26 Desember 2024

Kasus PMK Naik se-pekan Ini, Atok Suyoto Mengharapkan Pemerintah Bisa Mengulang Prestasi Tahun 2022 dalam Pengendalian PMK

Boyolali, 26 Desember 2024 – Anggota Legislatif PKS Daerah Pemilihan IV, Atok Suyoto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali. Dalam sepekan terakhir, Atok menerima laporan dari warga terkait penemuan kasus PMK di beberapa wilayah Boyolali.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Atok langsung mengonfirmasi kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Pihak dinas membenarkan bahwa adanya laporan kasus PMK berasal dari beberapa wilayah dan telah ditindaklanjuti. Selain merespons laporan, dinas juga mulai memperketat pengawasan di Pasar Hewan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sapi-sapi yang menunjukkan gejala PMK sebagian besar berasal dari pembelian baru.

“UPT Pasar Hewan sudah diberi instruksi untuk memperketat pengawasan. Selain itu, Dinas Peternakan juga telah mengeluarkan edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis dan Zoonosis sejak 31 Oktober lalu,” jelas Atok.

Menurut Atok, salah satu penyebab merebaknya PMK adalah lalu lintas ternak antarwilayah, terlebih menjelang hari besar. Informasi dari Pengurus Persatuan Sopir Sapi (Persopi) menyebutkan bahwa Rumah Potong Hewan (RPH) di Ampel sudah tidak mau menerima hewan untuk dipotong. Selain itu, beberapa tukang jagal juga mulai berhenti beroperasi. Pemerintah sendiri telah menghimbau agar pasar hewan ditutup sementara guna meminimalisir penyebaran.

Berdasarkan konfirmasi dari Penyuluh Peternakan di wilayah utara, sejumlah upaya pencegahan sudah dilakukan, seperti: Pengawasan rutin di pasar hewan; Pendampingan kelompok peternak; Pengarahan kepada peternak tentang pencegahan PMK; dan Pengobatan hewan yang terdampak dan pemberian disinfektan.

Namun, para penyuluh menekankan pentingnya sinergi antara peternak, petugas, dan pedagang untuk memastikan pengendalian yang efektif. Penyakit ini sering kali berasal dari ternak baru yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan.

Atok berharap upaya pengendalian kali ini dapat mengulang keberhasilan Kabupaten Boyolali seperti yang terjadi pada tahun 2022. Kala itu, penanganan PMK dilakukan dengan sangat tegas, termasuk menutup pasar hewan, melakukan pelacakan (tracking), dan karantina terhadap ternak yang terinfeksi.

“Jika diperlukan, pasar hewan memang perlu ditutup sementara. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan, terutama agar mereka berhati-hati saat ada yang menjual sapi dengan harga jauh lebih murah dari biasanya,” tegas Atok.

Atok juga menambahkan pentingnya langkah kolaboratif yang melibatkan semua pihak, mulai dari peternak, pedagang, hingga pemerintah, untuk memastikan pengendalian PMK berjalan maksimal dan mencegah kerugian yang lebih besar di sektor peternakan. (nh/ta)

25 Desember 2024

Atok Suyoto Dorong RKI Andong Perkuat UMKM dengan Brand Lokal Erkai Kriuk dan Misi Minimarket Erkaimart

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Andong sukses menggelar acara Gelar Karya Muslimah Andong Berdaya Guna pada Rabu, 25 Desember 2024, pukul 09.00 WIB. Acara ini menghadirkan Anggota DPRD Daerah Pemilihan IV (Klego, Simo, Andong, Nogosari), Atok Suyoto, S.P., bersama istrinya, Siti Juwariyah, S.Pd., yang memberikan motivasi kewirausahaan kepada para ibu rumah tangga.

Dalam sesi inspiratif tersebut, para peserta mendapatkan dorongan untuk mengembangkan potensi mereka di bidang wirausaha, khususnya dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah lahirnya brand produk makanan ringan yang diberi nama "Erkai Kriuk". Brand ini diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan UMKM lokal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.

Selain itu, RKI Andong memiliki misi untuk mengembangkan usaha melalui pendirian minimarket Erkaimart yang nantinya akan menjadi wadah pemasaran produk-produk lokal, termasuk Erkai Kriuk. Dengan misi ini, diharapkan UMKM binaan RKI dapat memiliki akses pemasaran yang lebih luas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.

RKI Andong juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada para ibu rumah tangga dalam aspek produksi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital. Kegiatan ini akan terus diadakan secara rutin sebagai langkah strategis untuk membangun jejaring silaturahmi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang berdaya saing hingga tingkat nasional. (nh/ta)

23 Desember 2024

Buntut Santri Dibakar, Legislator Boyolali Ingatkan Ponpes Perketat Pengawasan

Buntut Santri Dibakar, Legislator Boyolali Ingatkan Ponpes Perketat Pengawasan

by Nimatul Faizah - Espos.id

Solopos - Jumat, 20 Desember 2024 - 15:41 WIB

BOYOLALI -- Wakil Ketua DPRD Boyolali dari PKS, Nur Arifin menyarankan pondok pesantren mengetatkan aturan dan pengawasan terkait kasus pembakaran santri oleh tamu ponpes di Boyolali, belum lama ini.

Pengawasan yang rutin penting dilakukan secara kontinyu demi meminimalkan kasus serupa.

“Setahu saya di pondok itu tidak diperbolehkan menggunakan handphone bagi santri. Sehingga, peristiwa ini berarti ada santri yang membawa handphone di dalam pondok. Ini tentu menjadi evaluasi bagi pondok untuk penegakan aturan terhadap santri-santrinya,” kata dia kepada Espos.id, Jumat (20/12/2024).

Seperti diketahui, seorang tamu membakar santri yang masih di bawah umur terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah di Kedunglengkong, Simo, Boyolali, Senin (16/12/2024).

Gilang Setiya Darma, 21, menuduh seorang santri, SS, 15, mencuri atau menghilangkan handphone milik adiknya, E, yang juga belajar di ponpes yang sama.

Bahkan SS dan E adalah teman karib yang sama-sama menggunakan handphone secara sembunyi-sembunyi.

Nur Arifin menyatakan, kejadian miris itu harus menjadi evaluasi bersama. Yang pertama yaitu evaluasi internal Ponpes. Aturan tidak membolehkan HP di lingkungan pondok harus ditindaklanjuti dengan pengawasan yang ketat. Selain itu, ia juga mengatakan perlu adanya evaluasi prosedur penerimaan tamu.

Ia menjelaskan ada orang luar datang ke pondok kemudian bertemu santri yang dituduh melakukan dugaan pencurian dan dalam satu ruangan serta hanya berdua.

Terlebih, pelaku bisa mengunci pintu sehingga tidak ada yang menolong korban saat peristiwa konyol itu terjadi.

"Mestinya hal tersebut tidak terjadi. Santri yang berada di dalam pondok menjadi pengawasan penuh pihak pondok," kata dia.

Ketika ada orang luar ingin bertemu santri diizinkan tapi memang harus ada pendampingan dari pondok.

Sehingga, hal serupa berupa tindakan tidak terulang. Kewaspadaan harus dimunculkan agar hal tersebut bisa dihindari.

"Peristiwa ini sudah terjadi, tentu sekarang penegak hukum harus masuk, melakukan investigasi di lapangan. Kami percaya polisi akan bertindak adil untuk melakukan penegakan hukum,” kata dia.

Nur Arifin menilai kekerasan di Boyolali meningkat dan harus menjadi perhatian seluruh lapisan. Di antaranya seperti peristiwa keponakan membakar paman, penganiayaan anak oleh belasan warga, hingga tamu yang membakar santri.

Ia menilai peristiwa sosial tersebut harus direspons oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk lebih melakukan kewaspadaan.

Berbagai pihak terutama pemerintah baik di tingkat kabupaten hingga RT diminta untuk bisa melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Soal meningkatnya kejahatan, Nur Arifin mengatakan banyak faktor bisa menjadi penyebab.

Sehingga, ia meminta Pemkab Boyolali untuk mengkaji penyebabnya sehingga dinas terkait bisa melakukan pembinaan terkait permasalahan sosial.

Ia meminta Pemkab Boyolali untuk mendampingi korban anak yang menjadi korban kekerasan.

“Peristiwa [kekerasan] terus terjadi, Boyolali menjadi viral dengan kasus-kasus yang ada,” kata dia.

Nur Arifin menilai peristiwa yang terjadi di Boyolali tidak terjadi tiba-tiba.

Sehingga, ia juga meminta bhabinkamtibmas dan babinsa bisa ikut melakukan pembinaan dan mengantisipasi kejadian serupa.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, menyampaikan santri yang menjadi korban pembakaran, SS, masih dirawat di RSUD Simo.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan unit teknis daerah perlindungan perempuan dan anak. Jadi kami mengupayakan bagaimana korban memperoleh hak-haknya, termasuk fasilitas kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan pihaknya terdapat tim kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah tersebut.

Anggotanya ada dari unsur kepolisian, kejaksaan, kehakiman, pengacara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, dan Disdikbud.

“Itu tim P2TP2A [Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak], di sana kami berdiskusi dan mencari solusi atas kejadian yang muncul di masyarakat,” kata dia.

Ia menyampaikan pihaknya bakal terus menyampaikan edukasi ke masyarakat hingga pendampingan kasus dan mental di anak di semua lini.

https://solopos.espos.id/buntut-santri-dibakar-legislator-boyolali-ingatkan-ponpes-perketat-pengawasan-2039665/amp

19 Desember 2024

Fraksi PKS DPRD Boyolali Hadiri BIMTEK Se-Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY

Boyolali, 20 Desember 2024 – Fraksi PKS DPRD Boyolali turut hadir dalam agenda Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diadakan untuk anggota Fraksi PKS se-wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Desember 2024.

Dalam agenda tersebut, para anggota Fraksi PKS mengikuti berbagai sesi pelatihan dan diskusi strategis yang dirancang untuk memperkuat kapasitas, wawasan, serta komitmen perjuangan dalam mengawal aspirasi rakyat. Kehadiran Fraksi PKS Boyolali di forum ini menjadi bagian dari upaya untuk terus memaksimalkan peran sebagai wakil rakyat demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di Boyolali tercinta.

“Kami berharap momentum ini dapat semakin menguatkan langkah dan nafas perjuangan menuju masyarakat Boyolali yang adil, makmur, dan sejahtera”, ujar Ketua Fraksi

Fraksi PKS DPRD Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra rakyat yang konsisten dalam menyuarakan kebaikan dan membawa perubahan positif di daerah.

Mari bersama kita doakan agar perjuangan ini senantiasa diridhai oleh Allah SWT. Boyolali untuk semua, menuju masa depan yang lebih cerah!

9 Desember 2024

Nur Arifin Sampaikan Materi tentang Nilai-Nilai Pancasila di Ruang Display SMKN 1 Mojosongo

Boyolali — Pada 9 Desember 2024, Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, menghadiri undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk menyampaikan materi bertajuk "Peran Organisasi dalam Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila". Acara ini berlangsung di Ruang Display SMKN 1 Mojosongo, Boyolali.

Dalam penyampaiannya, Nur Arifin menyoroti beberapa poin penting terkait pembudayaan nilai-nilai Pancasila, yaitu:

  1. Penyebaran Nilai-Nilai Pancasila: Mengoptimalkan peran organisasi dalam menyebarluaskan nilai-nilai luhur Pancasila kepada masyarakat.
  2. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kegiatan: Menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam setiap program dan aktivitas organisasi.
  3. Menjadi Teladan dalam Berperilaku: Mengedepankan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
  4. Pengembangan Program yang Berbasis Pancasila: Membuat program kerja organisasi yang berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila.
  5. Memberikan Advokasi dan Edukasi: Mengedukasi masyarakat dan memberikan advokasi yang sesuai dengan semangat Pancasila.

Setelah acara, Nur Arifin menyampaikan harapannya kepada seluruh organisasi di Boyolali. “Saya berharap organisasi di Boyolali, baik itu ormas, organisasi politik, PKK, maupun yang lainnya, dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila. Apalagi, Boyolali sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait. Tinggal bagaimana kita menerapkannya secara konsisten,” ujarnya.

Diharapkan, acara ini dapat mendorong organisasi-organisasi di Boyolali untuk semakin berperan aktif dalam membudayakan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. (nh/ta)

Boyolali Minim Bibit Ikan, Atok Suyoto: Dorong Pemerintah Menyediakan Bibit Ikan Lokal Berkualitas

Boyolali, 8 Desember 2024 – Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kewirausahaan dan Akses Pembiayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama Komisi IV DPR RI, telah membawa angin segar bagi pelaku UMKM di Boyolali. Dalam acara yang berlangsung hari ini, Sekretaris Komisi II DPRD Boyolali, Atok Suyoto, memberikan pemaparan tentang pentingnya mengelola usaha secara tepat dan memanfaatkan peluang yang ada, terutama di sektor perikanan.

Pada materi yang disampaikannya, Atok menegaskan bahwa UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner berbahan dasar ikan, menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian daerah. "Ke depan, UMKM kuliner akan menjadi pilar perekonomian yang kuat. Untuk itu, kita perlu fokus pada pengembangan produk olahan berbahan ikan yang memiliki daya saing tinggi, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk," paparnya.

Atok juga menyampaikan tantangan yang dihadapi sektor perikanan, khususnya dalam penyediaan bibit lele. Selama ini, Boyolali masih bergantung pada bibit lele dari daerah lain, salah satunya Kediri. "Kami mendorong pemerintah untuk bisa menyediakan bibit lele lokal berkualitas untuk memperkuat ketahanan sektor perikanan di Boyolali," ujar Atok.

Di samping itu, beliau juga menyoroti pentingnya akses permodalan untuk membantu pengembangan usaha UMKM. "Program BIMTEK ini adalah peluang bagi pelaku UMKM untuk mempelajari cara mengelola keuangan usaha dan memanfaatkan berbagai sumber permodalan yang tersedia," tambahnya.

BIMTEK ini mendapat sambutan positif dari peserta, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM di sektor perikanan dan kuliner. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi terkait perizinan usaha, pengelolaan keuangan, serta cara mengakses permodalan. Dengan pengetahuan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat mengoptimalkan usaha mereka, memperluas pasar, dan memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa depan. (nh/ta)

3 Desember 2024

Nur Arifin Sambut Kunjungan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS di DPRD Boyolali

Boyolali, 3 Desember 2024 — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Nur Arifin, menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Politik yang sedang mereka jalani.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Arifin menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa untuk mendalami praktik komunikasi politik secara langsung. “Kami menyambut baik kunjungan ini, sebagai bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga legislatif dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi politik,” ujarnya.

Para mahasiswa juga berdiskusi terkait peran DPRD dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat dan bagaimana strategi komunikasi politik diterapkan dalam berbagai kebijakan publik.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami dinamika politik di tingkat daerah. (nh/ta)