20 April 2017

Cukur dan Syukur untuk Kemenangan Jakarta


"Partai Keadilan Sejahtera maju terus tanpa kenal lelah, kibarkan tinggi panji Allah, bangun Indonesia lebih berkah.."
Mars PKS itu membumbung tinggi menguasai lobi gedung DPP PKS di Jl. Tb Simatupang Jakarta Selatan. Dinyanyikan oleh para kader partai dan masyarakat dengan riang bersamaan pisau cukur yang mengikis habis rambut Cucu Mulyono. Pria berusia 43 tahun yang duduk di kursi 'panas' itu tampak menikmati perayaan ablasi di kepalanya. "Sudah lama nggak cukur juga. Terakhir cukur botak itu enam tahun lalu, tahun 2011 ketika pergi ibadah umroh," kata pemilik kulit khas Indonesia itu.
Cucu berani melakukan itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. atas kemenangan yang diperoleh paslon gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di perhelatan pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta di putaran kedua ini.
Jejen Jaelani bernasib sepenari segenderang dengan Cucu. Pria asal Pancoran Jakarta Selatan itu mau melakukan cukur botak karena sebagai wujud syukur setelah sebelumnya sujud syukur. "Ini bentuk syukur selain sujud syukur. Bangga karena kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangan kita, kemenangan umat Islam," ujarnya.
Biasanya ia mengaku tidak mau dipotong botak. Sudah lama tak melakukannya. "Sebenarnya ingin botak, tapi nunggu dua tahun lagi. Tapi karena ada momentum akhirnya membatalkan niat untuk menunda botak," ungkap pria 42 tahun.
Total para kader yang mau dicukur botak berjumlah 25 orang. Aksi cukur itu diawali dengan aksi sujud syukur. Hampir seluruh orang di ruangan lobi DPP PKS turut sujud syukur sekaligus menggemakan asma Allah SWT.
Setelah dicukur, Cucu pun mendadak dibopong oleh para Pandu Keadilan. Ia teriak-teriak tak puguh dan akhirnya, basah kuyup sekujur badan. Dicemplungkan di kolam air mancur depan markas dakwah.