4 Juni 2015

[PAW FPKS DPR RI] dr. Adang Sudrajat Gantikan (alm) Ust Ma’mur Hasanuddin


JAKARTA (4/6) – Setelah kehilangan kader terbaik yang duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI, yaitu Ma’mur Hasanuddin (Allahu yarham), yang wafat pada 6 April 2015 lalu, kini formasi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lengkap kembali setelah digantikan dr. Adang Sudrajat sebagai anggota DPR, yang dilantik pada hari ini, Kamis (4/6).
Adang Sudrajat diangkat menjadi Anggota DPR setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk mengusulkannya menjadi pengganti alm. Ma’mur Hasanuddin yang wafat akibat sakit, mewakili warga di wilayah pemilihannya di Jawa Barat II, yaitu Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Pria kelahiran Ciamis, 23 Oktober 1962 ini, merupakan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1987. Adang Sudrajat juga dikenal sebagai Avasinolog. Sebagaimana diketahui, Avasinolog adalah sebutan untuk ahli terapi yang menggunakan alat yang terbuat dari logam dengan teknik pentotokan pada bagian tubuh, yang dikembangkan dari metode pengobatan Timur Tengah al-kay (besi yang dibakar).
Banyak berkiprah di dunia kesehatan, Adang Sudrajat masih sempat menyelesaikan pendidikan magister di Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom di Bandung, Jawa Barat. Banyak membantu pengobatan masyarakat kecil, Adang yang merupakan salah satu dokter senior di bidang avasin tak ragu memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat luas, tanpa pandang suku, ras, agama, dan golongan.
Selain sebagai praktisi pengobatan, Adang Sudrajat juga tercatat sebagai pengajar di Yayasan Rumah Sakit Politeknik Al-Islam Bandung dan anggota Tim Dokter Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk Gaza, Palestina, di tahun 2009.
Dengan hadirnya dr. Adang Sudrajat, MM. Ini, diharapkan Fraksi PKS DPR RI, dapat lebih berkontribusi untuk bangsa dan negara dalam kerja-kerja kedewanan yang menekankan pada fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI

1 Juni 2015

Semarakkan Ramadhan, PKS Boyolali Bekali Kadernya Dengan Mabit

Boyolali - Dalam rangka mempersiapkan kadernya menyemarakkan Bulan Ramadhan 1436 Hijriyah yang akan datang, Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Boyolali mengadakan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) untuk kader ikhwan (putra) bertempat di Aula Lt. 2 Markaz Dakwah DPD PKS Boyolali Sabtu (30/5) malam. Acara diikuti dengan antusias oleh ratusan kader se-Boyolali.
Ketua DPD PKS Boyolali, Syaifudin dalam sambutannya mengingatkan kader PKS Boyolali untuk senantiasa mempersiapkan bekal taqwa agar saat bulan Ramadhan bisa diisi dengan semangat dalam berdakwah.
"Penguatan ruhiyah kader ini sangat penting sebagai modal awal dalam mengisi Bulan Ramadhan. Mabit ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan bekal-bekal di bulan Ramadhan nanti," katanya.
Sementara itu, bertindak sebagai pembicara, seorang mubaligh asal Semarang, Ustadz Anwar Jufri Romli, Lc dalam tausiyahnya mengingatkan peserta Mabit tentang seberapa detail dan kuat proposal yang akan kita ajukan kepada Allah SWT dalam mengisi Bulan Ramadhan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, bulan penuh ampunan dan maghfiroh. Jangan sampai Bulan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa kita persiapkan proposal dengan sebaik-baiknya." Ujar Ust Anwar.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia apapun profesinya adalah merupakan pedagang.
"Setiap kita adalah pedagang. Lalu apa yang akan kita transaksikan kepada Allah selama Bulan Ramadhan? Maka harus kita siapkan transaksi terbaik dihadapan Allah SWT." Pungkasnya
Dalam mabit kali ini juga ada sosialisasi kultum Ramadhan oleh Ustadz Budiman Lc. Secara umum mabit berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh peserta mabit. Selain tausiyah dan sosialisasi kultum, mabit juga diisi tilawah 1 juz oleh masing-masing peserta, qiyamullain/sholat malam, sahur bersama dan diakhiri dengan dzikir Al Matsurat setelah sholat Subuh berjamaah. (HSM)

Proses Penurunan Biaya Haji Sempat Alot

Anggota Komisi VII DPR RI, A. Fikri Fakih
SEMARANG (31/5) – Anggota Komisi VIII DPR RI, A Fikri Faqih mengakui upaya menurunkan biaya haji 2015 bukan perkara mudah. Fikri mengungkapkan hal ini dalam keterangan persnya di Semarang, Ahad (31/5).
"Harus 17 kali rapat panja di Komisi VIII DPR sampai dini hari dengan banyak stakeholder dan kita harus bedah semua komponen biaya haji per jamaahnya," urai Fikri.
Menurut Fikri, awalnya Kementerian Agama (Kemenag) hanya sanggup menurunkan biaya haji dari USD 3219 menjadi USD 3193, atau turun hanya USD 26 per jamaah.
"Dalam beberapa kali rapat, kami minta efisiensi lebih dari USD 26, tapi sulit sekali, akhirnya kami minta bedah dan sisir satu persatu komponen biayanya," imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Panitia Kerja (Panja) Biaya Haji di Komisi VIII, lanjut Fikri, membuat dokumen rasionalisasi untuk membandingkan biaya haji versi Kemenag dan realitas hasil survey lapangan.
“Pihak Kemenag tetap bergeming dengan mengajukan dokumen awal yang efisiensinya hanya USD 26. Padahal masih terdapat peluang efisiensi dari beberapa komponen biaya haji, contohnya pemondokan.  
Fikri menjelaskan Panja Komisi VIII menilai konsentrasi pemondokan jamaah haji cukup dilakukan di lima titik. Sedangkan menurut Kemenag minimal ada tujuh titik, dari sebelumnya terdapat belasan titik.
“Akhirnya disepakati ada enam titik pemondokan bagi jemaah Indonesia. Padahal semakin banyak titik, akan semakin rumit mengatur transportasi dan distribusi katering, artinya semakin mahal,” ungkap pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah ini.
Pada akhirnya, masih kata Fikri, Komisi VIII berhasil menemukan formula yang signifikan dalam menurunkan seluruh biaya, yakni dengan menekan sewa pondokan. Sesuai harga negosiasi di lapangan, biaya sewa pondokan di Mekkah menjadi hampir setengahnya, yakni hanya 4.500 Saudi Riyal (SR) per jamaah, dari sebelumnya mencapai 7.000 SR per jamaah. Sedangkan pondokan di Madinah turun menjadi 675 SR dari sebelumnya 822 SR.
“Komponen biaya lain yang paling besar dalam menentukan biaya haji adalah tiket pesawat pulang-pergi. Baru kali ini di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, pihak Garuda bersedia menurunkan harga tiketnya dari USD 2.180 menjadi USD 2.160, lumayan selisih USD 20," jelasnya.
Fikri mengakui perhitungan biaya haji melalui bedah komponen-komponen dan cross-check lapangan membutuhkan upaya keras dan kesabaran. Bahkan, keseluruhan efisiensi biaya haji yang diperjuangkan ke berbagai pihak tersebut sebenarnya masih bisa ditekan lagi.
"Kalau saja kita tidak dibatasi oleh target pimpinan DPR harus sudah selesai sebelum akhir masa sidang 4 DPR. Padahal dalam beberapa kali Rapat Panja soal haji, kami harus bersidang hingga jam 5 pagi hari,” paparnya.
Meskipun alot, tambah Fikri, upaya Panja berbuah kesepakatan penurunan biaya haji tahun 2015 sebesar USD 502. Namun, Fikri mengingatkan bahwa perjuangan Panja Haji DPR RI belum selesai.
"Kita masih harus melakukan pengawasan pelaksanaan haji 2015, yang perkara rutin selalu saja ada setiap tahunnya. Namun kita tetap berdoa agar pelaksanaan haji tahun ini lebih sukses," harapnya.

4 Tokoh ini Langsung Daftar Usai Koalisi Boyolali Bangkit Dideklarasikan

H. Santoso (baju putih) saat mengambil formulir balon Bupati/Wakil Bupati
Boyolali (1/6) - Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) hari ini, Senin (1/6) resmi dideklarasikan. Koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, PKS, Gerindra, PAN, PKB dan Partai Demokrat ini langsung tancap gas dengan membuka pendaftaran balon Bupati/Wakil Bupati usai dideklarasikan.

Ketua penjaringan dan penyaringan balon Bupati/Wakil Bupati, Edi Sasongko mengatakan bahwa pendaftaran dibuka sejak deklarasi yaitu tgl 01 Juni 2015 dan ditutup tanggal 10 Juni 2015.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Boyolali untuk mendaftar melalui Koalisi Boyolali Bangkit." Jelas Edi Sasongko.

Yang menarik dalam acara deklarasi hari ini adalah empat tokoh masyarakat langsung mengambil formulir pendaftaran usai masa pendaftaran dibuka. Berikut nama-nama keempat tokoh tersebut:
1. H. Santoso
2. H. Fuadi
3. H. Muhajirin
4. H. Agus Purmanto


(HSM)

Koalisi Boyolali Bangkit Resmi Dideklarasikan

Pimpinan Parpol Koalisi Boyolali Bangkit bergandengan tangan tanda koalisi

Boyolali (1/6) - Enam partai politik resmi berkoalisi dalam menyongsong Pilkada Boyolali 2015. Koalisi tersebut resmi dideklarasikan hari ini, Senin (1/6) dengan nama Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) bertempat di Aula Kantor Partai Golkar Boyolali. Keenam partai politik tersebut adalah Partai Golkar, PKS, Gerindra, PAN, PKB dan Partai Demokrat. Dalam kesempatan tersebut, seluruh pimpinan parpol hadir, termasuk beberapa tokoh masyarakat Boyolali, diantaranya mantan Bupati Boyolali, Bapak Sri Mulyanto.

Deklarasi diawali dengan pernyataan ikrar bersama tentang resminya Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) oleh Ketua Presidium Koalisi, H. Fuadi. Dalam ikrar tersebut, keenam parpol bersama-sama berkoalisi dan bertekad memenangkan Pilkada Boyolali 2015.

Sementara itu, Ketua Harian Koalisi, Syaifudin dalam orasinya menyatakan bahwa terbentuknya koalisi ini karena adanya persamaan visi dan misi serta pandangan dalam membangun Kabupaten Boyolali.

"Kabupaten Boyolali mempunyai potensi yang luar biasa. kalau dipimpin oleh pemimpin yang tepat, maka kesejahteraan akan segera tercapai. Oleh karena itu, memilih pemimpin yang baik adalah kebutuhan kita bersama." Tandasnya.

Syaifudin, yang juga Ketua PKS Boyolali, mengajak kepada seluruh partai peserta koalisi dan masyarakat Boyolali pada umumnya untuk bersatu bersama-sama mensukseskan Pilkada Boyolali 2015 agar terpilih pemimpin yang baik dan amanah.

"Kewajiban kita yang terpenting adalah berikhtiar semaksimal kemampuan kita dan untuk hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT." Pungkasnya.

Bersamaan dengan deklarasi Koalisi Boyolali Bangkit, juga dikukuhkan tim penjaringan dan penyaringan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Boyolali yang diketuai oleh Edi Sasongko. Tim membuka pendaftaran sejak deklarasi yaitu tanggal 01 Juni 2015 sampai tanggal 10 Juni 2015.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Boyolali untuk mendaftar melalui Koalisi Boyolali Bangkit." Jelas Edi Sasongko. (HSM)