Kamis, 19 Juli 2018

Sejumlah Caleg Milenial Hiasi Formasi Bacaleg yang Didaftarkan PKS Boyolali

Fantika Vera dan Kusnulia Rosita, dua dari 11 caleg milenial yang siap berjuang di Boyolali

Boyolali (19/7) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Boyolali telah resmi mendaftarkan calegnya pada hari Selasa (17/7) yang lalu. PKS mendaftarkan sejumlah 44 caleg yang mewakili 5 dapil di Boyolali. Dari 44 caleg tersebut, terdapat 17 caleg perempuan atau sekitar 38%. Melebihi syarat sebagaimana yang diamanatkan UU yaitu minimal 30% caleg perempuan.

Selain telah memenuhi syarat minimal 30% caleg perempuan, sejumlah caleg generasi milenial juga menghiasi formasi BCAD yang didaftarkan oleh PKS tersebut. Ada 11 caleg generasi milenial atau sekitar 25% yang siap berjuang bersama PKS dalam Pemilu 2019.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad mengatakan bahwa adanya caleg generasi milenial ini adalah sebagai wujud PKS dalam melakukan regenerasi terhadap partainya.

"Hadirnya caleg-caleg muda ini merupakan bukti bahwa PKS ini adalah partai kader yang senantiasa melakukan kaderisasi." Jelas Nur Acmad.

Selain itu, hadirnya caleg-caleg milenial ini adalah sebagai sarana untuk menampung aspirasi pemilih yang berasal dari generasi milenial.

"Pemilih yang berasal dari generasi milenial ini sangat besar jumlahnya yaitu sekitar 30%. Maka harus kami akomodir dengan menghadirkan caleg-caleg generasi milenial yang berkualitas." Tutur Nur Achmad, yang juga maju menjadi caleg di DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil 8.

Kusnulia Rosita, salah satu caleg milenial yang akan berjuang melalui Dapil 5 (Ngemplak, Sambi, Banyudono dan Sawit) ini merasa terpanggil untuk berkontribusi lebih dalam memajukan Boyolali.

"Hidup ini adalah untuk kebaikan. Oleh karena itu saya ingin berkontribusi dalam kebaikan, salah satunya adalah dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui parlemen."Ungkap Kusnul.

Perempuan yang masih berstatus sebagai mahasiswi ini berjanji jika nanti terpilih akan lebih fokus untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan komunitas remaja.

Lain halnya dengan Fantika Vera. Caleg milenial yang diusung melalui Dapil 1 (Boyolali, Ampel, Mojosongo dan Teras) ini merasa terpanggil untuk berjuang melalui parlemen karena keprihatinannya terhadap dunia pendidikan. Perempuan muda yang berprofesi sebagai guru ini bercita-cita untuk memajukan dunia pendidikan agar lahir karya-karya besar demi kemajuan bangsa.

Sementara itu, Johan Fahyudi, caleg milenial yang berasal dari Banyudono, merasa terpanggil karena ingin memajukan daerah kelahirannya. Pemuda yang aktif sebagai Ketua Bidang Sosial Ikatan Takmir Masjid se-Desa Ngaru-Aru ini akan berjuang melalui Dapil 5 Boyolali. [HSM]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template |
Copyright © 2011. DPD PKS Boyolali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger