30 Januari 2025

Wahyono Hadiri FGD Ranperda Disabilitas: Dorong Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Boyolali (30/01) – Ketua Fraksi PKS sekaligus Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Boyolali, Wahyono, menghadiri Forum Group Discussion (FGD) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelompok disabilitas yang turut memberikan berbagai masukan dan usulan.

Wahyono menyampaikan bahwa inti dari Ranperda ini adalah bagaimana pemerintah dapat memberikan perlindungan dan memenuhi hak penyandang disabilitas secara menyeluruh.

"Alhamdulillah, kegiatan rapat ini berjalan lancar. Banyak masukan berharga dari peserta, baik dari OPD maupun perwakilan kelompok disabilitas," ungkap Wahyono.

Salah satu pembahasan menarik dalam FGD ini adalah mengenai batasan usia dalam memperoleh pendidikan kejar paket bagi penyandang disabilitas. Saat ini, batas usia maksimal untuk mengikuti program kejar Paket A (setara dengan SD) adalah 18 tahun. Namun, banyak penyandang disabilitas baru menyadari hak mereka setelah melewati batas usia tersebut, sehingga perlu adanya kebijakan yang lebih fleksibel agar mereka tetap mendapatkan kesempatan pendidikan.

Menutup pernyataannya, Wahyono menegaskan komitmen Fraksi PKS DPRD Boyolali dalam menyusun Ranperda yang inklusif dan aspiratif. "Kami sangat terbuka untuk menerima seluruh masukan dan aspirasi dari masyarakat guna menyempurnakan Ranperda ini, sehingga dapat benar-benar memenuhi hak penyandang disabilitas secara adil dan merata," pungkasnya.

Dengan adanya Ranperda ini, diharapkan Boyolali dapat menjadi daerah yang lebih ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas, serta memberikan mereka kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan. (nh/ta)

23 Januari 2025

Ketua Fraksi PKS, Wahyono, Advokasi TKW Malaysia yang Pulang karena Sakit

Boyolali, Rabu (22/01) – Keluarga seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Malaysia, RW (46), yang beralamat di Desa Tegalsari, Karanggede meminta bantuan kepada Wahyono, Ketua Fraksi PKS, untuk mendampingi dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

RW yang baru saja kembali ke tanah air, didiagnosis menderita infeksi paru-paru. Berkat advokasi yang dilakukan oleh Wahyono, ia berhasil mendapatkan layanan kesehatan yang memadai untuk perawatan dan pemulihan di RSUD Simo.

Saat menjenguk di Rumah Sakit dan bertemu dengan pihak keluarga, Wahyono menyampaikan bahwa kondisi RW sudah semakin membaik. "Alhamdulillah, kondisinya berangsur pulih. Kami berharap ia bisa segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti sedia kala," ujarnya.

Wahyono menyatakan bahwa keberpihakan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan, adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. "Kami akan terus mendukung masyarakat dalam mendapatkan hak-haknya, termasuk akses terhadap layanan kesehatan," ungkapnya. (nh/ta)

12 Januari 2025

Wahyono Advokasi Guru Yayasan Swasta yang Mengalami Keterlambatan Tunjangan Sertifikasi

Boyolali (11/01) - Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Wahyono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 4, telah memberikan advokasi kepada sejumlah guru yayasan swasta yang mengalami keterlambatan dalam menerima gaji sertifikasi. Hal ini menyusul laporan 6 (enam) guru yang mengungkapkan bahwa gaji dan tunjangan profesi mereka belum diterima sesuai jadwal.

Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh Wahyono ke Dinas Pendidikan, terkonfirmasi bahwa terdapat 10 guru yayasan swasta yang Surat Keputusan (SK)-nya tertunda. Penundaan ini disebabkan oleh kendala teknis pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yayasan terkait.

Dalam pernyataannya, Wahyono menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Dinas Pendidikan yang telah berusaha menyelesaikan kendala ini. "Kami memahami adanya kendala teknis yang menjadi hambatan. Namun, kami mendorong agar penyelesaian masalah ini dapat dipercepat. Guru adalah elemen penting dalam pendidikan, dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas," ujar Wahyono.

Dinas Pendidikan memastikan bahwa setelah SK selesai diproses, pencairan tunjangan profesi yang menjadi hak para guru akan segera diterima. Sementara itu, Wahyono meminta para guru untuk bersabar dan tetap fokus pada tugas mendidik.

"Kami di Fraksi PKS akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan bahwa hak-hak guru dapat segera terpenuhi," tutup Wahyono.

Advokasi Sebelumnya pada Tunjangan Kesra

Pada bulan Desember 2024, Wahyono juga memberikan advokasi kepada sejumlah guru swasta dari Kecamatan Ngemplak yang menghadapi keterlambatan pencairan tunjangan kesejahteraan (kesra), meskipun mereka telah menandatangani berkas pencairan. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa Dinas Pendidikan telah menyelesaikan Surat Perintah Membayar (SPM), namun proses pencairan masih menunggu dari Badan Keuangan Daerah (BKD). Wahyono meminta para guru untuk tetap bersabar sembari memastikan bahwa pencairan tersebut menjadi prioritas.

"Kami memahami betapa pentingnya tunjangan ini bagi para guru, terutama menjelang akhir tahun. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat proses ini," ujar Wahyono.

Hasil advokasi ini membuahkan hasil, di mana kurang lebih tiga hari kemudian, tunjangan kesra tersebut telah cair. Fraksi PKS berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik dan memastikan mereka mendapatkan kesejahteraan yang layak, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (nh/ta)

10 Januari 2025

DPRD Boyolali Sambut Keputusan KPU: Nur Arifin Terima Salinan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati

Boyolali, 10 Januari 2025 – Hari ini, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, mewakili Ketua DPRD Boyolali, menerima salinan keputusan penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Rapat Pleno KPU Boyolali yang dilaksanakan pada 9 Januari 2025. Penyerahan salinan keputusan tersebut dilakukan oleh Komisioner KPU Boyolali beserta Sekretaris KPU dan jajarannya di Kantor DPRD Boyolali.

Dalam penyerahan ini, Nur Arifin menyampaikan apresiasi kepada KPU Boyolali atas kelancaran seluruh rangkaian Pilkada Boyolali 2024. Ia juga berharap agar keputusan ini menjadi awal yang baik untuk Boyolali di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Boyolali atas kinerjanya yang profesional dalam menyelenggarakan Pilkada. Semoga keputusan ini membawa Boyolali menuju masa depan yang lebih baik, sesuai harapan seluruh masyarakat,” ujar Nur Arifin.

Penyerahan salinan keputusan ini merupakan bagian dari tahapan akhir dalam proses Pilkada Boyolali, yang menandai kesiapan daerah untuk memasuki masa kepemimpinan baru. Diharapkan, pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dapat merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan selama kampanye dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Boyolali. (nh/ta)

9 Januari 2025

Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Boyolali Hadiri Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Boyolali 2024

Boyolali, 9 Januari 2025 – Nur Arifin, Wakil Ketua DPRD Boyolali sekaligus Ketua DPD PKS Boyolali, menghadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Tahun 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali di kantor KPU Boyolali. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam tahapan akhir pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana yang ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boyolali terpilih. Pasangan ini unggul dengan perolehan suara yang tinggi dalam Pilkada Boyolali 2024.

“KPU telah mengumumkan hasil Pilkada Boyolali, dan pasangan Agus Irawan-Dwi Fajar Nirwana yang unggul dengan perolehan suara yang signifikan. Tentu kami mengucapkan selamat kepada pasangan terpilih. Semoga visi dan misi yang telah mereka sampaikan dapat terealisasi di Boyolali, menjadikan Boyolali lebih baik, lebih sejahtera, dan hal-hal yang kurang dapat disempurnakan,” ujar Nur Arifin.

Dengan penetapan pasangan Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boyolali terpilih, diharapkan Kabupaten Boyolali dapat melangkah maju dengan berbagai program pembangunan yang lebih baik di masa depan. (nh/ta)