29 Juli 2017

Muhammadiyah Minta PKS Terus Konsisten Jaga Suara Umat Islam


SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta untuk terus konsisten menjaga dan mengawal aspirasi suara umat Islam. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir saat menerima kunjungan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari fraksi PKS, Kamis (28/7/2017) kemarin di Gedung Dakwah Muhamamdiyah Jateng, Jalan Singosari Raya, Kota Semarang.
“Beliau menyampaikan agar PKS terus konsisten mengawal aspirasi dan suara umat, salah satunya terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan Al-Aqsa melalui perjuangan di parlemen dan pemerintahan,”kata Ketua DPW PKS Jateng, KH Kamal Fauzi dalam keterangannya Jumat (28/7/2017)  di Semarang.
Selain dari Ketua PW Muhammadiyah, dalam pertemuan tersebut, Bendahara Pembina LPPK dan MPKU PW Muhamamdiyah Jateng, Masrukhi  juga berpesan agar PKS harus selalu bersama umat Islam dalam memperjuangkan aspirasi, termasuk dalam pengawalan isu nasional yang terjadi.
“Kami senang jika PKS, bersama Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra dan Partai Demokrat terus konsisten agar membawa aspirasi umat Islam, termasuk penolakan Perppu Ormas hingga isu Presidential Threshold,”ujar Rektor Universitas Muhammadiyah (Unimus) Semarang ini.
Masrukhi juga berharap para kader PKS yang duduk di parlemen terus istiqomah berjuang untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara yang didera berbagai isu hangat saat ini. “Saya berpesan agar militansi para kader PKS tetap terjaga, apalagi energi untuk bangsa ini  sangat dibutuhkan dari partai yang pro umat Islam,”tutupnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi menyampaikan apresiasi kepada Muhamamdiyah yang mempercayakan suara umat Islam kepada PKS.
“Mohon maaf jika baru bisa bersilaturahmi, dan kami ucapkan terimakasih kepada para sesepuh dakwah di Muhamamdiyah atas kepercayaannya, mohon doanya agar kami di parlemen diberikan kemudahan dalam berjuang, terutama dalam menjaga dan mengawal suara umat,”kata Ahmadi.
Dalam pertemuan tersebut, dari unsur Muhammadiyah hadir Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, Wakil Ketua Pembina LBMH dan LPP Pontren Suparman Syukur, Wakil Ketua Pembina Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan serta Lembaga Hikmah Rosihan, Wakil Ketua Pembina Majelis Tabligh dan MPM Ali Muhson.
Kemudian juga Wakil Ketua Pembina Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Musman Tholib, Sekretaris Muhammadiyah Jawa Tengah Bisyron Mukhtar serta Bendahara Pembina LPPK dan MPKU Masrukhi.
Sementara dari unsur PKS hadir Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi, Sekretaris Umum DPW Ikhsan Mustofa, Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi, Ketua Fraksi PKS Jateng Muhammad Rodhi, anggota DPRD F-PKS Jateng Rusman dan Karsono.

27 Juli 2017

Pilihan Konsisten PKS


Oleh Wakil Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi
Apa kabar Senayan? Tepatnya hari Kamis (20/7/2017) lalu PKS mengambil sikap tidak ikut dalam pengambilan keputusan atas Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Kompleks Senayan pun riuh karena bukan hanya PKS, tetapi tiga fraksi lainnya juga ‘walk out’, istilah yang digunakan untuk meninggalkan persidangan.
PKS, Gerindra, Demokrat dan PAN menganggap pengambilan keputusan untuk hal krusial terkait penentuan ada-tidaknya batas elektoral parlemen dalam mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, mestinya dibicarakan dengan jalan musyawarah dan tetap berpedoman pada kerangka hukum yang ada.
Alasan lebih panjang lebar kenapa keputusan menggunakan elektoral parlemen 20 persen dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 melanggar Undang-Undang, bisa dibacadi sini.
Prinsip utamanya adalah, jangan sampai untuk sekadar memuluskan kemauan beberapa golongan, bangsa ini harus menabrak berbagai aturan.
Selanjutnya dari Senayan kita juga mendengar kabar bahwa Fraksi Partai Gerindra mundur dari Pansus Hak Angket untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Dengan mundurnya Gerindra, praktis pengisi Pansus Angket untuk KPK kini diisi oleh lima fraksi yang adalah dari partai-partai pendukung pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla.
PKS? Sejak awal sudah menyatakan tidak menyetujui pembentukan pansus Hak Angket karena PKS berpandangan bahwa ada nuansa upaya pelemahan dalam Hak Angket tersebut.
PKS konsisten dalam pilihan untuk pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan menjadikan KPK sebagai salah satu institusi penting pemberantasan korupsi. Akan halnya beberapa kelemahan yang masih ada di tubuh KPK, PKS merasa masih ada cara lain untuk memperbaikinya diantaranya dengan menghadirkan lembaga pengawas yang melekat di tubuh KPK dan juga transparansi dalam penggunaan anggaran negara yang berasal dari rakyat.
PKS ingin publik bisa menilai bahwa hiruk pikuk Senayan pasti ada benang utamanya. Rakyat bisa melihat peran dan sepak terjang partai politik dalam setiap pengambilan keputusan di DPR. Termasuk keinginan pemerintah yang dalam gerak dan agendanya mesti mendapatan restu dari parlemen.
PKS ingin menunjukkan sebuah sikap konsisten yang merdeka sesuai dengan garis mandat yang diberikan masyarakat. Konsitensi PKS untuk membangun bangsa yang bermartabat, adil dan sejahtera, kami serahkan pada mata hati dan jari publik di saat Pemilu nanti.

23 Juli 2017

Kuatkan Soliditas, PKS Boyolali Gelar Halal bi Halal & Family Gathering

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad memberikan sambutan dalam Halal bi Halal dan Family Gathering

Boyolali (23/7) - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan acara Halal bi Halal dan Family Gathering Keluarga Besar PKS Boyolali, Ahad (23/7). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus DPD dan DPC PKS se-Kabupaten Boyolali beserta dengan anggota keluarga masing-masing.

Diselenggarakan di kawasan wisata pemancingan Janti, Klaten, acara yang mengusung tema “Rajut Ukhuwah, Tingkatkan Soliditas, Raih Kemenangan Dakwah”, berlangsung meriah. Seluruh peserta nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara berupa tausiyah, aneka kuis dan games, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Dalam sambutan pembuka, Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad menyampaikan harapannya semoga acara ini dapat semakin mengakrabkan seluruh pengurus, serta menjadi sarana rekreasi bagi keluarga.

Sementara itu Ketua Bidang Kaderisasi DPD PKS Boyolali, Moh. Basuni, S.Ag. dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa dalam rangka memperkuat soliditas organisasi, setidaknya ada 5 kekuatan yang harus dimiliki oleh kader. Lima hal tersebut meliputi Quwwatul Ma’nawiyah (kekuatan spiritual), Quwwatun Niyah (kekuatan niat), Quwwatul Istijabah (kekuatan menyambut seruan), Quwwatul Ukhuwah (kekuatan persaudaraan), dan Quwwatul ‘Amaliyah (kekuatan untuk beramal).

Sebagai taujih penutup, Ust. Agung Suryantoro selaku pengurus DPW PKS Jawa Tengah memberikan gambaran mengenai tantangan perjuangan politik ke depan. Salah satunya adalah tantangan pemilu serentak pada tahun 2019. Beliau menegaskan bahwa apapun tantangan yang akan dihadapi hendaknya dijadikan peluang untuk meraih kemenangan.

Selain tausiyah dan pengarahan oleh struktural, acara juga dimeriahkan dengan aneka macam permainan baik untuk peserta dewasa maupun untuk anak-anak. Berbagai doorprize menarik juga dibagikan sehingga semakin menambah semangat peserta untuk mengikuti permainan.

Semoga acara di penghujung bulan Syawal ini dapat semakin menguatkan ukhuwah dan soliditas pengurus PKS Boyolali khususnya dan seluruh kader PKS Boyolali pada umumnya, sehingga semakin memantapkan perjuangan meraih kemenangan dakwah. Amin. [AC]

9 Juni 2017

Hadi Sarankan Exit Tol Bawen-Salatiga Dilebarkan


SEMARANG - Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Hadi Santoso menyarankan pelebaran jalur keluar di Jalan Tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga untuk mengantisipasi kemacetan pada saat pengoperasian secara fungsional.

"Exit Tol Bawen-Salatiga itu masuk ke jalan kabupaten/kota sehingga kami sarankan ada pelebaran jalan dari 6 meter menjadi 15 meter sepanjang kurang lebih 1 kilometer," kata Hadi di Semarang, Jumat (9/6/2017).

Selain pelebaran jalan pada jalur keluar Tol Bawen-Salatiga, politikus Partai Keadilan Sejahtera itu juga berharap ada perbaikan beberapa ruas jalan yang rusak di sekitar jalan tol seperti di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Menurut dia, kemacetan parah yang terjadi di Brebes exit pada arus mudik Lebaran tahun lalu tidak boleh terjadi di jalur keluar tol Bawen-Salatiga dan harus diantisipasi. "Berbagai antisipasi kemacetan pada exit Tol Bawen-Salatiga seperti rekayasa lalu lintas harus mulai disiapkan sekarang," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Hadi menanggapi rencana pengoperasian secara fungsional Jalan Tol Bawen-Salatiga pada H-7 Lebaran 2017 oleh pemerintah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai melihat langsung perkembangan terakhir pengerjaan jalan tol Bawen-Salatiga menyatakan bahwa jalan tol sepanjang 17,50 kilometer itu siap dioperasikan secara fungsional.

Ganjar juga berpendapat perlu ada rekayasa lalu lintas pada pintu keluar Jalan Tol Bawen-Salatiga untuk mengantisipasi kemacetan parah saat arus mudik Lebaran tahun ini. "Mungkin yang diperlukan adalah manajemen lalu lintas setelah keluar dari sini (Jalan Tol Bawen-Salatiga) karena jalannya tidak terlalu lebar," katanya.

27 Mei 2017

Unik, PKS Mojosongo Meriahkan Sambut Ramadhan dengan Memancing dan Menangkap Ikan di Sungai


Boyolali - DPC PKS Kecamatan Mojosongo Boyolali menggelar acara yang unik dalam memeriahkan datangnya Bulan Ramadhan 1438 H. Kegiatan tersebut berupa kegiatan memancing dan menangkap ikan di sungai yang dilaksanakan pada hari Kamis (24/5) bertempat di Desa Getan Mojosongo Boyolali. Acara dimeriahkan oleh lebih dari 40 keluarga kader beserta dengan anak-anaknya.

Acara berjalan sangat meriah dan hangat dengan diawali agenda keluarga memancing dan menangkap ikan di sungai. Terlihat keceriaan anak-anak saat menangkapi ikan yang berada di sungai. Orang tua berperan aktif menjaga dan mengarahkan anak-anak mereka. Selesai menangkap ikan, anak-anak membersihkan diri bersama ibunya dan sang ayah memancing bersama.

Setelah keceriaan dan kehebohan menangkap ikan dan memancing di sungai, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Konselor Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan materi " Menggapai Berkah dari Kota Makkah". Keluarga kader harus menjadi contoh dalam masyarakat sebagaimana penduduk Kota Makkah yang insya Allah senantiasa dalam keberkahan. Pertama, hidup untuk menunggu shalat. Ada 3 golongan manusia yang diberi cahaya di akhirat nanti, yaitu cahayanya seperti sinar matahari bagi orang-orang yang sebelum adzan sudah bersiap diri untuk shalat, lalu cahaya seperti bulan bagi orang-orang yang bersiap shalat saat adzan, dan terakhir cahaya seperti bintang yang tampak kelap kelip saja yaitu bagi orang-orang yang baru bersiap shalat setelah adzan tapi tidak tertinggal jama'ah. Kedua, Memuliakan ibu. Ibu adalah wanita yang sangat mulia, hingga Presiden Erdogan pun mempunyai kebiasaan mencium kaki ibunya.
Ketua DPC PKS Mojosongo, Irwan Setiono menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk semakin menguatkan keluarga kader DPC PKS Mojosongo. "Bulan Ramadhan ini bulan berjuta momentum. Perlu sinergi antar anggota keluarga untuk dapat meraih momentum yang hanya datang setahun sekali itu. Sayang sekali kalau terlewatkan begitu saja" Ujar Irwan. Lebih lanjut, Irwan menyampaikan bahwa acara yang melibatkan kader dan keluarganya seperti ini akan digelar secara rutin.

Berikut ini dokumentasi kegiatan tersebut: