14 Desember 2013

Survei Indikator Politik: Politik Uang, PKS Terendah



JAKARTA -- Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kecenderungan perilaku menerima politik uang menurut massa pemilih partai masih tinggi. Massa pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut pemilih tertinggi yang menerima politik uang, yakni sebanyak 47 persen.

"Kecenderungan menerima politik uang tertinggi massa PKB. Terendah, massa pemilih PKS," kata Direktur Eksekutif Indokator, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Kamis (12/12).

Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan, dari jajak pendapat yang dilakukan pada Maret 2013 itu, penerimaan terhadap politik uang tidak berhubungan dengan jenis kelamin. Kecenderungan juga tidak terkait usia atau domisili.

Faktor penyebab pemilih PKB lebih tinggi penerimaannya terhadap politik uang dibandingkan parpol lain, menurutnya, disebabkan beberapa aspek. Yaitu, tingkat pendidikan dan pendapatan.

"Semakin tinggi pendidikan semakin kecil kecenderungan menerima pemberian. Semakin besar pendapatan, semakin kecil kecenderungan menerima pemberian," ujar Burhanuddin.

Ia menuturkan, pemilih PKB merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah yang latar belakang pendidikan dan ekonominya masih rendah. Sehingga, kecenderungan menerima pemberian dari calon cukup tinggi. Sedangkan pemilih PKS merupakan masyarakat kelas menengah yang cenderung terdidik dan stabil secara ekonomi.

"Pemilih PKS juga punya kedekatan dengan partainya, ikatan righ or wrong is my party sangat kuat. Sehingga kecenderungan menerima politik uang lebih rendah," tuturnya.

Survei dilakukan di 39 dapil di daerah Jawa, Sumatra Utara, dan Sulawesi dilakukan Indikator pada September-Oktober 2013. Dengan jumlah sampel di setiap dapil sebanyak 400 orang. Sementara survei nasional dilakukan pada bulan Maret 2013. Dengan jumlah sampel 1.200 orang yang dipilih secara acak denganmargin of error sebesar 2.9 persen. Profil demografi responden terdiri dari 50 persen wanita dan 50 persen laki-laki. Dengan domisili di pedesaan (50.4 persen), dan perkotaan (49.6 persen).

13 Desember 2013

LHI, Pemilu dan Pencarian Keadilan


Terkait vonis hakim tipikor kepada LHI, dan kaitannya dengan politik, PKS, dan pemilu 2014.

Berikut beberapa premise berfikir saya (sejak awal kasus ini mencuat):
- PKS, KPK, LHI, dan Hakim — adalah manusia yang bisa benar dan salah
- Setiap orang sama di depan hukum
- Proses peradilan harus tetap dihormati
- Parpol masih diperlukan dalam sistem demokrasi
- Jikapun ada orang jahat, saya yakin dunia masih lebih banyak dihuni oleh mereka yang baik

Karenanya, mari cermati keputusan hakim itu dengan beberapa premise berfikir di atas. Saya mengerti banyak kader dan simpatisan PKS yang terkejut dengan keputusan hakim, sampai kemudian membandingkan dengan beberapa vonis hakim tipikor kepada beberapa tersangka korupsi yang lain. Namun, melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa proses pengadilan pasti salah bisa menjadi kontra produktif dan blunder baru bagi PKS sendiri. Berhati-hatilah!

LHI dan kuasa hukumnya sudah melakukan yang benar, yakni dengan melakukan banding. Itulah cara yang elegant untuk menchallenge keputusan hakim yang dianggap tidak adil itu. Bahwa memang mungkin saja ada kekeliruan dalam keputusan hakim. Cukup banyak kasus yang bisa kita jadikan pelajaran bahwa keputusan hakim bisa salah.

Karenanya bagi anda yang ’senang’ dengan keputusan hakim kemarin, mari juga hormati hak LHI dalam mencari keadilan melalui mekanisme hukum kita. Dengan banding ini, kasus LHI belum memiliki kekuatan hukum tetap – dia bisa salah dan juga bisa benar. Jangan lupa, bahwa dulu Misbakhun juga divonis bersalah oleh pengadilan, namun kemudian MA memutusnya tidak bersalah.

Bagaimana kalau LHI pada akhirnya diputus bersalah dan memiliki kekuatan hukum tetap? Saya pikir semua kita harus menerima itu sebagai fakta hukum. Pada titik itu, saya pikir setiap orang harus menghormatinya. Dan saatnya LHI dan mungkin juga PKS untuk terus merefleksi dan introspeksi diri.

Apakah akan ada hubungannya keputusan hakim ini dengan elektabilitas PKS di 2014? Sangat mungkin ada. Dan ini sudah banyak dibahas. Namun, saya masih optimis bahwa jikapun LHI dipersepsikan bersalah (sampai ada keputusan hukum tetap), pengaruhnya tidak akan sampai ‘mengkiamatkan’ PKS. Dalam pandangan saya, PKS terlalu besar untuk dipersonalisasi dengan sosok LHI.

Apalagi, pada tahun 2014 persepsi masyarakat tentang parpol akan relatif sama. Dan banyak orang mungkin akan lebih memilih figur. Saya percaya bahwa masih banyak pribadi-pribadi yang baik yang ada di dalam PKS. Saya yakin bahwa jutaan kader PKS yang tersebar di seantero negeri dan bahkan di manca negara terus beramal kebaikan.

Karenanya, teruslah bekerja dan berbakti untuk masyarakat. Dengar dan resapi semua kritikan atau bahkan caci maki itu. Dan jawablah dengan kerja, kerja, dan kerja. Hanya dengan amal kebaikanlah anda bisa membuat para pengkritik itu diam dengan sendirinya.

Dengan pemikiran seperti itu, saya tetap akan memilih di 2014. Saya tidak akan golput, karena golput tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Apakah saya akan memilih partai yang kadernya disangkakan korupsi? Jawaban saya, jika anda bisa memberikan alternatif ‘partai malaikat’, saya akan pilih itu. Jika tidak, saya akan memilih ‘pribadi terbaik di antara yang buruk’.

Apakah saya tidak akan memilih partai? Dari dulu saya memang tidak memilih partai an sich dalam pemilu. Saya memilih orang, dan partai bagi saya adalah kumpulan manusia. Tidak ada partai yang isinya ‘hantu blawu’ kan? Karenanya, saya akan memilih mereka yang ada dalam kumpulan ‘relatif baik’.

Itu pandangan pribadi saya. Kalian tentu boleh memiliki pandangan sendiri.

Sumber: dakwatuna.com

PKS Jateng Gelar PR Summit di Semarang


Semarang - Dalam rangka peningkatan kapasitas dan sinkronisasi kerja humas Partai Keadilan Keadilan (PKS) di daerah. Humas DPW PKS jawa tengah mengadakan PR Summit atau pertemuan humas.
Acara yang akan berlangsung tanggal 22 Desember 2013 mendatang, mengundang seluruh humas DPD PKS se-jawa tengah.Tujuan diadakannya PR Summit adalah untuk menyamakan irama dan gerakan humas menuju pemilu 2014. Sehingga kerja humas daerah dapat terharmonisasi secara keseluruhan.
"Acara PR Summit ini akan menjadi pengsinkronisasian secara keseluruhan humas PKS se jawa tengah sesuai dengan instruksi humas pusat" Jelas Teguh Prasetyo Selaku ketua panitia PR Summit.
Nantinya humas PKS di daerah dapat bekerja secara optimal dalam menuju pemenangan pemilu 2014, dan sesuai dengan tema besar humas PKS Dekat dan Melayani, tambahnya saat di wawancarai.

Sumber: pksjateng.or.id

ODOJ, Sarana Berlomba dalam Kebaikan

Berlomba-Dalam-Kebaikan
ODOJ, pertama kali dengar namanya saya mikir ‘apaan sih itu?’Pas dikasih tau kepanjangannya ‘One Day One Juz’, langsung terpikir dengan program pengajian pekanan saya yang menargetkan tiap orang bisa tilawah 1juz per hari. Penggagas ODOJ memang kreatif, dengan nama yang unik, akan bikin orang tertarik. Tertarik untuk tahu dan akhirnya tertarik untuk mengikutinya. Kalau biasanya saya di pengajian dievaluasi tilawahnya seminggu sekali, dengan ikut ODOJ saya merasa sangat terbantu untuk bisa mengevaluasi diri setiap hari.
Dengan bergabung di grup ODOJ terasa sekali ukhuwah islamiyahnya. Meskipun kami dari daerah berbeda, umur beda dari yang muda sampai tua. Beda aktivitas ada pelajar, mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, dan mungkin masih banyak perbedaan yang lain, tapi kami merasa disatukan dalam ikatan ukhuwah, untuk saling menasehati dalam kebaikan, untuk berlomba- lomba dalam kebaikan.
Mungkin sebagian orang takut dibilang ria ( pamer) kalau ibadah dievaluasi, dan kita berhasil mencapainya. Khawatir terselip perasaan ujub ( sombong) jika kita mencapai target, sedang yang lain ada yang tidak sesuai target. Sekali lagi bergabungnya kami di sini dalam rangka saling menasehati dalam kebaikan & taqwa, semoga Allah menjaga kami dari sifat ujub dan ria yang berusaha diselipkan setan dalam setiap hati manusia.
Dengan bergabung grup ODOJ semoga kita bisa makin membumikan Al Qur’an, menjadikannya sebagai panduan hidup kita, penuntun akhlak dan kehidupan umat manusia. Dan tentunya berkah dan ridho Allah yang kita harapkan dengan bergabungnya di grup ini. Sudah saatnya teknologi yang ada (contoh whatsaap) ini kita manfaatkan untuk kebaikan dan keberkahan hidup umat.
 Sumber: onedayonejuz.org

12 Desember 2013

Membangun Karakter Pejuang dakwah Ekonomi Syariah



Sudah diketahui dan menjadi komitmen setiap orang yang bekerja maupun pemerhati ekonomi islam bahwa fungsi utama Lembaga keuangan syariah adalah sebagai wujud lembaga dakwah khususnya dakwah iqtishadi atau dakwah bidang perekonomian. Dan harus diakui bahwa keuangan syariah sudah menjadi motor penggerak terdepan dalam gelombang pergerakan dan keilmuan ekonomi islam di beberapa dasawarsa terakhir dan tidak menutup kemungkinan keuangan syariah bisa menjadi lokomotif penggerak utama menuju peradaban islam (tamaddun) yang kehadirannya sangat dinantikan ummat islam diseluruh dunia. 

Walaupun dalam konteks keilmuan maupun aplikasinya secara umum masih banyak perbedaan sudut pandang, akan tetapi ada visi besar yang sama dalam perekonomian syariah yang menjadikan perbedaan itu sebagai wacana yang saling melengkapi. Kita harus tetap berprasangka baik kepada Allah swt. bahwa semua itu dalam rangka proses penyempurnaan dari waktu ke waktu karena di beberapa sisi ekonomi syariah memang baru berkembang untuk mencari dan menemukan bentuk yang baku dalam operasionalisasi maupun pengembangan instrumen keuangan yang sesuai dengan al qur’an dan sunnah rasulullah saw. 

Lembaga keuangan syariah menjadi motor penggerak terdepan perekonomian islam yang dimungkinkan sebagai menjadi lokomotif penggerak awal pembangunan peradaban islam masa datang. Hal ini harus didukung oleh sumber daya insani yang berkwalitas dengan sistem pengembangan dan pembinaannya yang terpadu dalam kerangka penegakan dienul islam itu sendiri. Karena itu pengembangan dan pembinaan SDI menjadi sangat penting dan bernilai strategis, sehingga memungkinkan untuk menjaga dan mengawal arah pergerakan peradaban ini. Tetapi kenyataannya masih belum terencana dan terkoordinasikan secara baik bahkan di beberapa tempat masih sangat minim dan bahkan banyak para pelaku bisnis keuangan syariah yang opportunis dan pragmatis sehingga berakibat kontraproduktif terhadap pergerakan maupun penegakan syariah itu sendiri. 

Kualitas Sumber daya insani dan penyelewengan tujuan keuangan syariah 

Selain faktor external atau minimnya kesadaran masyarakat tentang riba dan transaksi syar’i, ada banyak permasalahan dalam dunia keuangan syariah yang tidak lain akar permasalahan sesungguhnya adalah kurangnya sumber daya insani yang kredibel, expert dan profesional. Tidak hanya dalam pengusaan akad syariah tetapi juga dalam pemenuhan sifat-sifat pokok sebagai pribadi muslim maupun sebagai juru dakwah. 

Di samping itu trend syariah dan anti riba yang berkembang menjadikan peluang pasar yang sangat luas dan pergerakannya yang cepat, tidak diikuti oleh perkembangan dan pembinaan SDI yang baik, hal ini berakibat kepada pemanfaatan peluang itu oleh para pemodal dan pelaku keuangan opportunis yang memanfaatkan label syariah sebagai label bisnis yang sejatinya secara operasional maupun instumen-instrumennya masih konvensional. Hal ini akan berakibat buruk dan sangat kontra produktif kepada perkembangan keuangan syariah, bahkan bisa menjadi bom waktu yang akan memporak porandakan tatanan yang dibangun oleh para pejuangnya. 

Maka dari itu pembinaan dan pembentukan standar karakter menjadi keniscayaan dan seyogyanya segera direncanakan dan dilakukan, karena semakin berkembangnya Lembaga Keuangan yang berlandaskan syariah, hal ini dimaksudkan agar tujuan pergerakan ini bisa berjalan sesuai dengan visi besar pergerakan itu sendiri yaitu tamaddun atau peradaban islam. Pertanyaan besarnya siapa yang akan memulai merencanakan dan mengkoordinasikan pembinaan SDI secara terpadu ini? Cukupkah dengan slogan ibda’ bi nafsih, mulai dari diri kita sendiri? Wallahu a’lam bishawwab. 

Pembinaan karakter pejuang keuangan syariah menjadi keniscayaan 

Akar permasalahan dan bentuk penyelewengan keuangan syariah dari tujuannya pada dasarnya dikarenakan kurangnya SDI yang berkarakter atau yang memenuhi beberapa muwashafat pokok sebagai pribadi muslim maupun juru dakwah baik secara individu maupun struktural, sehingga operasionalisasi, instrumen, maupun arah besar pergerakan keuangan syariah menjadi bias dan tidak jelas. 

Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dua hal pokok Rasulullah Saw yang harus selalu dirujuk dan menjadi standar oleh setiap pribadi muslim dan harus selalu dijaga terutama oleh para pejuang dakwah ekonomi syariah dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan karakter pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang sholeh, pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt. Pandangan masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan syariat Islam dari aspek ubudiyah saja, Padahal dalam hal muamalah atau ekonomi dan keuangan juga sudah diatur, bahkan konsekwensi-konsekwensi pelanggarannya juga sangat berat seperti yang disabdakan rasulullah saw dalam salah satu haditsnya : “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih). 

Oleh karena itu standar pribadi muslim untuk para pejuang keuangan syariah yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim. Bila disederhanakan menurut syahid hasan al bana, ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim yang harus dimiliki juga oleh semua pejuang ekonomi syariah, antara lain : 

1. Salimul Aqidah 

Para pengelola lembaga keuangan syariah harus memiliki aqidah yang bersih (salimul aqidah) karena dengan aqidah yang bersih, seorang pejuang keuangan syariah akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang pengelola keuangan syariah akan menyerahkan dan mendasarkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana kalam-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid. Dengan pemantapan sifat ini sangat minim terjadi penyimpangan ataupun penyelewengan (fraud) dalam operasionalisasi maupun kebijakan-kebijakan strategisnya. 

2. Shahihul Ibadah 

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. Dan sebenarnya Ibadah dibagi menjadi ibadah mahdlah dan ibadah muamalah. Dalam ibadah mahdlah ada kaidah “semua dilarang kecuali yang diprintahkan” dan kaidah dalam ibadah muamalah “semua boleh dilakukan kecuali yang dilarang”. Pribadi seorang pejuang dakwah Ekonomi syariah seharusnya memperhatikan aturan-aturan pokok, syarat-syarat, rukun dan aturan lain yang terkait dalam muamalah khususnya sehingga tidak melanggar hal-hal yang dilarang dalam perlakuan dalam keuangan misalnya : jual-beli, sewa, kerjasama dan lainnya. Sehingga bisa dipastikan semua sesuai dengan syariat, dan tidak disesuai-sesuaikan. 

3. Matinul Khuluq (kokohnya akhlaq) 

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap pengelola LKS baik secara pribadi maupun sebagai agent of change atau juru dakwah, adalah sangat penting memiliki akhlak mulia bagi pengelola LKS karena keuangan syariah tidak hanya bagaimana kita berperilaku syar’i akan tetapi juga harus diikuti oleh kuatnya akhlaq, dengan demikian maka dalam operasionalisasinya akan jauh dari penyelewengan baik dalam kinerja maupun pribadi dan akan lebih menarik hati dalam hubungan manusia maupun masyarakat. Hal ini juga akan sangat berpengaruh besar pada perkebangan dakwah keuangan syariah itu sendiri. Sebagaimana tujuan Allah swt mengutus Rasulullah Saw suri tauladan kita diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak . 

4. Qowiyyul Jismi (kuatnya badan) 

Pekerjaan yang berhubungan dengan ekonomi islam khususnya keuangan syariah masih sangat besar dikarenakan pekerjaan ini baru pada tahap pemantapan dasar atau fondasi bangunan itu sendiri. Dikarenakan tahapan yang masih awal, masih sangat diperlukan energi yang sangat besar dan pemikiran dalam pengembangannya., Hal ini memerlukan jasmani-jasmani yang kuat, yang tidak mudah lelah maupun sakit, dari sinilah diperlukan penjagaan kebugaran bagi para pengelola LKS maupun profesional yang terkait dengan itu. Karena Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai dari pada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim). 

5. Mutsaqqoful Fikri (luasnya wawasan) 

Keluasan wawasan (mutsaqqoful fikri) terutama dalam hukum-hukum muamalah, keuangan dan bisnis merupakan keniscayaan bagi seorang pejuang di jalan ekonomi syariah. Wawasan tentang keuangan menjadi sangat penting dikarenakan keuangan selalu berhubungan dan menjadi center dari operasionalsasi bidang-bidang lainnya. Uang adalah menjadi kebutuhan di semua sisi kehidupan maka tahu tentang keilmuannya menjadi wajib, hal ini Seorang dai keuangan syariah wajib mengembangkan diri dan menambah wawasan khususnya yang berhubungan dengan keuangan, ekonomi baik mikro maupun makro dan bidang lainnya agar memudahkan operasional dan mempercepat perkembangan ke berbagai bidang, karena perlu keluasan wawasan dan kedalaman pemahaman untuk bisa mengetahui pekerjaan itu termasuk maslahat atau madharat, mengandung unsur ribawi atau tidak. Wallahu a’lam bishawwab. 

6. Mujahadatun Linafsihi 

Bisnis bidang keuangan syariah memberikan banyak peluang dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan diri sendiri dan berbagai bentuk penyelewengan (fraud). Maka berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri pengelola keuangan syariah, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang fujur (keburukan/kejahatan) dan yang baik (ketaatan). Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan, manusia harus 24 jam sehari menjaga kesungguhan berjuang mengendalikan nafsu dan ini akan sangat berpengaruh positif dalam visi besar perjuangannya melawan riba menegakkan keuangan syariah, membangun peradaban islam. 

7. Harishun ‘ala Waqtihi (Menjaga efektifitas waktu) 

keuangan syariah adalah pekerjaan besar yang memerlukan pentahapan demi pentahapan dan penetapan target dalam setiap tahapannya. Setiap tahap memerlukan waktu tertentu untuk pencapain target yang ditetapkan. Maka setiap pejuang keuangan syariah harus memanfaatkan waktunya dengan baik sehingga dapat memaksimalkan diri secara kinerja individual dan lembaga dalam kerangka target besar pergerakan itu sendiri.Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting karena pekerjaan besar ini sudah mulai tampak perkembangan begitu pesat, ini menjadi tanggung jawab besar bagi para ahlinya, dan berlaku kaidah alwajabat aktsaru min awqat atau kewajiban dan tugas-tugas yang ada lebih banyak daripada waktu yang tersedia. 

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (tertata dalam urusan) 

Islam itu teratur dan indah, oleh karena seorang pejuang keuangan syariah harus menata dan merencanakan semua urusannya baik secara pribadi maupun lembaga. Baik dalam ibadah muamalah maupun mahdlah dan berhubungan dengan sesama maupun Allah semua harus tertata dan terencana. Apalagi dalam lembaga keuangan syariah, semua bagian harus menjalankan fungsi masing-masing yang sesuai dengan deskripsi kerja dan tahapannya . Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional sesuai dengan tahapannya, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasis kepahaman tentang bidang terkait merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya. Dengan begitu inshaallah akan tercipta sinergisitas dan akselerasi kerja sehingga target-target dakwah bisa tercapai lebih cepat dan lebih baik. 

9. Qodirun ‘alal Kasbi /Produktif 

Bekerja sebagai pengelola keuangan syariah adalah tugas yang sangat mulia dan mempunyai nilai dakwah yang sangat strategis. Maka, selain harus mempunyai pemahaman yang utuh tentang keuangan dan ekonomi syariah sebagai bekal dakwah, maka yang harus juga dimiliki oleh para pejuang adalah produktifitas atau tingkat kinerja yang tinggi. Hal ini bisa dicapai dengan membekali diri dengan pengetahuan tentang bisnis yang baik, kemampuan untuk menangkap dan segera menindak lanjuti peluang pasar. Hal ini sangat penting agar perjalanan dakeah bisa lebih cepat dan produktif sehingga secara maisyah/pendapatan, seorang pengelola keuangan syariah secara umum sudah mencapai titik al falah, yaitu sejahtera di dunia dalam arti cukup dan sejahtera di akherat. 

10. Naafi’un Lighoirihi / Bermanfaat bagi sesama 

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Hal ini memberikan kerangka berpikir bagi para pejuang keuangan syariah untuk selalu berpikir manfaat kepada orang lain termasuk dalam operasional lembaga keuangan baik kegiatan funding, finance maupun operasional lainnya. Dalam pembiayaan misalnya, sebelum memberikan fasilitas pembiayaan kepada nasabah, harus dihitungkan dulu kemampuan calon nasabah dalam pembayaran dan memberikan kontribusi kepada mad’u tentang bagaimana bermuamalah secara syar’i dan bebas dari riba sehingga bisa sejahtera dunia dan akherat. Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir). 

Jika 10 sifat dasar pribadi muslim itu pegang teguh dan diamalkan oleh semua pejuang ekonomi syariah, maka dengan pergerakannya yang terencana dan terkoordinasikan dengan baik, tidak menutup kemungkinan motor terdepan pergerakan ekonomi syariah ini bisa menjadi lokomotif peradaban islam. Wallahu a’lam bishawwab 


Penulis : Harun santoso 
                Praktisi BMT TUMANG BOYOLALI 
                HP. 08812832210