3 November 2024

Fraksi PKS: Atok Suyoto Bersama Komisi II Melakukan Sidak Pasca Kebakaran Pasar Karanggede Boyolali


Boyolali — Atok Suyoto, Sekretaris Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Boyolali, bersama anggota Komisi II lainnya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Karanggede yang dilanda kebakaran pada pukul 11 malam tadi (03/11). Sidak ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pasar pasca kebakaran.

Dalam keterangannya, Atok Suyoto menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah darurat. “Dalam waktu dekat, kios sementara akan segera disiapkan. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran melalui Belanja Tak Terduga (BTT), sebagaimana diputuskan dalam rapat Banggar pagi ini,” ungkapnya.


Ia juga menjelaskan bahwa bantuan modal dan sosial bagi para pedagang yang terdampak masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. “Hal ini akan segera dibahas untuk memastikan pedagang mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.

Atok Suyoto turut menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang terjadi. “Kami turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Komisi II telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah cepat dan tepat, termasuk melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab kebakaran. Langkah ini penting untuk mencegah beredarnya isu-isu liar, terutama menjelang Pilkada. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, aman, dan terkendali,” jelasnya.

Diharapkan, upaya penanganan yang cepat dan terkoordinasi ini dapat membantu para pedagang serta memulihkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Karanggede. (nh/ta)

28 Oktober 2024

Hadiri FGD, Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali Tekankan Nilai Keadilan dan Integritas

BOYOLALI – Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Wahyono, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang berlangsung di Aula BAKESBANGPOL Boyolali. Diskusi berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, dengan narasumber dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (POLPUM) KEMENDAGRI yang memberikan paparan secara jelas dan mendalam.

Pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila yang perlu terus didorong dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Budaya-budaya yang perlu dibentuk untuk menghidupkan suasana kekhidmatan mencintai Indonesia, baik dalam protokoler lagu nasional dan internalisasi dalam penyelenggaraan seni dan budaya (28/10).


Wahyono menekankan bahwa prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus menjadi perhatian semua penyelenggara negara, termasuk ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa, RT, dan RW. "Khususnya kepala desa dan perangkat desa, yang kedudukannya paling dekat dengan masyarakat, harus memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh rakyat, tanpa membeda-bedakan siapa yang memilih atau tidak memilihnya," ujar Wahyono. Ia menegaskan jangan sampai Amanah untuk menjadi pengayom masyarakat tidak dijalankan.

Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga integritas moral pejabat desa, terutama di tengah momentum Pilkada, dengan tidak terlibat dalam deklarasi mendukung pasangan calon tertentu (nh/ta).

18 Oktober 2024

Wahyono Bacakan Pandangan UMUM FPKS terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2025

BOYOLALI - Wahyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, sampaikan Pandangan Umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Boyolali terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2025 (18/10) di Ruang Rapat Paripurna.

Adapun beberapa poin yang disampaikan Fraksi PKS sebagaimana berikut:

  1. Perencanaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TA 2025 memiliki prosentase 23,5% terhadap sub Pendapatan Daerah. Jika dibandingkan dengan Realisasi Anggaran 2021 sampai dengan Perubahan Anggaran 2024, prosentase ini merupakan prosentase PAD tertinggi yang dimiliki Boyolali. Kontribusi terbanyak lonjakan PAD ini adalah Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah Boyolali telah berupaya memaksimalkan potensi ekonomi daerah dengan mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dalam hal pemungutan pajak dan retribusi. Namun, sebelum jauh kedepan karena euphoria peningkatan kontribusi daerah ini mohon dijelaskan: a. Diversifikasi sumber pajak dan retribusi daerah beserta besarannya; b. Pajak-pajak dan retribusi potensial apa saja yang dapat diprioritaskan untuk meningkatkan PAD; c. Bagaimana antisipasi Pemerintah Daerah untuk mengatasi Piutang Pajak dan Retribusi yang masih menjadi beban neraca akhir tahun.
  2. Pergerakan SiLPA dari tahun 2021 hingga perencanaan anggaran 2025 menunjukkan tren yang sangat fluktuatif. Target akhir tahun 2024 sebesar Rp. 55.000.000.000,- (55 Milyar Rupiah) merupakan SiLPA yang paling rendah selama periode RPJMD 2021-2025. Hal ini menunjukkan bahwa alokasi anggaran telah lebih optimal atau terdapat peningkatan efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah. Namun di sisi yang lain apakah Pemerintah Daerah telah mengantisipasi untuk menjaga keseimbangan Cadangan dana yang memadai untuk menghadapi situasi yang tak terduga? Mohon dijelaskan.
  3. Mencermati Indikator Kinerja Utama Daerah (IKU) yang menjadi catatan utama adalah tingkat kemiskinan dimana pada tahun 2025 diharapkan angka kemiskinan terealisasi sebesar 4.18 namun pada tahun 2024 ini angka kemiskinan masih berada di angka 9,8. Mohon dijelaskan upaya apa saja yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mengatasi kondisi ekstrem ini?
  4. Selain itu, mencermati pergerakan belanja hibah dan bantuan sosial yang fluktuatif dari tahun 2021 sampai dengan 2024, belanja hibah perencanaan anggaran 2025 mengalami penurunan sebesar 28% jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan belanja bantuan sosial mengalami kenaikan sebesar 2%. Mohon dijelaskan apakah peruntukan bantuan ini sudah jelas siapa saja yang akan menerima? Kemudian apakah dengan adanya 2 (dua) pos belanja ini dapat berkorelasi positif dengan penurunan tingkat kemiskinan?.
  5. Berdasarkan status indikator PPAS Boyolali pada Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat untuk sub jumlah kematian balita dan persentase balita stunting masih belum sesuai dengan target. Mohon dijelaskan apakah pada pada perencanaan 2025 ini nanti dapat terpenuhi? Mengingat anggaran yang direncanakan untuk 2(dua) sub tersebut lebih rendah dari tahun 2024.
  6. Kami berharap sebagaimana yang telah tersampaikan dalam rapat dengar pendapat oleh berbagai perwakilan masyarakat berkaitan dengan berbagai sektor peternakan, pertanian, perdagangan dan lainnya untuk dapat benar-benar ditindaklanjuti dan diperdalam sesuai dengan komisi dan SKPD terkait. Proporsi prioritas anggaran memerlukan pencermatan serius untuk setiap urusan agar nilai keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh masyarakat Boyolali dari berbagai sisi. Mohon tanggapan.
  7. Perlu kami ingatkan Kembali, Tahun Anggaran 2025 merupakan RPJMD tahun ke-4, kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat secara tegas dan simultan untuk mengoptimalkan program yang sudah berjalan di bulan-bulan terakhir di Tahun Anggaran 2024 ini agar sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. Adapun berbagai isu yang beredar di masyarakat saat ini dapat segera ditindaklanjuti secara bijaksana agar tidak merugikan masyarakat sendiri atas Pembangunan yang telah berjalan. Suksesi Perencanaan APBD Tahun 2025 tidak akan terlepas dari implementasi Tahun Anggaran 2024. Kesinambungan dan konsistensi dalam perencanaan serta realisasi anggaran diharapkan dapat terus ditingkatkan, guna mencapai target pembangunan daerah yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, evaluasi terhadap SiLPA 2024 juga akan memainkan peran penting dalam menentukan alokasi anggaran yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tahun 2025. Mohon tanggapan.

Demikian beberapa poin penting yang FPKS sampaikan dalam forum tersebut. Adapun yang kami sampaikan untuk saran dan masukan demi perbaikan Boyolali yang lebih baik. Kami berharap dapat terjalin kerja sama yang baik antara semua pihak.

FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

DPRD KABUPATEN BOYOLALI

Jum’at, 18 Oktober 2024

Ketua

ttd

WAHYONO, S.Pi.

Sekretaris

ttd

ATOK SUYOTO, S.P.

15 Oktober 2024

PKS dan PDIP Perkuat Sinergi Menuju Kemenangan di Kabupaten Boyolali 2024




Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, PKS Boyolali menyelenggarakan forum Koalisi Pemenangan untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boyolali. Acara ini dihadiri oleh 500 kader PKS dari seluruh wilayah Boyolali, pasangan calon Marsono-Saiful, serta sejumlah petinggi dari PKS dan PDIP. Dalam suasana penuh semangat, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKS sebagai pembuka acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Ust. Darus Salam, S.Pd.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, dalam sambutannya menyatakan, "Kemenangan sudah pasti, tinggal kita ambil. Seperti dalam surat As Saff ayat 4, mari kita rapatkan barisan menyongsong kemenangan."

Pasangan calon Marsono-Saifulhaq juga mengungkapkan rasa terima kasih atas antusiasme kader PKS dalam berbagai kunjungan yang telah dilakukan.  

  

Seno Kusumoharjo, MBA, sebagai Tokoh Boyolali, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan proses yang panjang dan tidak instan, serta berharap kerja sama tersebut dapat berlangsung lama. Ia juga menekankan komitmen PDIP untuk berperan sebagai kakak bagi PKS menjelang 2029. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Badruzzaman, diikuti oleh arahan dari Abdul Kharis Al Masy'ari, M.Si., anggota DPR RI dari PKS. Antusiasme peserta tetap terlihat hingga akhir acara. [MLN]




30 Agustus 2024

PKS Antar Marsono-Saiful Daftar Ke KPU Boyolali


BOYOLALI - Pengurus PKS Boyolali beserta kader dan relawan pagi ini Kamis (29/8) berkumpul di Kantor DPD PKS untuk mengantarkan pasangan Marsono-Saiful mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Boyolali. Acara dimulai dengan doa bersama. Mas Saiful, Calon Wakil Bupati dari PKS, bersama rombongan yang telah berkumpul kemudian bergerak menuju kantor DPC PDI Perjuangan Boyolali.

Sebelum mendaftar ke KPU, acara didahului dengan deklarasi pasangan Marsono-Saiful oleh PDI Perjuangan dan PKS bertempat di Panti Marhaen. Acara dimulai dengan tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan SK dari masing-masing partai yang mendukung pencalonan Marsono dan Saiful. Pada kesempatan tersebut, PPP juga menyerahkan SK rekomendasi sebagai tanda bergabungnya PPP dalam koalisi ini.

Dalam sambutannya, politisi senior PKS, Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan, "Bergabungnya PPP memperkuat kita, perjuangan kita untuk mendapatkan rekomendasi akan kita bawa ke KPU. Hari ini, dah hari kedepan adalah hari yang penuh perjuangan, yang menuntut semangat dari para kader. Kebersamaan kita memikul beban bersama akan mengantar kita pada kemenangan. Seluruh kader PKS siap bersatu padu untuk mensukseskan Pilkada Boyolali. Kita harus menang, jangan takut bersusah payah."

Seno Samudro, dalam sambutannya juga turut memberikan dukungan dengan mengatakan, "Tak pangestoni Marsono dan Saiful dadi Bupati Boyolali. Insya Allah kita akan bekerja Bersama, kita tidak akan membiarkanmu jalan sendiri, you're never walk alone."

Selain itu, Seno Kusumoharjo, politisi senior PDIP, berorasi membakar semangat pendukung Marsono-Saiful, "Kami mendukung penuh Marsono dan Saiful. Semua kader PDIP dan PKS se-Boyolali siap memenangkan pasangan ini. Jangan pernah meragukan keluarga manggis, Seno Gedhe, Seno Cilik, Said, Iwan... Semua tetap bersama-sama untuk memenangkan Marsono-Saifulhaq. Boyolali harus tetap guyub rukun."

Serangkaian acara deklarasi ini ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ustadz Syaifudin. Dilanjutkan dengan pawai jalan kaki mengikuti Marsono-Saiful menuju KPU Boyolali untuk melakukan pendaftaran. Sepanjang acara, jargon Marsono-Saiful PAS Boyolali Pasti Menang Pasti Juara, Medekaaa, dan Takbir menjadi warna tersendiri untuk semakin menguatkan koalisi yang dibangun dalam pemenangan Pilkada Boyolali. Seluruh kader dan relawan diharapkan tetap terus semangat dan bersatu padu dalam perjuangan ini demi Boyolali yang lebih adil dan sejahtera. (nh).