BOYOLALI – Ratusan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan masyarakat menghadiri kegiatan Reses dan Serap Aspirasi Masyarakat yang digelar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali dari Fraksi PKS, Nur Arifin, di Camp Bell Two Edu Park, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, dan usulan pembangunan dari warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Boyolali.
Ketua DPC PKS Kecamatan Teras, Mulyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Tutik Supriyanti, yang telah memberikan izin penggunaan lokasi kegiatan.
Pada kesempatan itu, Mulyanto juga memperkenalkan Nur Arifin sebagai Anggota DPRD Kabupaten Boyolali dari Dapil I sekaligus Wakil Ketua DPRD Boyolali dari Fraksi PKS.
Selain itu, ia menyoroti masih adanya citra negatif terhadap partai politik di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, seluruh kader partai perlu terus melakukan introspeksi dan kembali kepada khittah perjuangan dalam melayani masyarakat.
"PKS memiliki Unit Pembinaan Anggota (UPA) sebagai wadah pembinaan, silaturahmi, dan bertukar pikiran antaranggota. Hal ini menunjukkan bahwa PKS bukan partai yang hanya hadir menjelang pemilu, tetapi terus bekerja dan hadir di tengah masyarakat sepanjang waktu," ujar Mulyanto.
Sementara itu, Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Tutik Supriyanti, menegaskan bahwa anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Anggota DPRD adalah wakil rakyat, sedangkan rakyat adalah ketuanya. Karena itu, masyarakat perlu memanfaatkan forum reses ini untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang ada di lingkungan masing-masing," katanya.
Dalam pemaparannya, Nur Arifin memperkenalkan jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Boyolali yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, ia menjelaskan sejumlah program dan kegiatan yang sedang berjalan, termasuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2026.
Menurut Nur Arifin, di Dapil I terdapat 13 titik lokasi program BKK yang akan dilaksanakan pada tahun ini. Namun demikian, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak pada berkurangnya jumlah titik program dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain menyampaikan perkembangan program pembangunan, Nur Arifin juga menginformasikan berbagai agenda dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Boyolali yang akan diperingati pada 5 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Nur Arifin mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026 DPRD Kabupaten Boyolali telah membahas sembilan Peraturan Daerah (Perda). Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut mengawal implementasi Perda agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Perda yang telah dibahas dan ditetapkan perlu mendapat pengawasan bersama agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang diharapkan serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Menutup kegiatan reses, Nur Arifin mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga di tengah tantangan ekonomi yang ada saat ini. Ia mengimbau masyarakat agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menghindari utang yang tidak produktif, menjauhi jalan pintas yang berisiko, serta terus berupaya meningkatkan kreativitas dalam memperoleh penghasilan.
"Kita harus semakin cermat mengelola keuangan keluarga, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, menghindari utang yang tidak perlu, dan terus berikhtiar mencari sumber-sumber penghasilan yang halal dan produktif," pesannya.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan dialog yang konstruktif. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD Kabupaten Boyolali demi terwujudnya pembangunan yang lebih baik dan berpihak kepada masyarakat.



