6 Desember 2014

PKS Prihatin Hasil Tangkapan Ikan Menurun Karena BBM Naik

image
Riyono saat berdiskusi dengan nelayan
Semarang - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menyatakan keprihatinannya terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Di mana pasca kenaikan harga solar subsidi, hasil tangkapan ikan nelayan justru malah menurun.
Politisi PKS Jateng, Riyono, yang juga anggota Komisi B DPRD Jateng menyatakan  kondisi itu menjadi paradoks dengan visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Riyono mencontohkan bahwa di Tempat Pelelangan Ikan Tanjungsari Rembang, terdapat 54 nelayan yang tiap hari melaut.
"Pendapatan mereka tiap melaut maksimal hanya mendapat 20 kg ikan Bellis dan Bengok seharga Rp 4 ribu /kg. Sementara untuk membeli solar minimal dibutuhkan 10 liter atau Rp 75 ribu," kata Riyono di ruang Komisi B DPRD Jateng, Rabu (3/12/2014).
Dengan kenaikan harga BBM,  nelayan kecil menjadi sulit bergerak. Padahal mereka adalah ujung tombak sektor riil di bidang perikanan. "Selama ini subsidi solar untuk nelayan belum dirasakan sama sekali oleh nelayan Tanjungsari. Karena  mereka tidak bisa membeli solar ke SPBN tapi harus ke SPBU yang lokasinya mudah dijangkau," kata Riyono.
Terpisah, Yatman salah satu nelayan Tanjungsari menyebutkan bahwa masalah lain adalah harga ikan tangkapan yang semakin turun. Harga rajungan yang semula Rp 80 ribu/kg, kini turun menjadi Rp 45 ribu/kg. "Kalo mau beli solar di SPBN swasta, syaratnya harus punya kapal berukuran diatas 30 GT," kata Yatman.
Sumber: Liputan6

Anis Matta Beri Selamat kepada Aburizal Bakrie

Presiden PKS, Anis Matta
Jakarta (4/12) - Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang digelar sejak Ahad (30/11) sampai dengan hari ini, Kamis (4/12) menetapkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar periode 2014-2019. Tampak hadir dalam acara pelantikan Aburizal bakrie para pimpinan partai Koalisi Merah Putih (KMP).
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Aburizal Bakrie.
"Hari ini Munas Golkar ditutup dan Aburizal Bakrie terpilih kembali menjadi ketua umum Golkar. Selamat!" kata Anis, di Jakarta, Kamis (4/12).
Selain itu, Anis Matta juga memberikan apresiasi atas berlangsungnya Munas Golkar yang berlangsung damai dan lancar.
"Sekali lagi, selamat kepada Keluarga Besar Golkar, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, dan seluruh jajaran pengurusnya atas terselenggaranya Munas Golkar," pungkas Anis.

26 November 2014

[APBD 2015] Dana Hibah Jadi Rp71 Miliar untuk Dana Politik Pilkada Boyolali?

Ilustrasi (JIBI/Solopos/Reuters)

Boyolali - Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) menilai kebijakan anggaran Bupati Boyolali, Seno Samodro, masih belum mencerminkan keberpihakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Pegiat Pattiro, Alif Basuki, mengatakan kebijakan Bupati sangat berpotensi hanya menghambur anggaran untuk kepentingan politik kelompoknya saja, apalagi pada 2015 bakal dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sehingga Bupati terbukti memperbesar alokasi dana hibah senilai Rp71 miliar sebagai dana politik menjelang Pilkada.
“Hal tersebut diperparah dengan peran DPRD [Dewan Perwakilan Rakyat Daerah] Boyolali tidak serius dalam pembahasan RAPBD [rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah] 2015. Buktinya, dari proses pembahasan yang dilakukan para wakil rakyat tersebut tidak menyentuh problem-problem krusial yang dihadapi masyarakat terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Boyolali,” kata Alif kepada Solopos.com, Selasa (25/11).
Alif menyampaikan bahkan semua fraksi yang tercermin dalam pandangan akhir fraksi yang disampaikan tidak melakukan kritik tajam terhadap banyak pos anggaran yang berpotensi terjadi pemborosan dan kebocoran anggaran dalam implementasinya nanti.
Selain itu, anggota DPRD juta tidak memperhatikan program-program yang tidak menyentuh hajat hidup masyarakat Kota Susu.
“Misalkan saja rencana pengadaan kendaraan dinas Rp2 miliar, membuat kebijakan investasi senilai Rp7,5 miliar. Kelanjutan pembangunan kompleks kantor terpadu Pemkab senilai Rp3 miliar, serta masih tingginya belanja pegawai yg di peruntukan untuk kepanitiaan PNS [pegawai negeri sipil] dalam menjalankan tugasnya dengan dana Rp36 miliar,” ujar Alif.
Alif menambagkan hal lain yang perlu dicermati, yakni bertambahnya dana hibah menjadi Rp71 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp64 miliar. Jumlah dana hibah yang besar, lanjut dia, sangat berpotensi terjadi kerawanan untuk digunakan sebagai dana politik oleh Bupati ataupun “orangnya” Bupati yang akan maju lagi  dalam Pilkada 2015.
“Ketidak seriusan dewan dalam pembahasan RAPBD 2015 menandai bahwa peran dan fungsi dewan sebagai fungsi budget lebih buruk dari anggota dewan pada periode sebelumnya. Sehingga hanya menjadi stempel dan alat legitimasi guna menyepakati kebijakan anggaran yang disampaikan Bupati,” imbuh dia.
Dengan kondisi pemerintahan yang ada di Kota Susu, lanjut Alif, mewakili masyarakat pihaknya sangat kecewa dengan kinerja dewan yang tidak berperan secara serius dalam meperjuangkan anggaran untuk prioritas kepentingan publik.
Bahkan, menurut Alif, publik hearing yang dilakukan, Jumat (21/11), sebagai kamuflase saja lantaran tidak diakomodir oleh DPRD dalam pandangan fraksi-fraksi mereka.
“Artinya saat ini telah terjadi persekongkolan antara eksekutif dan legislatif dalam pengelolaan APBD hanya untuk kepentingan kelompok dan rutinitas dalam menghabiskan anggaran. Peran dan fungsi dewan sebagai yang punya kuasa untuk mengkritik kebijakan anggaran dan mencoret anggaran yang berpotensi boros ternyata tidak digunakan,” ujar Alif.
Sumber: solopos.com

Ambisi Umar bin Abdul Aziz: “Hari Esok Lebih Baik dari Hari Ini”

Tokoh Tabi'in Umar bin Abdul Aziz

Raja’ bin Hayat (seorang menteri Umar bin Abdul Aziz yang ikhlas) bercerita, “Saya pernah bersama Umar bin Abdul Aziz ketika beliau menjadi penguasa Madinah. Beliau mengutus saya untuk membelikan pakaian untuknya. Lantas saya membelikan pakaian untuknya seharga lima ratus dirham. Ketika beliau melihatnya, lantas beliau berkomentar, ‘Ini bagus, tapi sayang harganya murah.’
Dan ketika beliau telah menjadi khalifah, beliau pernah mengutusku untuk membelikan pakaian untuknya. Lalu saya membelikan pakaian untuknya seharga lima dirham. Ketika beliau melihat pakaian tersebut, beliau berkomentar. ‘Ini bagus, hanya saja mahal harganya.”
Raja’ melanjutkan kisahnya, “Tatkala saya mendengar perkataan tersebut kontan saya pun menangis. Lantas Umar bertanya, ‘Apa yang membuatmu menangis, hai Raja’?’ Saya menjawab, ‘Saya teringat pakaianmu beberapa tahun yang lalu dan komentarmu mengenai pakaian tersebut.’ Kemudian Umar mengungkap rahasia hal tersebut kepada Raja’ bin Hayat. Beliau berkata, ‘Wahai Raja’! Sungguh, saya mempunyai jiwa ambisius. Jika saya telah berhasil merealisasikan sesuatu pastilah saya ingin sesuatu yang di atasnya lagi. Saya mempunyai hasrat untuk menikahi putri pamanku, Fatimah binti Abdul Malik. Saya pun berhasil menikahinya. Kemudian saya ingin memegang kepemimpinan. Saya pun berhasil memegang kekuasaan. Kemudian saya ingin memegang khilafah. Saya pun berhasil menjadi khalifah. Dan sekarang wahai Raja’’, saya ingin mendapat surga, maka aku berharap termasuk ahli surga.”
Umar bin Abdul Aziz mendengar kabar bahwa salah seorang putranya membuat cincin dan memasang batu mata cincin seharga seribu dirham. Lantas beliau menulis surat kepada putranya tersebut, “Saya dengar bahwa engkau membeli batu cincin untuk cincinmu seharga seribu dirham. Oleh karena itu, juallah lalu uangnya gunakan untuk membuat kenyang seribu orang yang kelaparan. Buatlah cincin dari besi serta tuliskan di atasnya, “Semoga Allah merahmati orang yang menyadari posisi dirinya sendiri.”
Sumber: kisahmuslim.com

23 November 2014

Survei : PKS Jadi Partai yang Paling Interaktif di Media Sosial

image

Sejak saat berjuang di masa kampanye banyak calon anggota dewan yang aktif di sosial media, termasuk Twitter. Lalu bagaimana kabar mereka kini setelah 'sah' dilantik menjadi anggota dewan yang terhormat?
Terhitung sejak tanggal 1 Oktober lalu, ada 560 anggota DPR yang sudah dilantik dan disumpah. Meski belum menunjukkan banyak kinerja nyata selama satu bulan lebih ini, ternyata terdapat banyak anggota dewan yang lebih dulu aktif di Twitter.
Dianggap aktif bila setidaknya sampai Oktober 2014 mereka masih berkicau di twitter. Banyak kita temui saat masa kampanye sangat aktif ngetwit namun setelah dilantik justru tidak aktif. Padahal komunikasi dengan konstituen seharusnya harus terus berjalan, ujar Hayati, penggiat dari WikiDPR.org.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh WikiDPR.org bekerjasama dengan DPR Watch dan Selasar.com, diketahui bila dua partai Islam, yakni PKS dan PKB mempunyai anggota yang paling interaktif di jagad Twitter.
PKS menjadi partai dengan anggota paling interaktif di Twitter dengan prosentase 77,5 persen, atau sekitar 31 orang dari 40 anggota fraksi PKS sudah mempunyai akun di Twitter. Lalu dari 31 orang itu, 42,5 persen atau 17 orang di antaranya aktif berkicau di sosial media terbesar kedua di dunia itu.
Berada di belakang PKS, ada PKB dengan jumlah anggota fraksi yang telah terdaftar di Twitter mencapai 66 persen. Dan dari jumlah itu sekitar 38,3 persennya tercatat aktif berkomunikasi lewat Twitter.
Seperti dilansir dari Merdeka.com, partai utama yang menjadi motor Koalisi Merah Putih (KMP) yaitu Gerindra ada di peringkat terbawah partai paling aktif di Twitter. Hal ini dikarenakan jumlah anggota fraksi Gerindra yang mempunyai akun Twitter hanya 39 orang dari 73 total anggota, atau 53,4 persen saja.
Tingkat keaktifan anggota DPR fraksi Gerindra di Twitter pun cukup rendah. Dari 39 anggota DPR yang mempunyai akun Twitter, hanya 13,7 persen atau 10 orang anggota saja yang diketahui rajin Twitter-an.
Lewat penelitian ini, WikiDPR.org, DPR Watch, dan Selasar.com berharap bila para anggota DPR bisa lebih menjadikan sosial media sebagai alat komunikasi dengan konstituen mereka di daerah. Twitter juga dipandang sebagai sarana yang pas untuk menampung aspirasi secara terbuka dan demokratis.
Sumber: Merdeka