5 Agustus 2024

RKI Boyolali Adakan Kelas Harmonisasi Pasutri

BOYOLALI - Komjar RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Kecamatan Boyolali menyelenggarakan Kelas Harmonisasi Pasutri pada Selasa, 30 Juli 2024 yang bertempat di Aula DPD PKS Boyolali. Peserta pasutri yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Syaifudin dan Ustadzah Iin. Mengusung tema "Kokohkan Cinta Melangkah Seirama" menjadi pengingat bagi para pasutri untuk menyamakan visi misi di dunia dan akhirat. 


Teori pernikahan itu 5 tahun pertama berhasil maka akan berhasil seterusnya. Tapi kita sebagai orang muslim harus berprinsip bahwa satu detik ijab qobul sukses, maka akan berhasil seterusnya. Nabi Ibrahim itu ideal tapi juga ada kecemburuan, kecemburuan Bunda Sarah kepada Bunda Hajar. Maka dari itu nikmatilah ketidak idealannya, kalau duka sembunyikan, kalau duka keluarkan. Ada masa naik turun, bersabarlah dengan ketidak idealannya hingga mencapai ideal di surga. Ustadz Syaifudin menuturkan, "Kunci bahagia Imam Syafi'i untuk urusan dunia menunduklah lihat bawah, urusan akhirat menengadahlah lihat atas. Saat mulai merasa tidak happy, ingatlah kebaikan pasangan. Serta perbanyak sabar dan syukur." Selanjutnya Ustadzah Iin memberikan tips untuk menghadapi dinamika dalam rumah tangga antara suami istri yakni: Pertama, memangkas ego. Kedua, lakukan diskusi, ngobrol yang ringan masalah berdua dan membuat kesepakatan. (nh)



30 Juli 2024

Hadir Kembali! Kajian Rutin Ahad Sore DPC PKS Ngemplak


DPC PKS Ngemplak kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Sore pada hari Ahad (28/7) yang bertempat di Pendopo Rumah Bapak Ali Hufroni. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kafaah dan referensi tentang ke Islaman bagi kader PKS Ngemplak. Majlis hari ini menghadirkan Ustadz Solikhin Abu Izzuddin penulis buku Zero to Hero: Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa, sebagai pemateri. Sesi kajian ini mengambil tema, "Kisah Mulia Para Penerus Risalah Islam." Salah satu hal yang ditekankan dalam materi kajian tersebut adalah agar kader dakwah senantiasa memberikan keteladanan sebelum berdakwah. 



Kajian Ahad Sore sejatinya sudah berjalan rutin cukup lama. Namun sempat terhenti sejak Ramadhan 2024. Agenda ini rencana akan kembali dilaksanakan 2 kali dalam sebulan yaitu pada pekan ke-2 dan ke-4.



"Kami berharap majelis ini dapat menambah semangat kader dalam berdakwah serta memperbanyak interaksi menjalin ukuwah antar kader." ujar Mamik Anjasmara, Ketua DPC Ngemplak [MAP].

Workshop Peningkatan Kapasitas Pembinaan Kader PKS Boyolali


Boyolali - (28/07/24) PKS Boyolali menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pembinaan Kader dengan tema, "Membina itu Indah dan Menyenangkan". Bertempat di Aula DPD PKS Boyolali, kegiatan ini diikuti oleh Kader PKS Pelopor dan Pratama DAPIL I dan DAPIL II Boyolali. 


Nur Arifin, Ketua DPD PKS Boyolali, menuturkan "Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap PKS Boyolali, perlu adanya peningkatan kapasitas dalam merekrut dan membina. Sehingga setiap lapisan masyarakat seperti saksi dan simpatisan, perlu disambung silaturahminya"



Dalam penyampaian materi, Hj. Diah Rahmawati memberikan inspirasi kepada peserta untuk menjadi magnet kepribadian dengan kunci ikhlas, sabar dan tawakkal. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Faruq yang merupakan salah satu peserta kegiatan ini mengatakan bahwa acaranya menarik juga sangat inspiratif melalui kisah-kisah dan kesibukan beliau selama berkecimpung dalam berdakwah berpuluh-puluh tahun [NH].


10 Juli 2024

Mulazamah Perdana PKS Boyolali Menghafal Al Qur'an

Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Daerah (BK DPD) PKS Boyolali bekerja sama dengan Rumah Al Qur’an Nusantara (RQN) menyelenggarakan kegiatan Mulazamah Perdana RQN Boyolali PKS Boyolali Menghafal. Agenda yang dilaksanakan pada hari Ahad (7/7) lalu, diikuti oleh kader PKS Boyolali yang telah tergabung dalam Program Mulazamah (Menghafal Al Qur’an Intensif). Bertempat di Aula DPTD PKS Boyolali, agenda diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Kemudian pembimbing Program Mulazamah Ustadz Slamet Karyoto, Al Hafidz memberikan taujih motivasi menghafal Al Qur'an dalam agenda tersebut. Dilanjutkan dengan pengarahan terkait program mulazamah, pembagian kelompok serta tilawah juz 30 bersama dipandu oleh guru (musyrif/ah) masing-masing. 

Mulazamah adalah program menghafal intensif, yang seharusnya berupa pertemuan intersif dengan musyrif/ah secara langsung. Namun dengan berbagai pertimbangan, dibuatlah program yang lebih sederhana agar peserta dapat lebih menikmati Al Qur'an setiap hari tanpa mengganggu aktivitas harian. 

Peserta mulazamah memiliki beberapa kewajiban seperti tilawah minimal 1 juz setiap hari, ziyadah (menambah hafalan) satu jam sehari, setoran hafalan tiap hari jum’at secara online atau offline ke musyrif/ah masing-masing, dan muroja'ah (mengulang hafalan yg dimiliki) dengan cara menggunakannya dalam salat. Setiap satu bulan sekali akan diadakan murokaz (pertemuan offline seluruh peserta) untuk melakukan muroja'ah bersama dengan musyrif/ah dan mengikuti taujih motivasi Qur'ani dari pembimbing Program Mulazamah. 

“Kami berharap, Program Mulazamah ini dapat menjadi langkah aksi kita bersama untuk semakin dekat dengan Al Qur'an. Membumikan Al Qur'an di Boyolali, agar Allah beri keberkahan dalam diri kita dan jamaah dakwah kita dan semoga menjadi salah satu jalan untuk mendatangkan pertolongan Allah untuk memenangkan partai dakwah kita di kota Boyolali kita tercinta ini.” terang Rida, ketua Panitia Mulazamah Perdana. 

Rida juga berharap bahwa untuk jangka panjang, semoga program Menghafal Al Qur'an ini bisa semakin berkembang sampai tingkat desa sehingga masyarakat bisa semakin dekat dengan Al Qur'an. [MAP]

18 Juli 2023

Tugas Banyak, PKS Dukung Insentif RT/RW di Boyolali Naik 100 Persen

Author: Nimatul Faizah - Espos.id

Selasa, 18 Juli 2023 - 17:26 WIB

BOYOLALI -- Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Boyolali mendukung insentif ketua RT/RW di Kota Susu naik 100%. Saat ini insentif ketua RT/RW sebesar Rp150.000/bulan, jika dinaikkan maka nominalnya jadi Rp300.000/bulan. “Tentu kalau masalah kemampuan anggaran nanti bisa dibicarakan dengan DPRD, tapi tugas ketua RT dan RW itu kan sesungguhnya tidak ringan,” ujar Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, kepada Espos.id, Selasa (18/7/2023). Ia mengatakan tugas ketua RT sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 18 Tahun 2018 ada tiga. Yang pertama adalah membantu kepala desa dalam pelayanan pemerintah. Arifin mencontohkan beberapa di antaranya terkait pembuatan surat-surat resmi. Tugas kedua adalah membantu kades dalam menyediakan data kependudukan dan perizinan.

Arifin menyampaikan ketua RT pasti terlibat dalam proses-proses tersebut. Lalu tugas ketiga adalah melaksanakan tugas lain yang diberikan kades. “Kemudian yang menjadi tugas lain tidak bisa diukur. Semisal membagikan undangan dari desa, lalu pajak bumi bangunan. Tidak sekadar membagi, tapi diminta membantu mengingatkan. Sebenarnya bukan tugas Ketua RT, tapi mereka kan selalu kena. Belum tugas yang lain,” jelas dia. Terlebih menjelang Pemilu 2024, lanjut Arifin, ketua RT biasanya juga dimintai tolong terkait data pemilih dan lain sebagainya agar pesta demokrasi berjalan lancar.

Arifin menyampaikan PKS akan mendorong tiga wakilnya yang berada di DPRD Boyolali untuk bisa memperjuangkan kenaikan insentif bagi ketua RT/RW. “Kami ada tiga wakil di sana, ada yang jadi wakil ketua dan anggota komisi terkait. Jadi bisa memperjuangkan kenaikan insentif lah. Insentif ya, bukan gaji. Jadi insentif kan memberikan penghargaan kepada mereka,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Bina Perencanaan dan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Sucahyo Eko Basuki, menjelaskan hingga saat ini belum ada keluhan atau aduan resmi terkait nominal insentif ketua RT-RW. Namun, Cahyo mengakui ada keinginan untuk menaikkan insentif ketua RT-RW.

Dispermasdes juga telah membuat skema anggaran jika ada kenaikan penghasilan tetap (siltap) aparatur desa dan insentif ketua RT/RW. Hal itu disampaikan Cahyo menanggapi keluhan ketua RT dan RW terkait nilai insentif mereka yang lebih rendah dibanding daerah lain di Soloraya. “Nanti disesuaikan kondisi anggarannya oleh Pak Bupati, dicek kekuatan APBD Boyolali. Dilihat juga prioritas Pak Bupati tahun ini apa dulu, karena Pak Bupati punya pemikiran jangka ke depannya apa yang harus didahulukan,” kata dia saat diwawancarai Espos.id di kantornya, Senin (17/7/2023). Cahyo menceritakan saat kali pertama ia menjadi pegawai

Dispermasdes pada 2018, insentif Ketua RT nilainya Rp500.000/tahun dan Ketua RW Rp400.000/tahun. Kemudian, pada 2020 nilai insentif itu naik menjadi Rp150.000 per bulan sampai saat ini. Penentuan nilai insentif Ketua RT/RW di Boyolali merupakan kebijakan Pemkab. Total ada 6.335 RT dan 1.393 RW. Cahyo menjelaskan insentif Ketua RT/RW masuk pos bantuan keuangan kabupaten, tapi melewati alokasi dana desa. Dispermasdes memfasilitasi pencairan.

Ketua RT-RW di Boyolali Dijamin BPJS TK

Terkait insentif ketua RT/RW kabupaten yang lain yang lebih tinggi dibanding Boyolali, Cahyo meminta para ketua RT dan RW membandingkan jumlah RT-RW di daerah tersebut. Dengan jumlah RT-RW yang lebih kecil dari Boyolali, ada kemungkinan insentif di daerah itu lebih besar dibanding Boyolali. Cahyo mengungkapkan anggaran untuk insentif Ketua RT se-Boyolali pada 2023 ini Rp11,403 miliar. Sedangkan anggaran insentif Ketua RW se-Boyolali Rp2,507 miliar. Selain mendapatkan insentif, ketua RT/RW di Boyolali juga terlindungi BPJS Ketenagakerjaan untuk dua program yaitu jaminan kematian dan kecelakaan sejak 2021.

Anggaran untuk premi BPJS ketua RW dan RW itu sekitar Rp246 juta pada 2023. “Pemkab Boyolali kan memikirkan nanti kalau terjadi apa-apa kan dijamin BPJS Ketenagakerjaan. Jadi ada dua, untuk jaminan kematian Rp42 juta, dan jaminan kecelakaan besarnya tergantung kalau yang kecelakaan tergantung ada yang ringan, sedang, berat,” kata dia. Sebelumnya, Ketua RT dan RW di Boyolali mengeluhkan nilai insentif mereka yang dinilai lebih kecil dibandingkan kabupaten/kota lain di Soloraya.

Ketua RT-RW di Boyolali menerima insentif Rp150.000/bulan. Nilai itu lebih rendah dibanding daerah lain. Berdasarkan data yang diperoleh Espos.id, insentif RT dan RW di Wonogiri tahun ini mencapai Rp500.000 per bulan, lalu Sragen Rp350.000 per bulan, dan Sukoharjo Rp2,5 juta per tahun.

Tanggung Jawab Berat Ketua RT-RW

Ketua RW 019 Karang Duwet, Winong, Boyolali, Adiyanto, menuturkan ia sudah lima tahun menjadi Ketua RW. Pensiunan guru Geografi SMA tersebut mengaku selama itu insentif yang ia dapat selalu ia berikan untuk pembangunan di dukuh tempat ia tinggal. Seingatnya, ia selalu mendapatkan pemberitahuan insentif RT-RW di Boyolali turun setiap tiga bulan sekali. Namun, ia sengaja untuk mengambilnya setahun sekali. “Saya mengambil insentif RW itu setiap akhir tahun, itu dari dulu jumlahnya sama baik RT/RW yaitu sekitar Rp1,8 juta [setahun]. Saya berikan ke pembangunan fisik dukuh saya, itu kalau saya, ketua RT/RW yang lain ya terserah untuk apa karena itu memang hak beliau-beliau,” ujar dia saat berbincang dengan Espos.id di rumahnya, Rabu (12/7/2023).

Dengan insentif Rp1,8 juta setahun, artinya tiap bulan ia menerima sekitar Rp150.000 per bulan. Adiyanto menilai insentif tersebut perlu ditingkatkan. Alasannya bukan semata-mata karena jumlah, tapi tanggung jawab RT-RW yang juga berat.

https://m.solopos.com/tugas-banyak-pks-dukung-insentif-rt-rw-di-boyolali-naik-100-persen-1687968