur'an. [MAP]