24 Juni 2011

MABIT PKS Piyungan, Satu Jam Bersama Ust Cahyadi Takariawan

"Alhamdulillah, kurang lebih dua bulan lagi kita akan kedatangan 'tamu istimewa' yang kita umat Islam senantiasa nanti-nantikan, yaitu hadirnya Bulan Ramadhan. Bentuk rasa senang kita adalah dengan melakukan 'persiapan' penyambutan yang salahsatunya dengan mengadakan acara MABIT pada malam hari ini, sebagai upaya 'persiapan maknawiyah," ujar ustadz Dhani Asy-Syakib Kabid Kaderisasi DPC pada sambutan acara MABIT DPC PKS Piyungan yang diadakan tadi malam, Rabu 1 Juni 2011.

Enam puluhan kader ikhwan PKS Piyungan mulai berkumpul selepas isya di masjid al-Ikhlas Bintaran Kulon Piyungan, tempat diadakan MABIT. Termasuk beberapa ikhwan kader pemula yang baru pertama kali ini ikut acara MABIT.

"Pak, sebetulnya saya malu ikut acara ini...," kata Mas Sulis Banyakan pada murobbinya.

"Kenapa...?" tanya sang murobbi agak cemas khawatir mutarobbinya belum siap ikut MABIT.

".....saya kalau tidur mendengkur....," balas Mas Sulis mengutarakan alasan 'malu' ikut MABIT yang langsung disambut senyum simpul temen-temen liqonya dan kelegaan murobbi. Walaupun badan lagi kurang fit hingga tadi siang gak kerja, tapi Mas Sulis sangat semangat ikut MABIT perdana ini. Begitu pula dengan temen-temen satu liqonya, mereka juga baru kali ini mengenal dan ikut MABIT. Mereka baru tiga bulanan ikut liqo.

Pukul 8 malam tepat acara MABIT dimulai dengan Tasmi' Al-Quran yang dibawakan ustadz Argit Itok Abu Izzuddin yang baru saja ikut mukhoyyam al-quran yang diselenggarakan DPW PKS DI Yogyakarta 27-29 Mei kemarin.

Usai Tasmi' dilanjut Khotmil Qur'an, mengkhatamkan al-Quran dengan cara setiap peserta mendapat 'jatah' membaca al-Quran masing-masing 1 juz.

Pukul 21.00, acara taujih disampaikan ustdaz Cahyadi Takariawan. Beliau menyampaikan tentang "Kemampuan untuk Bertahan" dengan mengulas surat Huud ayat 112:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"So remain on a right course as you have been commanded, [you] and those who have turned back with you [to Allah ], and do not transgress. Indeed, He is Seeing of what you do." (Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.)

"Kunci untuk bisa bertahan di jalan dakwah adalah dengan terus terlibat dan terus bergerak. Jadilah pelaku dakwah, aktor perubahan, maka anda akan merasakan nikmat dan indahnya jalan dakwah ini," tegas beliau yang malam itu tampil penuh semangat.

"Saya berbahagia bisa hadir di sini, di DPC yang paling terkenal dan paling keren sedunia....," ungkap Pak Cah yang membuat kami malu sendiri, karena kami sadar kami hanyalah sekumpulan orang-orang dusun yang mendapat karunia dengan diberi jalan bisa bersama dan bergabung dalam jamaah dakwah penuh berkah ini.

Satu jam bersama Pak Cah makin menguatkan langkah kami di jalan dakwah ini. Beliau tidak banyak mengurai teori dakwah, tapi malam itu beliau lebih banyak menyampaikan tentang kisah-kisah nyata kiprah para ikhwah di berbagai penjuru, yang beliau saksikan sendiri.

"Para ikhwah dimanapun mereka semua sibuk bekerja, mereka asyik berkontribusi, dan dari merekalah kita belajar dan mendapat energi bagaimana kita bertahan dan menikmati jalan dakwah ini," ujar Pak Cah menutup taushiyah malam itu.

...

Usai itu, acara MABIT diskors untuk istirahat.


Pukul 03.00 Qiyamullail dimulai hingga menjelang shubuh.

Usai shubuh, pengajian singkat disampaikan oleh ustadz Maryadi Ta'mir masjid setempat. Beliau menyampaikan hadits tentang 7 golongan istimewa yang akan mendapat hadiah istimewa dari Allah SWT pada hari qiyamat.

Setelah itu acara dilanjut dzikir ma'tsurat dan ditutup dengan Do'a Rabithah...

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.

Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

*)Reporter: Admin pkspiyungan