31 Mei 2014

Anis Matta : Prabowo Sosok Pemimpin Tepat untuk Indonesia



Surakarta - Calon presiden (capres) Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang diusung oleh koalisi 6 partai politik yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB dan PAN terus menggalang dukungan dan melakukan konsolidasi untuk memenangkan Pilpres pada 9 Juli 2014 mendatang. Diantaranya dengan menghadiri rapat pemantapan tim pemenangan Prabowo-Hatta tingkat Provinsi Jawa Tengah di The Sunan Hotel Surakarta, Solo, Kamis (29/5) kemarin.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan kedatangan Prabowo ke Solo untuk menghadiri konsolidasi tim pemenangan dan deklarasi relawan di Jawa Tengah. Anis optimistis pasangan Prabowo-Hatta akan memenangkan pilpres.
“Basis masa Islam di Solo sangat kuat. Ini yang akan memecah suara di Solo dan berpindah memenangkan Prabowo,” terang Anis.
Anis menambahkan bahwa 6 partai koalisi pengusung Prabowo-Hatta juga memiliki basis yang cukup kuat di Solo. Dia meyakini, setiap Parpol pengusung yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, Golkar, PPP dan PBB akan berjuang habis – habisan memperjuangkan pasangan Prabowo Hatta, khususnya di Solo.
Lebih lanjut, dihadapan ribuan peserta deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta, Anis mengatakan suara partai koalisi apabila digabungkan akan menghasilkan suara besar di pulau Jawa. Menurutnya pulau Jawa merupakan wilayah yang memiliki populasi yang cukup besar. Dengan memenangkan Prabowo Hatta di pulau Jawa, maka ia meyakini Prabowo Hatta lebih leluasa melenggang menuju kursi RI 1.
Turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung dan Ketua MPP PAN Amien Rais. Sejumlah pimpinan parpol koalisi seperti Presiden PKS Anis Matta, Sekjen PKS Taufik Ridho, Sekjen PPP Romahurmuziy, Sekjen Golkar Idrus Marham, Jubir Tim Pemenangan Nurul Arifin, Waketum Gerindra Fadli Zon, Ketum Gerindra Suhardi, Ketua DPP Edhy Wibowo, dan Wasekjen PKS Fahri Hamzah dan juga Ketua Tim Pemenangan Koalisi Merah-Putih Mahfud MD.

Sumber: pks.or.id

30 Mei 2014

Politisi PKS ini Beberkan Alasan Mengapa Harus Pilih Prabowo

image
Prabowo Subianto kala muda. (Foto: Kaskus)

Jakarta – Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah membeberkan alasan mengapa rakyat Indonesia harus memilih sosok Prabowo Subianto sebagai Presiden. Hal itu diungkapkan pria yang juga Wakil Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS ini dalam akun twitter pribadinya, @Fahrihamzah, Jumat (30/5/2014).

Menurut Fahri, sosok Prabowo adalah sosok pria yang memiliki kelebihan, salah satunya adalah mampu bekerja meskipun dalam senyap. “Perjalanan kemarin, membuat teman-teman media menjadi lebih mengerti tentang Prabowo, menarik, Prabowo memang selama ini menjadi politisi yg banyak bekerja tanpa publikasi,” kicau Fahri.

Lebih lanjut, Fahri mengungkapkan bahwa latar belakang Prabowo yang seorang militer telah membuat sikap dan mentalnya teruji, meskipun jauh dari hiruk – pikuk pencitraan.

“Begitulah kebiasaan tentara, meniti karier tidak di bawah gemerlap kamera tapi dibawah Desing peluru, hanya dua pilihan, tertembak atau menembak, terbunuh atau membunuh, begitulah amanah negara padanya, hidup yang tiada mudah dilalui dalam masa pancaroba,” jelasnya.

Fahri Hamzah juga menyebut bahwa sikap Prabowo yang mengayomi anak buahnya selama di lapangan ini terpinspirasi dari pesan dari mertuanya yang juga Presiden Indonesia kala itu, Soeharto.

“Suatu hari, sebagai mantu Presiden, ia harus pergi ke Medan tempur, presiden memanggilnya.  Dan seperti pengakuannya, ia menyangka akan diberi sangu, ternyata Pak Harto menitipkan kepadanya tiga pesan, yakni ojo lali, ojo dumeh dan ojo ngoyo. (Jangan lupa, jangan sombong, jangan maksa),” papar pria yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Pesan Presiden tersebut, kata Fahri, dibawa Prabowo sebagai bekal, dikarenakan makna dari pesan tersebut yang begitu dalam, yang pada intinya agar jadi pribadi stabil dan tak mudah menyerah tapi tau batas.

“Dan pesan itu tak hanya dipegangnya, tetapi juga dijadikan semboyan kesatuannya dalam menghadapi Medan, para prajurit menghadapi masalah dengan aplikasi dari pesan itu. Mereka survive dan menjadi kesatuan terbaik, sedangkan Prabowo sendiri menjadi prajurit tangguh, dan menjadi komandan yang dicintai anak buahnya,” tandas Fahri.

Puncak dan akhir karir militer Prabowo

Fahri lalu melanjutkan kicaunnya di twitter dengan menyebut bahwa pada tahun 1998 adalah puncak karir militer sekaligus masa – masa senja Prabowo menjadi legenda militer. “Legenda karir militernya terus menyebar terutama ketika ia menjadi DANJEN KOPASSUS, ia memimpin pasukan paling elit yang tidak saja disegani di negeri ini bahkan disegani di negara lain,” katanya.

Lalu kemudian, imbuh Fahri, datanglah masa-masa puncak ketika sebagai Pangkostrad arus reformasi datang, menyapu apa yang mapan.”Prabowo ada dalam pusaran itu, dan sampai hari ini, sebagian kontroversi masih dilekatkan padanya, Prabowo tidak ngoyo, hidup harus terus jalan, resiko dijalaninya dengan tetap memegang pesan orang Jawa, Ojo lali, ojo dumeh, ojo gumunan, ojo ngoyo,” jelas Fahri.

Fahri kemudian melanjutkan kicauannya mengenai Prabowo pasca militer, dimana ia menyebut setelah pensiun, Prabowo lalu menekuni bisnis.

“Prabowo melanglang Buana, membangun kerajaan bisnisnya, bersama adiknya Hasyim, mereka mengembangkan kemampuan dasar keluarga djoyohadikusumo turun temurun, mereka adalah pebisnis yang telah memulai sejak zaman jauh sebelum kemerdekaan,” jelasnya.

Merintis Partai Politik

Lebih lanjut, Fahri menjelaskan bahwa bisnis Prabowo maju dan ia pun memulai sebuah kesibukan Baru, merintis sebuah partai politik, Gerindra. “Saya harus akui, saya termasuk yang skeptis dengan partai ini awalnya, Karena saya kira tdk serius, Tapi ternyata, partai ini punya Second layer yang memiliki kapasitas manajerial dalam membangun sistem,” ungkap pria asal Nusa Tenggara Barat ini.

Menurut Fahri, hal itulah yang menjelaskan kenapa mereka juga dapat mencapai kemenangan politik yang relatif nyata. “Fadli Zon, Ahmad Muzani, Desmond, Edhi Prabowo, dan begitu banyak nama adalah aktifis lama yang mengelola Gerindra, dan dengan kepemimpinan Prof. Suhardi, seorang guru besar yang santun dan baik, Gerindra telah menunjukkan kemampuannya dalam merebut hati rakyat Indonesia,” jelasnya.

Berkat kemampuan Prabowo dalam mengelola bisnis dan partai inilah, Fahri optimistis peluang Prabowo menang di Pemilihan Presiden cukup besar. “Jika kita hitung Persentase capaian kursi, maka Prabowo efecct pada Gerindra jauh lebih besar, maka, sesuatu yang wajar jika kemenangan Prabowo dan peluangnya nampak semakin besar,”kicau mantan pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.

Pencapresan Prabowo adalah panggilan jiwa

Terkait pencapresan Prabowo, Fahri kemudian menyebut bahwa hal ini adalah panggilan pada diri dan jiwa Prabowo. “Inilah panggilan Nusa, Prabowo Tak tahan melihat rintihan kemiskinan dan ketidakberdayaan bangsanya, ia membaca Sukarno, bahwa keluhan Sukarno 80 tahun lalu masih menjadi keluhan kita hari ini,”ungkap Fahri.

Kala itu, lanjut Fahri, Sokarno mengeluhkan kita masih menjadi bangsa konsumen dan kita mengimpor hampir semua yang kita konsumsi. “Orang-orang Indonesia masih menjadi kuli! dan kuli di antara bangsa-bangsa. Prabowo berteriak seperti Sukarno, apakah kita tidak punya hak untuk menjadi kaya dan menjadi tuan di negeri sendiri?,” kata Fahri di akhir kultwitnya yang bertagar #kenapaPrabowo itu.

“Inilah panggilan yang mengguncang dadanya. Dia membaca Sukarno masih relevan,” pungkas jubir timses Prabowo-Hatta.

Sumber: pks-jateng.or.id

20 Mei 2014

Prabowo-Hatta Jalan Kaki ke KPU Pusat

 



Jakarta (20/5) - Calon Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden RI Hatta Rajasa berjalan kaki dari Masjid Agung Sunda Kelapa di Menteng menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat di Jalan Imam Bonjol pada Selasa (20/5) siang. Mereka didampingi oleh Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham beserta massa dari enam partai pendukung pasangan calon presiden tersebut.

Jalan kaki ini dilakukan setelah penandatangan dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftarkan pasangan calon presiden RI ke KPU Pusat. "Alhamdulilah penandatanganan sudah selesai. Setelah ini dilanjutkan dengan shalat dzuhur bersama di Masjid Sunda Kelapa dan akan dilanjutkan berjalan kaki ke Komisi Pemilihan Umum," ungkap salah satu panitia, Zulkifli Hasan.

Jalan kaki ini dijaga oleh polisi dari Masjid Agung Sunda Kelapa hingga KPU Pusat. Kelompok pengamanan milik PKS, Pandu Keadilan juga mengamankan jalan kaki massal dengan berada di depan barisan dan membuat barikade.

Saat rombongan tiba di KPU Pusat, Prabowo dan Hatta langsung memasuki Gedung KPU dan menuju lantai 2, di mana terdapat ruang pendaftaran capres-cawapres. Ruangan tersebut kemudian menjadi padat oleh pendukung Prabowo dan Hatta, karena hanya mampu menampung 30 orang.

Sumber: pks.or.id

Aa Gym Sholat Berjamaah dengan Prabowo-Hatta

 



Jakarta (20/5) - Pasangan calon presiden RI Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa beserta rombongan melakukan sholat zuhur berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Imam Bonjol, Jakarta pusat, pada Selasa (20/5) sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Dalam kesempatan ini, salah satu ulama di Indonesia dan sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid, Jawa Barat, Kiai Haji Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

Prabowo-Hatta didampingi pimpinan partai-partai pendukung, seperti Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie, Ketua MPP PAN Amien Rais. Mereka berdoa untuk Indonesia yang lebih baik dengan dipimpin oleh Aa Gym.

"Mudah-mudahan warisan terbesar kita ini sedang dicatat oleh Allah sebagai amal yang terbaik untuk bekal dan manfaat untuk generasi ke depan kita. Mudah-mudahan tidak ada yang merasa terancam dengan adanya poros ini. Pak Prabowo dan Pak Hatta, terima kasih. Saya sebagai rakyat, sebagai umat berharap mudah-mudahan poros ini adalah poros fastabuqul khoirot (yang berlomba dalam kebaikan)," ucap Aa Gym di hadapan jamaah Masjid Agung Sunda Kelapa.

Aa Gym menutup sambutannya dengan doa untuk kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Selesai sholat dzuhur berjamaah, Prabowo-Hatta beserta rombongan menggelar dzikir dan doa bersama dipandu oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali lalu dilanjutkan perjalanan menuju Monumen Naskah Proklamasi dan ke KPU.

Sumber: pks.or.id

Prabowo-Hatta Maju Didukung Enam Partai

 



Jakarta (19/5) - Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa hari ini dideklarasikan sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 pada Senin (19/5). Pasangan ini diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Golkar.

Deklarasi pasangan capres-cawapres ini dilakukan di salah satu bekas rumah Presiden Soekarno, Rumah Polonia di Jakarta Timur pada Senin (19/5) siang. Presiden PKS Anis Matta mengatakan dalam sambutannya, PKS mendukung penuh Prabowo-Hatta untuk menjadi Presiden RI 2014-2019.

"Saya merasa tidak perlu lagi menjelaskan alasannya mengapa PKS mendukung pasangan ini. Apakah Saudara merasakan bahwa pasangan ini bisa membawa amanah? Apakah Saudara merasakan pasangan ini akan membawa Indonesia adil dan sejahtera? Kalau Saudara semua yakin, saya yakin mengapa Saudara-saudara kita, termasuk Golkar juga akhirnya bergabung," ujar Anis disambut tepuk tangan para hadirin.

Prabowo sendiri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para partai pendukung yang telah memberikan kepercayaan dalam pencalonan dirinya dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) RI 2014-2019.

"Saya melihat jiwa besar para pemimpin partai yang luar biasa kepada saya dan Pak Hatta. Saya melihat sifat mengalah, sifat jiwa besar. Saya akui semua partai pendukung memiliki kader-kader hebat," ungkap Prabowo.

Pasangan Prabowo-Hatta rencananya akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada Selasa (20/5). Mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di Masjid Sunda Kelapa untuk kemudian menuju Monumen Proklamasi. Setelah berorasi di sana, mereka mendaftar ke KPU Pusat.

Turut hadir para pemimpin partai pendukung Prabowo-Hatta, termasuk Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali,  Ketua Umum PBB MS Kaban, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Idrus Marhan.

PKS sendiri menghadirkan Presiden PKS Anis Matta, Sekjen PKS Taufik Ridlo, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid.

Sumber: pks.or.id